Tak hanya menawarkan perlindungan pantas pengertian syariah, asuransi syariah memberikan keuntungan yang lebih bagus dari konvensional.

 

Ada surplus keuntungan yang dibagi kepada pemegang polis yang tidak ditemukan dalam asuransi konvensional. Ada asuransi kesehatan syariah yang dapat double-claim. Ini pilihan untuk menerima produk asuransi terbaik.

 

Padahal negara dengan populasi muslim terbesar, perkembangan produk keuangan berbasis syariah masih terbatas di Indonesia. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menonjolkan pangsa pasar asuransi jiwa syariah  dan re-asuransi jiwa syariah pada kuartal III tahun 2012 hanya 3,96 persen.

 

Padahal, kecuali tujuan ibadah, asuransi syariah punya keunggulan yang membuatnya terbaik dibandingkan konvensional, merupakan (1) tambahan uang dari pembagian surplus keuntungan dan (2) asuransi kesehatan syariah ada yang dapat double-claim dengan BPJS dan asuransi lain. Perlu dicatat pembagian surplus keuntungan merupakan tambahan uang untuk peserta diluar hasil investasi (kalau mempunyai asuransi yang plus investasi).

 

Minggu lalu, saya berkesempatan berjumpa sahabat yang bekerja sebagai trainer asuransi syariah di salah satu perusahaan asuransi terbesar di Indonesia. Dalam pertemuan itu, saya menerima kuliah singkat yang padat dan bermanfaat mengenai bagaimana sistem asuransi syariah bekerja.

 

Konsep Syariah

Untuk menjelaskan pengertiannya, kita pahami dulu bagaimana asuransi konvensional bekerja. Dalam konvensional, pemegang polis membayar premi kepada perusahaan asuransi. Perusahaan mempunyai premi hal yang demikian dan membayar uang pertanggungan kalau terjadi klaim.

READ  Persiapan Penting Sebelum Rawat Inap di Rumah Sakit

 

Jadi, dalam asuransi konvensional, risiko dan keuntungan merupakan di perusahaan asuransi. Terjadi pemindahan risiko (transfer) dari peserta ke perusahaan asuransi.

 

Dalam asuransi syariah, konsep dan definisinya berbeda, merupakan risiko dibagi antar peserta asuransi. Caranya, peserta membayarkan kontribusi yang dikumpulkan ke dalam rekening bersama yang disebut ‘Tabarru’. Setiap kali terjadi klaim, pembayaran dijalankan dengan memotong ‘Tabarru’ hal yang demikian.  Dana kumpulan ini milik peserta dan bukan milik perusahaan asuransi.

 

Cara kekerabatan peserta dalam pertanggungan Asuransi Syariah merupakan sharing of risk atau “saling menanggung risiko”. Seandainya terjadi bencana, rnaka segala peserta Asuransi Syariah saling menanggung. Tak terjadi transfer risiko dari peserta ke perusahaan seperti pada asuransi konvensional.

 

Peranan perusahaan asuransi dalam konsep asuransi syariah hanya sebagai pemegang amanah dalam mengelola dan menginvestasikan dana dari kontribusi peserta. Perusahaan asuransi disewa oleh peserta dengan membayar komisi .

 

Dewan Pengawas Syariah

Bagaimana menetapkan bahwa prinsip syariah dipakai secara benar ? Majelis Ulama Indonesia (MUI) membentuk Dewan Syariah Nasional (DSN), yang bertugas mengawasi pelaksanaan prinsip ekonomi syariah di Indonesia, termasuk mengeluarkan fatwa atau peraturan yang memegangnya.

READ  Cara Berobat Ke Luar Negeri Pakai Asuransi Kesehatan

 

Di setiap lembaga keuangan syariah, harus ada Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS ini merupakan perwakilan DSN yang bertugas menetapkan lembaga hal yang demikian sudah menerapkan prinsip syariah secara benar.

 

Instrumen Efek  Syariah

Salah ciri asuransi syariah yang membedakannya dengan asuransi konvensional merupakan investasi harus dijalankan hanya di efek syariah, yang memenuhi dua kriteria sb:

 

Pertama, tidak melaksanakan aktivitas usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.  Kegiatan hal yang demikian antara lain:

 

  • Perjudian dan permainan yang tergolong judi ; perdagangan yang dilarang berdasarkan syariah, antara lain : perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa; dan perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu; jasa keuangan ribawi, antara lain: bank berbasis bunga; dan perusahaan pembiayaan berbasis bunga; Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi konvensional;
  • Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan/atau menyediakan antara lain: barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi); barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang ditentukan oleh DSN-MUI; dan/atau melaksanakan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah)
  • Kedua, memenuhi rasio keuangan berikut: (1) Sempurna utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 82% (delapan puluh dua per seratus); (2) Sempurna pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus).
READ  Hobi yang Bisa Hasilkan Pundi-Pundi Uang

 

Berdasarkan kedua kriteria hal yang demikian, pihak otoritas mengeluarkan Daftar Efek Syariah, yang merupakan kumpulan Efek yang tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal, yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). DES hal yang demikian merupakan panduan investasi untuk pemberi modal yang berharap berinvestasi pada portofolio Efek Syariah.

 

Sejumlah manfaatnya merupakan sebagai berikut:

 

  • Perlindungan jiwa, kecelakaan dan cacat tetap dan agenda keuangan yang pantas prinsip syariah. Melewati pembayaran kontribusi terstruktur , Anda dapat menetapkan besaran Manfaat Pertanggungan.
  • Pembebasan Kontribusi Dasar kalau terjadi ketidakmampuan total yang disebabkan oleh penyakit maupun kecelakaan. Peserta dapat merasakan manfaat asuransi meskipun dalam situasi ketidakmampuan total.
  • Perlindungan Tarif Kesehatan: penggantian biaya perawatan rumah sakit yang disebabkan oleh penyakit dan kecelakaan. Dilengkapi fasilitas cashless yang mempermudah perawatan di rumah sakit dengan tanpa pembayaran tunai, layanan tersedia 24/7 dengan jaringan rumah sakit rekanan di segala wilayah Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>