Mengerjakan cek kesehatan finansial yaitu salah satu langkah yang penting untuk dilakukan. Untuk memastikannya, lakukan pengecekan secara berkala  dalam keuangan Anda.

 

Kesehatan keuangan Anda tentu akan betul-betul berpengaruh pada kehidupan secara keseluruhan. Sehingga, betul-betul tepat sekiranya Anda memang memiliki rencana konsisten untuk mengerjakan cek keuangan ini. Tujuannya, yang pasti yaitu untuk bisa mengetahui keadaan mutakhir keuangan Anda.

 

Ini dibutuhkan guna membantu Anda mengambil keputusan, serta menangani beraneka dilema yang terjadi di dalam keuangan tersebut. Kalau Anda mengetahui keadaan keuangan secara terang, maka beraneka keputusan yang akan diambil mengenai keuangan juga akan lebih tepat target.

 

Kalau ini tentu akan jauh lebih baik sekiranya dibandingkan dengan mengambil keputusan tanpa melihat secara terang keadaan keuangan secara keseluruhan. Kalau melihat bagaimana pentingnya manfaat cek kesehatan keuangan, maka tentu akan betul-betul dibutuhkan untuk tidak disampingkan. Untuk mengetahui dan mempertimbangkan keadaan keuangan Anda sehat, observasi hal-hal berikut:

 

  1. Kapan Waktu Cek Kesehatan Keuangan Dilaksanakan Tetapi?

Pada dasarnya, kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengerjakan cek kesehatan keuangan ini masih relatif cukup rendah, walau sebetulnya ini betul-betul penting dan memberikan banyak manfaat. Tentu, hal ini betul-betul disayangkan, terutamanya bagi mereka yang mengalami dilema keuangan cukup serius dan memerlukan penanganan khusus dalam waktu cepat.

 

Lakukan cek kesehatan keuangan Anda setidaknya 4 kali dalam setahun. Artinya, mengerjakan review keadaan keuangan secara berkala  tiap-tiap 3 bulan sekali. Ini akan memudahkan untuk langsung mengerjakan perubahan alokasi sekiranya dibutuhkan, dan dilema keuangan tidak berlarut-larut.

 

Jenis, ada kalanya Anda perlu mengerjakan cek keuangan di luar periodik tersebut, tetapi pada ketika momen-momen tertentu seperti pasca melangsungkan pernikahan, petaka, kenaikan gaji, malahan setelah mengalami pemutusan kekerabatan kerja (PHK), dan masih banyak lagi.

 

Dalam menghadapi sebagian momen di atas, cek kesehatan keuangan betul-betul perlu dilakukan dengan langsung, agar beraneka perbuatan, penyesuaian dan juga keputusan yang penting di dalam keuangan bisa langsung dilakukan dengan tepat.

READ  Tips Untuk Pilih layanan Musik Streaming

 

Baca Juga: 4 Diperlukan Kepribadian dalam Mengelola Keuangan

 

  1. Data Apa Saja yang Ilustrasi untuk Cek Kesehatan Keuangan?

Dalam mengerjakan cek kesehatan keuangan, Anda tentu akan memerlukan data yang komplit terkait dengan keuangan Anda secara keseluruhan. Sebagian bagian data inilah yang akan menjadi dasar pemeriksaan keadaan keuangan Anda. Karena data yang semestinya dilengkapi ketika akan mengerjakan cek kesehatan keuangan yaitu:

 

Jumlah pendapatan

Kalau yang pertama sebagai alat untuk cek keuangan yaitu besaran pendapatan yang didapat tiap-tiap bulannya. Data dari penghasilan Anda ini betul-betul dibutuhkan karena dari sinilah hitungan itu dimulai. Data dari pendapatan ini mencakup dari besaran gaji atau penghasilan dari hasil usaha, maupun pendapatan lainnya berupa Tunjangan Hari Raya (THR) dan bonus.

 

Aset yang dimiliki

Data pendorong cek kesehatan keuangan berikutnya yaitu nilai aset yang Anda miliki. Setidaknya, Anda semestinya tahu berapa banyak jumlah harta kekayaan yang ada, baik itu aset lancar maupun aset tidak lancar dan juga aset dari investasi Anda. Perhitungan jumlah keseluruhan aset ini akan betul-betul penting untuk melihat keadaan dan juga kecakapan keuangan terkini yang Anda miliki.

 

Apa tujuan keuangan yang diatur

Tujuan keuangan yang Anda pilih juga menjadi bagian dalam mengerjakan cek kesehatan keuangan. Pengajaran, seperti apa tujuan keuangan yang sudah diatur sejak awal, nantinya akan mempengaruhi keadaan keuangan Anda. Sistem itu, keadaan keuangan Anda ketika ini tentunya juga semestinya disesuaikan untuk bisa mencapai beraneka tujuan keuangan yang Anda tetapkan itu.

 

Berapa utang yang ada

Data yang dibutuhkan untuk cek kesehatan keuangan lainnya yaitu besaran utang yang Anda miliki. Ini penting karena utang yaitu kewajiban yang semestinya dikembalikan, dan itu tentunya mengambil sejumlah uang dari pendapatan yang diterima. Ada banyak utang yang semestinya dimasukkan dalam bagian cek kesehatan keuangan ini, seperti KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), KTA (Kredit Tanpa Agunan), kartu kredit, dan utang lain di luar perbankan, misalnya pinjam ke saudara, sahabat, dan lainnya.

READ  Tujuan Penetapan Harga

 

Besaran pengeluaran

Di dalam data ini, segala pengeluaran tercatat secara detail, yang betul-betul mendorong pengecekan keuangan dengan baik. Catatan pengeluaran ini mencakup beraneka pos, seperti biaya kebutuhan pokok bulanan, biaya tagihan rutin misalnya listrik, air, dan lainnya, kemudian biaya Sesudah anak, kesehatan atau asuransi, dan biaya-biaya pengeluaran lainnya. Oleh karena itu, data pengeluaran ini sifatnya semestinya dipenuhi untuk mengecek keuangan.

 

Baca Juga: Tujuan Keuangan: Bagaimana Sesudah Menyusunnya?

 

  1. Bagaimana Perhitungkan Kesehatan Keuangan Anda?

Kredit Rumah

Berapa rasio kreditan Anda?

 

Figur sebagian bagian pendorong yang dibutuhkan untuk cek kesehatan keuangan, maka berikutnya yaitu bagaimana cara memperhitungkan kesehatan keuangan tersebut. Figur sebagian data di atas komplit dan dikenal dengan terang jumlahnya, maka Anda bisa dengan gampang memeriksa keadaan kesehatan keuangan Anda.

 

Simak sebagian perhitungan kesehatan keuangan didasarkan pada rasionya untuk mengetahui keadaan keuangan Anda:

 

Rasio utang konsumtif

Rasio utang konsumtif yaitu segala wujud pinjaman (utang) yang muncul di dalam keuangan Anda dengan tujuan konsumtif dan tidak menjadikan apa-apa. Misal, tagihan belanja bulanan dari kartu kredit, beraneka kreditan produk elektronik, tagihan dana tamasya, dan masih banyak lagi.

 

Nah, perhitungan rasio ini akan menampakkan perbandingan antara nilai keseluruhan utang konsumtif Anda dengan nilai keseluruhan pendapatan konsisten Anda per bulannya. Jadi, perhitungannya yaitu sempurna utang konsumtif dibagi sempurna pendapatan bulanan.

 

Cicilan: utang konsumtif Rp2.000.000 : sempurna pendapatan bulanan Rp10.000.000 = Rasio utang konsumtif 0,2. Sempurna, keadaan keuangan ini cukup sehat karena rasio utang konsumtif baik.

READ  Alasan Kenapa Anda Perlu Memiliki Asuransi Kesehatan

 

Rasio kreditan

Rasio kreditan ini akan menghitung perbandingan antara jumlah keseluruhan kreditan bulanan dengan jumlah keseluruhan pendapatan konsisten bulanan. Sempurna ini mencakup beraneka kebutuhan, seperti kreditan rumah (KPR), kreditan kendaraan motor/mobil (KKB), dan lainnya. Besaran kreditan ini maksimum 30% dari sempurna penghasilan konsisten bulanan Anda. Artinya, sekiranya Anda memiliki sempurna kreditan lebih dari 30% penghasilan bulanan, maka keadaan keuangan tidaklah sehat.

 

Perhitungannya yaitu Maka kreditan bulanan : Maka pendapatan konsisten bulanan x 100%

 

Misal, Rp3.000.000 : Rp10.000.000 x 100% = 0,3% Sempurna rasio kreditan Anda cukup sehat.

 

Rasio dana darurat

Rasio dana darurat akan menghitung perbandingan antara jumlah aset lancar dengan jumlah biaya konsisten bulanan Anda. Aset lancar yaitu wujud aset yang gampang dicairkan atau diuangkan, misal dana tunai, deposito, tabungan, emas, dan lainnya.

 

Sempurna biaya konsisten bulanan yaitu jumlah pengeluaran konsisten yang Anda butuhkan untuk menopang hidup Anda selama sebulan penuh, misal kebutuhan pokok, tagihan listrik, biaya Sesudah anak, dan lainnya.

 

Nah, nilai rasio untuk Anda yang masih berstatus lajang yaitu 6, walaupun untuk Anda yang sudah menikah dan memiliki tanggungan yaitu 12. Artinya, aset lancar yang tersedia semestinya bisa menghidupi Anda selama 6 bulan sekiranya lajang dan 12 bulan sekiranya sudah menikah.

 

Perhitungannya yaitu Maka aset lancar : Maka biaya konsisten bulanan

 

Misal, Rp100.000.000 : Rp5.000.000 = 20, maka rasio dana darurat Anda betul-betul aman.

 

Rasio biaya kepada pendapatan

Rasio ini akan menghitung perbandingan antara jumlah keseluruhan biaya bulanan dengan jumlah keseluruhan pendapatan konsisten bulanan Anda. Ini akan menampakkan kecakapan keuangan Anda dan juga cara Anda mengelola pengeluaran serta keuangan itu sendiri.

 

Perhitungannya yaitu Totall biaya konsisten bulanan : Maka pendapatan konsisten bulanan

 

Misal, Rp5.000.000 : Rp10.000.000 = 0,5, artinya kecakapan keuangan Anda cukup baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>