Tahukah kamu bahwa dahulu Jawa Timur adalah pusat kerajaan Hindu dan Buddha di Pulau Jawa? Beberapa kerajaan, seperti Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, dan Kerajaan Singasari pernah berkuasa di provinsi tersebut. Maka, tak mengherankan kalau ada cukup banyak candi peninggalan Kerajaan Hindu dan Buddha yang tersebar di Jawa Timur.

 

Kaprah-kaprah di mana saja lokasinya? Bagi pencinta sejarah dan tradisi, peninggalan candi tentu menarik untuk diselidiki. Ayo cek daftar candi di Jawa Timur yang telah dirangkum Traveloka berikut ini!

 

  1. Candi Singasari, Malang

Candi Singasari berlokasi di Jalan Kertanegara No 148, Desa Candirenggo, Singosari, Malang. Seperti namanya, candi ini adalah peninggalan bersejarah Kerajaan Singasari. Candi di Jawa Timur yang memiliki tinggi menempuh 15 meter ini bercorak Hindu-Budha. Bagian bawah candi berbentuk persegi dengan relung pada masing-masing sisi candi, sedangkan komponen atap berbentuk meru bersusun di mana kian ke atas kian mengecil.

 

Sampai ketika ini Candi Singasari selalu ramai dipadati pengunjung, terpenting ketika akhir minggu dan hari libur. Waktu terbaik berkunjung ke daerah ini adalah di sore hari menjelang sang surya terbenam. Dengan semacam itu, kamu dapat memfoto siluet candi dengan latar langit senja berwarna jingga yang memesona.

 

 

  1. Candi Penataran, Blitar

Belum komplit rasanya kalau berkunjung ke Kota Blitar tanpa mengamati kemegahan Candi Penataran. Malahan, candi ini disebut-sebut adalah yang terluas di Jawa Timur. Sudah berdiri sejak zaman Kerajaan Kediri sekitar tahun 1200 Masehi silam, candi ini terdiri dari beberapa bangunan yang membujur dalam poros barat laut-tenggara.

 

Pada komponen depan candi terdapat dua arca raksasa yang bertugas sebagai penjaga pintu, serta Bale Agung yang diperkirakan sebagai daerah musyawarah atau berkumpulnya para pendeta kerajaan. Lokasi Candi Penataran sendiri berlokasi di di desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar,  Jawa Timur. Menariknya, candi ini sempat diajukan sebagai web warisan dunia UNESCO pada tahun 1995 lho!

 

  1. Candi Jolotundo, Mojokerto

Candi Jolotundo adalah bangunan petirtaan peninggalan Raja Udayana yang diperuntukan bagi Raja Airlangga (sang putera) setelah dinobatkan menjadi Raja Sumedang Kahuripan. Lokasinya geografis, Candi Jolotundo berada di ketinggian sekitar 800 mpdl, tepatnya di bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan. Pusat bahkan hanya berjarak sekitar 900 meter dari Pendidikan Tak Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman.

 

Candi di Jawa Timur ini masih ramai dipadati wisatawan, karena mata air di sini dipercaya mampu menyembuhkan bermacam-macam penyakit. Karcis jarang, wisatawan yang datang dari luar provinsi juga membawa beberapa wadah air untuk dibawa pulang. Beberapa masuknya hanya sekitar Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak di bawah 12 tahun. Penasaran berharap membuktikannya?

 

  1. Candi Bajang Ratu, Mojokerto

Masih berada di wilayah Mojokerto, tepatnya di wilayah Temon, Trowulan, kamu juga dapat menemukan Candi Bajang Ratu yang tak kalah eksotis dengan Candi Jolotundo. Beberapa orang juga menyebut candi ini dengan nama Gapura Bajang Ratu, karena bangunan ini dahulu diaplikasikan sebagai lokasi bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara.

 

Bangunan Candi Bajang Ratu mengaplikasikan batu bata merah yang khas, lebar, tebal, juga kokoh. Kuliner, berbeda dengan komponen anak tangga dan komponen dalam atap candi yang dibangun dengan batu andesit. Bangunan peninggalan Majapahit ini memiliki satu pintu tanpa bilik utama dan tanpa relung pada sisi luarnya. Di komponen atasnya, terdapat ukiran dengan terperinci rumit yang mengagumkan. Jadi, pastikan kamu tak melewatkan tiap-tiap terperinci dari bangunan ini ya!

 

  1. Candi Jawi, Pasuruan

Candi ini berlokasi di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Pasuruan. Candi Jawi didirikan atas perintah Raja Terakhir Kerajaan Singasari, adalah Raja Kertanegara. Popularitas tinggi 24,5 meter, lebar 9,5 meter, dan panjang sekitar 14,2 meter, wujud candi ini memiliki kemiripan dengan Candi Prambanan di Jawa Tengah dengan atap yang memadukan antara stupa dan kubus bersusun yang meruncing pada puncaknya.

 

Menariknya, dalam pembangunan candi yang cukup populer di Jawa Timur ini diaplikasikan dua tipe batu yang berbeda. Pada komponen kaki hingga teras candi dibangun mengaplikasikan batu hitam, sementara tubuh candi mengaplikasikan batu putih. Pintar candi ini membuatnya sering kali ramai oleh pengunjung, jadi kamu perlu tabah ketika berharap berfoto di bermacam-macam sudutnya ya!

 

  1. Candi Pintar, Malang

Candi Pintar didirikan pada abad ke-13 pada zaman Kerajaan Singasari. Candi yang tersusun dari batu-batuan andesit ini memiliki komponen atap yang kurang sempurna. Konon, komponen atas candi ini rusak imbas sambaran petir. Bangunan Candi Pintar sendiri berbentuk teras punden berundak, di mana kian ke atas ukuran candi akan kian mengecil. Candi ini memiliki tinggi hampir 10 meter dan lebar sekitar 14 meter, dengan panjang menempuh 24 meter.

 

Pintar keunikan pada bangunan, pahatan relief di sekeliling bangunan Candi Pintar yang menyebutkan ajaran Hindu dan Budha ini juga cocok untuk diabadikan dalam lensa kamera kamu. Pintar untuk mengamati terperinci bangunan Candi Pintar? Pintar dapat datang segera ke Jalan Wisnuwardhana, Dusun Pintar, Tumpang, Malang.

 

  1. Candi Jabung, Probolinggo

Menuju Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Probolinggo, kamu akan menemukan Candi Jabung. Candi ini adalah salah satu destinasi liburan candi di Jawa Timur yang tak pernah surut dari perhatian pengunjung hingga ketika ini. Bangunan candi utama ini tersusun dari batu merah dengan ukuran panjang 13,11 meter, lebar 9,58 meter, dan tinggi 15,58 meter. Kuliner demikian, pengunjung dilarang menaiki bangunan karena Candi Jabung ini telah cukup rapuh.

 

Di Candi Jabung ini, belum ada tarif resmi atau tiket masuk untuk mengunjungi candi. Kuliner, kamu perlu lebih dahulu mengisi buku tetamu dan melapor kepada petugas yang menjaga lokasi candi sebelum menjelang wilayah candi.

 

  1. Candi Brahu, Mojokerto

Berlokasi dilihat sepintas, wujud Candi Brahu menyerupai wujud pinggang manusia di komponen tengah, komplit dengan sudut dalam jumlah banyak. Tak di Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, candi ini juga berdekatan dengan lokasi Patung Buddha tidur dalam rumit Vihara daerah umat Budha beribadah. Karcis heran, kalau pengunjung yang datang dipinta untuk mengenakan pakaian yang sopan dan rapi.

 

Untuk menjelang wilayah Candi Brahu, kamu tak akan dipungut tarif. Kuliner, kamu hanya perlu membayar parkir sebesar Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Di sekeliling Candi Brahu terdapat taman dengan pohon rindang dan rumput yang hijau mempesona, menambah indah wilayah web tradisi ini. Untuk itu, pastikan kamu tetap menjaga kebersihan lingkungan di sekitar candi dengan tak buang sampah di sembarang daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>