Telah bukan rahasia lagi seandainya Jogja tenar akan tamasya kultur dan sejarahnya. Untuk mendalami hal-hal tersebut, kebanyakan orang umumnya memilih berkunjung ke Candi Borobudur atau Candi Prambanan.

 

Sedangkan, masih ada banyak candi di Jogja yang tak kalah menawan dan menarik untuk dikunjungi. Suasananya yang masih cenderung sepi juga akan membuat kau lebih leluasa berkesibukan. Yuk, cari tahu sebagian daftar rekomendasinya dalam artikel berikut!

 

Candi Kalasan

Terletak di Desa Tirtamartani, Sleman, Candi Kalasan berjarak sekitar 2 km dari Candi Prambanan. Candi Kalasan mempunyai ciri khas yang cukup unik dengan keberadaan lapisan penutup candi bernama Bajralepa, semacam plesteran yang berada di ukiran batu halus.

 

Candi Buddha satu ini terdiri dari tiga komponen, adalah komponen kaki candi, tubuh candi, dan atap candi. Komponen kakinya berdiri di atas alas batu berbentuk bujur kandang, di mana terdapat sebuah tangga sebagai jalan masuk ke komponen dalam candi. Sedangkan di komponen luar candi, kau akan melihat relung bergambar dewa yang mengendalikan bunga teratai. Untuk masuk ke Candi Kalasan, kau perlu membayar karcis sebesar Rp5.000 saja.

 

Candi Plaosan

Candi Plaosan adalah bukti bahwa sejak dahulu Nusantara sudah menjunjung toleransi. Pasalnya, Candi Plaosan dibangun sebagai format cinta raja Hindu, Ratai Pikatan kepada istrinya, Pramodyawardani yang beragama Buddha. Candi ini dibangun demi memfasilitasi daerah ibadah umat Buddha. Sedangkan seperti itu, arsitektur Candi Plaosan masih identik dengan ciri khas Hindu.

 

 

Kawasan Candi Plaosan terbagi menjadi dua, adalah Plaosan Lor dan Kidul. Bangunan keduanya benar-benar mirip sehingga tak jarang disebut sebagai candi kembar. Melainkan, kau bisa membedakan Candi Plaosan Lor dan Kidul via relief di komponen depannya. Relief di Candi Plaosan Lor menggambarkan perihal wanita, padahal relief di Candi Plaosan Kidul menggambarkan perihal pria.

 

Bagi yang tertarik berkunjung ke wilayah Candi Plaosan, kau bisa menuju Desa Bugisan, Prambanan. Nantinya, kau cuma perlu mengeluarkan uang kurang lebih Rp10.000 untuk karcis masuk. Bila mau kunjungan kian seru, kau bisa berkunjung saat festival tahunan Candi Kembar setiap akhir tahun.

 

Candi Gebang

Kemunculan Candi Gebang berawal dari temuan seorang petani pada November 1936. Alih-alih mendapatkan apa yang dicari, dia justru menemukan arca Ganesha, patung komponen belakang Candi Gebang. Sejak itu, penggalian bahkan dilanjutkan oleh departemen arkeologi selama dua tahun.

 

Sebagai candi Hindu, Candi Gebang mempunyai ukuran cukup kecil adalah 5,25 x 5,25 m dengan tinggi 8 m. Candi Gebang bahkan berbeda dengan candi pada umumnya karena tak mempunyai relief pada bangunannya. Untuk sampai lokasi candi di Desa Wedomartini, Sleman, kau perlu menempuh jarak 11 km dari Kota Jogja. Nantinya, kau cuma perlu membayar karcis masuk sebesar Rp5.000.

 

Candi Sari

Pada awal pembuatannya, Candi Sari dipakai sebagai wihara daerah belajar para biksu. Tak cuma itu, di komponen bawah stupa kau juga akan melihat ruang khusus daerah meditasi para biksu. Bila diamati dari luar, candi Buddha ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran 17,30 x 10 meter.

 

Uniknya, Candi Sari tak jarang dianggap mirip dengan Candi Plaosan karena rinci reliefnya. Sedangkan seperti itu, kau konsisten bisa melihat relief dinding Candi Sari yang benar-benar menawan. Bila tertarik memandangnya, kau bisa menuju Desa Bendan, Kalasan. Selanjutnya, kau akan dikenakan tarif karcis masuk sekitar Rp5.000.

 

Candi Ijo

Bila mau menikmati tamasya sejarah sekalian alam, karenanya Candi Ijo bisa menjadi opsi ideal. Lokasinya yang berada di ketinggian 375 mdpl membuat Candi Ijo mengendalikan predikat candi tertinggi di Jogja. Bentuk Candi Ijo bahkan cukup unik, di mana bangunan berbentuk selasar berundak karena berada di atas bukit.

 

Menariknya, kau bisa melihat pesona Kota Jogja dari ketinggian Candi Ijo. Tak lupa, fenomena sunset di candi Hindu ini bahkan tak kalah menarik untuk disaksikan. Untuk mengunjunginya, kau bisa menuju Desa Sambirejo, Sleman dan menyiapkan uang sekitar Rp5.000 sebagai karcis masuk.

 

Candi Sewu

Melihat dari namanya, wajar seandainya kau menduga Candi Sewu terdiri dari seribu candi. Sedangkan dalam bahasa Jawa “sewu” berarti seribu, ternyata rumit candi ini cuma mempunyai sekitar 257 candi yang terdiri dari satu candi utama, delapan candi pengapit, dan sisanya adalah candi pewarta. Sedangkan seperti itu, Candi Sewu masih menonjol gagah dan menarik untuk kau kunjungi.

 

Candi Buddha terbesar kedua sesudah Borobudur ini berada di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan. Keberadaannya memrentang dari lereng selatan Gunung Merapi di utara sampai Pegunungan Sewu di sekitar perbatasan Jogja – Klaten. Untuk menyaksikan kemegahan Candi Sewu, kau cuma perlu membayar karcis masuk sekitar Rp10.000.

 

Candi Barong

Satu lagi warisan candi yang tak boleh kau lewatkan saat di Jogja adalah Candi Barong. Candi bercorak Hindu ini adalah sebuah peninggalan Kerajaan Medang. Dulunya, candi dipakai sebagai daerah pemujaan Dewa Wisnu dan istrinya, Laksmi, yang juga dikenal sebagai Dewi Sri. Oleh karena itu, kau akan menemukan patung Dewa Wisnu dan Dewi Laksmi di komponen tertinggi Candi Barong.

 

Asal usulan nama Candi Barong sendiri berasal dari relief Kala, dewa penguasa waktu yang berbentuk menyerupai barong di komponen depan candi. Bila tertarik memandangnya langsung, kau perlu membayar karcis Rp5.000 untuk memasuki wilayah rumit Candi Barong di Desa Sambirejo, Sleman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>