Asuransi kesehatan yakni salah satu fasilitas jaminan kesehatan yang pantas untuk dipertimbangkan setiap orang. Meski demikian itu, masih banyak orang ragu-ragu untuk membuatnya karena disibukkan dengan sejumlah mitos asuransi yang sebenarnya salah kaprah. Meski, asuransi dapat jadi investasi yang bagus bagi masa depan Anda.

 

Maka kalau Anda sedang pikir-pikir untuk bikin asuransi, yuk luruskan dahulu pemahaman Anda dengan baca tulisan ini! Mitos asuransi ini keliru, melainkan masih dipercaya banyak orang :

 

  1. Orang sehat tidak butuh asuransi

Tidak perlu tunggu sakit untuk membuat asuransi. Kenyataannya, tidak ada yang tahu kapan dan bagaimana sakit akan menghampiri. Penyakit atau kejadian tidak terduga lainnya, seperti kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja, dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja.

 

Tanpa dukungan asuransi, Anda dapat tenggelam dalam tagihan perawatan medis yang tidak main-main besarnya. Tagihan rumah sakit kongkretnya yakni penyebab kebangkrutan terbesar. Asuransi kesehatan dapat jadi penyelamat saat Anda benar-benar memerlukannya.

 

  1. Asuransi cuma untuk biaya rawat inap rumah sakit

Mitos asuransi lainnya yang masih sering beredar di masyarakat yakni layanannya cuma terbatas untuk menutupi biaya rawat inap alias opname. Meski tidak demikian. Anda juga dapat mengklaim biaya berobat jalan dengan asuransi. Klaim penggantian biaya dari asuransi malah termasuk biaya menebus obat, serta operasi dan pemulihan setelah operasi.

 

Tetapi, bukan berarti segala biaya pengobatan akan ditanggung asuransi. Segala kembali lagi akan tergantung pada ketetapan dari perusahaan asuransi Anda serta besar premi yang telah disetujui dan tertera pada polis Anda.

 

  1. Asuransi kesehatan sama seperti menabung

Banyak orang menduga bahwa premi yang dibayarkan rutin setiap bulannya dapat dapat diambil sewaktu-waktu dibutuhkan, seperti menarik uang dari rekening tabungan di ATM. Ini salah besar.

 

Uang yang Anda “tabungkan” ke asuransi berperilaku sebagai jaminan yang tidak dapat diganggu gugat, untuk berjaga-jaga siapa tahu nanti Anda akan menemui keadaan atau keadaan yang tidak terduga.

 

Tabungan rekening Anda belum tentu dapat menanggung segala biaya pengobatan. Tetapi, asuransi dapat. Meski Anda baru mendaftar asuransi kemarin dan hari ini perlu berobat, biaya pengobatan langsung dapat diklaim.

 

  1. Hemat bayar pajak dengan asuransi kesehatan

Ini yakni mitos asuransi kesehatan yang keliru karena cuma dipahami selewatan saja. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 131 tahun 2000 memang menyuarakan bahwa setiap pemegang asuransi kesehatan akan dipotong pajak penghasilan (PPh) final sebesar 15 persen. Tetapi ini cuma berlaku sampai tahun 2015.

 

Sesudah 2015 sampai saat ini, PP tersebut tidak lagi berlaku pada produk asuransi. Sekarang, potongan PPh final cuma dikenakan atas bunga deposito atau tabungan yang mengendap di bank. Selisih antara bunga tabungan yang diterima dengan premi yang dibayarkan tidak lagi terpotong pajak. Pandangan inilah yang sering dianggap sebagai penghematan bayar pajak.

 

Tujuan utama dari asuransi kesehatan yakni untuk melindungi kesehatan Anda dan keluarga dan untuk menyiapkan keuangan di keadaan mendadak. Asuransi bukanlah produk investasi.

 

  1. Hanya anggota keluarga berpenghasilan yang memerlukan asuransi

Ini yakni kesalahpahaman asuransi kesehatan lainnya. banyak orang menduga bahwa asuransi kesehatan cuma dibutuhkan untuk anggota keluarga yang berpenghasilan.

 

Asuransi kesehatan perlu dimiliki oleh setiap anggota keluarga. Asuransi kesehatan dapat dalam bentuk individu maupun kelompok. Anda dapat mendaftarkan asuransi kesehatan untuk keluarga Anda.

 

  1. Asuransi kesehatan mencakup asuransi kecelakaan

Tidak segala asuransi kesehatan mencakup asuransi kecelakaan. Sebab itu, Anda wajib benar-benar paham kelebihan atau kekurangan asuransi kesehatan yang akan Anda pilih.

 

Asuransi kesehatan berbeda dengan asuransi kecelakaan yang memberikan uang pertanggungan dalam kasus kematian dan kompensasi materi saat terjadi kecelakaan. Sementara itu, kompensasi asuransi kesehatan akan diberikan tergantung pada jenis produk asuransi dan plafon Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>