Alternatif alat kontrasepsi pria memang cenderung lebih sedikit dibandingi wanita. Sepanjang sejarah, penerapan kondom dan vasektomi merupakan dua alternatif kontrasepsi paling tepat sasaran bagi pria dibandingi dengan metode ejakulasi di luar dan kalender bulanan pasangan.

 

Setelah lebih dari 50 tahun pil KB sukses dibuat untuk wanita, sekarang para peneliti sedang mengembangkan pil KB sebagai alat kontrasepsi pria yang berfungsi untuk memperlambat laju air mani. Katanya, pil KB ini juga diklaim tidak menyebabkan efek samping, sehingga aman untuk digunakan dalam jangka panjang. Langsung, bagaimana metode kerja pil KB ini?

 

Penelitian terkini menemukan senyawa yang dapat menghentikan laju air mani

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE melaksanakan pengembangan pil KB khusus untuk pria dengan menggunakan senyawa kimia yang disebut EP055. Senyawa kimia ini diklaim mampu memperlambat laju air mani sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya pembuahan sel telor.

READ  Dampak Kurang Tidur Pada Kondisi Kejiwaan Anda

 

Dalam penelitian hal yang demikian, peneliti menyuntikkan senyawa kimia EP055 pada simpanse jantan dengan dosis rendah dan tinggi. Setelah enam jam mendapatkan dosis yang lebih tinggi, kesanggupan gerak air mani simpanse hal yang demikian terbukti turun hingga 20 persen. Malahan dengan dosis yang rendah pun, kesanggupan air mani juga berkurang meskipun efeknya tidak seperti dosis tinggi.

 

Singkatnya, senyawa hal yang demikian mematikan kesanggupan air mani untuk berenang sehingga mengurangi kemungkinan terjadi pembuahan pada sel telor wanita. Setelah 18 hari menjalani perawatan, air mani simpanse diketahui dapat bergerak normal. Ini artinya, senyawa EP055 tidak mempunyai jangka panjang terhadap kesuburan simpanse.

READ  Bee Pollen Hingga Madu, Manfaat Hasil Kerja Lebah untuk Kesehatan

 

Sedangkan baru diuji pada hewan, para peneliti percaya bahwa temuan ini dapat menjadi angin segar dan langkah awal yang bagus dalam pengembangan alat kontrasepsi pria non hormonal.

 

Alat kontrasepsi pria yang satu ini diklaim tidak ada efek samping

Sebelumnya, telah banyak peneliti yang sukses menawarkan bermacam-macam alat kontrasepsi pria, seperti implan bedah untuk mengurangi jumlah air mani. Melainkan, studi teranyar ini dianggap paling aman karena tidak memunculkan dampak jangka panjang pada kesuburan pria. Sementara berdasarkan hasil studi dari penelitian sebelumnya diketahui mengakibatkan efek samping pada kesuburan pria.

 

Peter Stahl, spesialis urologi dari Columbia University Medical Center, mengatakan bahwa para peneliti telah berulang kali mencoba menurunkan kadar hormon yang berperan pada metode reproduksi pria untuk mengurangi jumlah air mani, salah satunya testoteron.

READ  Alasan Banyak Kasus Bunuh Diri yang Tidak Terduga

 

Sayangnya, para pria dengan kadar testoteron rendah justru mengalami penurunan daya seksualitas, depresi, dan perubahan jumlah sel darah merah. Kecuali itu, metode kontrasepsi hormon juga diukur tidak dapat melindungi seseorang pria dari penularan penyakit seksual.

 

Peneliti terus mengembangkan alternatif metode kontrasepsi pria non hormonal

Saat ini, para peneliti terus mengembangkan sebagian alternatif lain yang dapat digunakan sebagai metode kontrasepsi non-hormonal bagi pria. Umpamanya gel topikal yang dapat digunakan tiap hari serta pengobatan suntik yang mampu menghentikan produksi air mani selama berbulan-bulan.

 

Kecuali itu, para peneliti juga masih mengembangkan kontrasepsi EPPIN. Eppin merupakan protein bagus pada spermatozoa manusia yang mempunyai fungsi penting dalam reproduksi primata dan diduga dapat menghalangi pergerakan air mani.

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>