Vape atau rokok elektrik dikala ini populer di kalangan anak remaja. Banyak orang yang memakai vape sebagai cara untuk stop merokok. Vape memang tak memakai tembakau, melainkan umumnya berisi cairan bermacam macam rasa yang menggugah selera. Banyak orang yang menduga vape lebih bagus daripada rokok. Meskipun, vape tetap mengandung nikotin, zat yang sungguh-sungguh adiktif. Oleh sebab itu, kenali dulu bermacam macam bahaya vape berikut ini.

 

4 alasan mengapa Anda sepatutnya stop vaping

Faktanya, di balik kepopuleran vape, ada banyak bahaya yang terkandung di dalamnya. Bahaya vape rupanya tak hanya membuat kecanduan saja, melainkan masih banyak persoalan lain yang mungkin dimunculkan apabila Anda tak stop vaping.

 

  1. Menyebabkan kecanduan seperti rokok

Sama dengan rokok tembakau, vape juga mengandung nikotin, yang berarti dapat menyebabkan ketergantungan.

 

Orang yang memakai vape tetap berisiko mengalami ketergantungan, sebab tabung dengan tegangan tinggi pada vape dapat mengalirkan nikotin dalam jumlah besar ke dalam tubuh.

 

Berdasarkan dr. Neal Benowitz dari Center for Tobacco Control Research and Education, belum ada bukti medis yang menunjukkan bahwa vape dapat menolong menghentikan kecanduan rokok tembakau. Bahkan dalam penelitiannya menunjukkan bahwa mengurangi dosis nikotin tak membawa perubahan apapun terhadap kebiasaan merokok.

 

Kecuali itu, penelitian lain melaporkan bahwa macam nikotin yang ditemukan dalam vape rupanya yaitu nikotin yang paling mudah diresapi oleh tubuh.

 

Saat Anda menghirup nikotin, zat ini akan masuk ke otak hanya dalam waktu sekitar 10 detik. Tanggapan otak terhadap nikotin yaitu memproduksi hormon adrenalin, yang membuat Anda merasa lebih giat dan berenergi.

 

Tapi, efek ini sungguh-sungguh pesat sirna, yang akibatnya membuat tubuh Anda menjadi lemas dan tak berenergi. Jadi lantas Anda juga merasa sepatutnya vaping lagi.

 

  1. Buruk bagi kesehatan paru

Meskipun tak memakai tembakau, bukan berarti bahaya vape tak membahayakan bagi paru-paru. Kandungan nikotin yang terdapat di dalam vape juga mempunyai pengaruh buruk pada paru-paru. Nikotin dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru, mengurangi kesanggupan jaringan untuk melindungi dari zat asing.

 

Berdasarkan Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, menemukan bahwa nikotin dari mana pun asalnya tetap membahayakan bagi jaringan paru-paru.

 

Sebuah penelitian dalam Toxicology and Applied Pharmalogy, melaporkan bahwa vape mempunyai pengaruh yang sama pada efek jangka pendek dari rokok tembakau. Hasilnya pun menunjukkan gejala yang sama dari peradangan dan kerusakan paru-paru.

 

Kecuali mempunyai pengaruh buruk bagi paru, nikotin yang terkandung didalam vape juga berimbas di organ lain seperti otak, jantung dan cara kekebalan tubuh.

 

Pasalnya nikotin yang terserap melalui aliran darah akan merangsang kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon epinefrin (adrenalin) yang mengakibatkan  tekanan darah naik, laju pernapasan dan denyut jantung semakin pesat. Salin itu, nikotin juga mengaktifkan dopamin di otak yang mengakibatkan efek ketergantungan.

 

  1. Tidak membuat Anda stop merokok

Banyak orang memakai vape sebagai alasan untuk stop merokok. Tapi, Food and Drugs Association (Badan POM Amerika) belum menyetujui vape sebagai cara yang aman atau tepat sasaran untuk menolong seseorang stop merokok.

 

Kecuali itu, nikotin dalam vape yaitu zat adiktif, yang dapat membuat kecanduan. Sedikit nikotin yang masuk ke dalam tubuh akan membuat Anda mencari zat nikotin yang lebih besar jumlahnya di kemudian hari.

 

Oleh sebab itu, tak disarankan untuk memakai vape sebagai cara untuk menghentikan kecanduan rokok tembakau. Metode terbaik untuk itu yaitu dengan melaksanakan perubahan gaya hidup secara menyeluruh, dukungan dari orang-orang terdekat, dan menjalani beberapa terapi.

 

  1. Menyebabkan kanker

Langsung disebut-ucap sebagai penyebab utama kanker paru-paru. Kongkretnya, bagaimana dengan vape? , tak beda jauh dengan rokok, vape dapat juga meningkatkan kans seseorang terkena kanker.

 

Hal ini digambarkan dalam sebuah penelitian yang berasal dari University of Nevada mengucapkan bahwa vape mengandung zat formaldehid yang bersifat karsinogenik alias pemicu kanker.

 

Dalam penelitian tersebut, para spesialis menceritakan zat formaldehid tersebut dapat masuk dan lantas terserap di dalam paru-paru, sehingga memunculkan kans kanker paru yang cukup besar.

Post not found !

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>