Mungkin Anda jengkel dengan orang yang suka melebih-lebihkan sesuatu hal. Umumnya orang yang memiliki budaya itu disebut dengan julukan si drama queen.

 

Ya, drama queen atau ratu drama yang hidupnya dipenuhi dengan hal-hal yang didramatisir. Kesal memang berjumpa orang yang seperti itu. Melainkan tunggu dahulu, apakah Anda yakin bukan termasuk salah satu dari mereka? Mungkin tanpa Anda sadari, Anda juga disebut drama queen oleh sahabat-sahabat Anda.

 

Tidak percaya? Berikut yaitu petunjuk bahwa Anda termasuk orang yang drama queen.

 

  1. Si drama queen senantiasa berharap jadi topik utama dalam setiap pembicaraan

Berkumpul dengan sahabat memang menjadi gelanggang untuk saling curhat, tukar pikiran, dan mendengarkan satu sama lain. Melainkan tak jikalau Anda seorang drama queen, Anda justru sibuk menceritakan hal yang terjadi pada hidup Anda tanpa memedulikan cerita yang dimiliki sahabat-sahabat Anda.

 

Masih tak percaya jikalau Anda drama queen? Coba ingat-ingat kembali cerita sahabat-sahabat Anda, jikalau Anda tak terang mengingatnya atau bahkan tak ingat sama sekali, membuktikan jikalau Anda yaitu si ratu drama.

 

Sekiranya yang wajib dijalankan? Biasakan untuk tanyakan cerita sahabat Anda, sebelum Anda memberi tahu kejadian pada Anda. tetapi jangan cuma mengajukan pertanyaan saja, dengarkan dan simak seluruh cerita yang ia katakan serta ungkapkan apa pendapat Anda kepada kejadian hal yang demikian. Berusahalah untuk menanggapinya sealami mungkin dan jangan dihasilkan-buat.

 

  1. Setiap Anda bercerita, diawali dengan kata-kata seruan

Setiap kali si drama queen mengawali ceritanya, pasti diawali dengan kata-kata seruan seperti “OMG” atau “Ya ampun!”  dan sebagainya. Apakah Anda tak jarang hal ini? Dapat jadi Anda si ratu drama.

 

Sekiranya yang wajib dijalankan? Cobalah untuk tenang setiap Anda mulai bercerita. Ganti seluruh kata seruan hal yang demikian dengan kalimat yang tak terlalu dramatis. Atur suara agar terdengar tenang dan mulailah untuk pelan bercerita.

 

  1. Apapun itu, senantiasa didramatisir

Mungkin Anda tak sadar, tetapi coba ingat-ingat lagi bagaimana Anda menceritakan pengalaman atau kisah Anda ke orang-orang sekitar? Seorang drama queen tak jarang kali menciptakan dirinya pusat perhatian, bahkan berdaya upaya jikalau masalah yang dihadapinya yaitu satu-satunya masalah yang paling penting. Anda merasa bahwa masalah Anda yaitu masalah yang paling berat dan tak ada yang menandingi. Sekiranya Anda melaksanakannya, Anda benar-benar drama queen sebab membesar-besarkan masalah.

 

Sekiranya yang wajib dijalankan? Pikirkan lagi apakah masalah Anda hal yang demikian sebanding dengan masalah yang dihadapi oleh orang-orang yang berada di medan perang sana? Ataukah masalah Anda berkaitan dengan hidup dan mati seseorang? Sekiranya tak, cobalah untuk memandang dari sudut pandang yang berbeda. Melainkan orang memiliki masalahnya masing-masing.

 

  1. Anda tak berhenti bergosip

Bergosip dan nyinyir memang terlihat menyenangkan dan ada rasa kepuasan tersendiri jikalau melaksanakannya bagi beberapa orang. Ia, gosip tak lagi menyenangkan jikalau telah berlebihan. Cerita yang keluar dari mulut drama queen tak lagi mirip dengan kejadian yang aslinya, banyak ditambahkan ‘bumbu-bumbu’ ke dalamnya agar kian menarik. Kembali lagi, Anda cuma membesar-besarkan masalah saja.

 

Sekiranya yang wajib dijalankan? Hentikan. Satu-satunya jalan untuk mengubah budaya hal yang demikian yaitu dengan Anda memiliki tombol berhenti sendiri. Anda wajib benar-benar menyadari bahwa tak baik jikalau menceritakan cerita yang tak benar dan membikin masalah orang lain kian runyam. Toh, Anda memiliki masalah sendiri yang wajib diatasi, bukan?

 

  1. Anda menyimpan dendam

Salah satu ciri dari drama queen yaitu tak pernah lupa dan menyimpan dendam cuma untuk kepentingannya sendiri. Setiap sulit melupakan dan mengikhlaskan kejadian buruk dan senantiasa menganggap dirinya yang paling terpuruk sebab hal itu. , tetap saja ini cuma melebih-lebihkan.

 

Sekiranya yang wajib dijalankan? Setiap hidup pasti ada masalah dan kejadian yang tak menyenangkan, entah itu sebab ulah orang-orang terdekat Anda atau tak.  khususnya yaitu bagaimana menyikapi seluruh hal buruk hal yang demikian. jangan berdaya upaya jikalau Anda yaitu satu-satunya orang yang mengalami kerugian pengaruh mengalami suatu masalah, seluruh orang di belahan dunia lain juga merasakannya. Berusahalah untuk berdamai dengan hati dan pikiran Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>