Double claim adalah fasilitas yang sekarang banyak ditawarkan oleh sebagian perusahaan asuransi. Double claim adalah produk asuransi kedua selain yang Anda miliki pertama kali. Nasabah akan mempunyai dua buah produk asuransi dari perusahaan yang berbeda.

 

Melalui fasilitas ini, nasabah jadi lebih mungkin menerima seluruh biaya dan pengeluaran pengobatan di rumah sakit. Double claim ibaratnya seperti tabungan tambahan yang akan diaplikasikan ketika dana asuransi kesehatan pertama milik Anda tak mencukupi.

 

Banyak yang salah kira tentang metode asuransi double claim

Sebagian orang menganggap bahwa dengan turut program asuransi double claim, nasabah dapat menerima profit. Contohnya Anda dirawat di rumah sakit dan Anda punya 2 produk asuransi. Anda ingin dapat mengklaim seluruh total biaya rumah sakitnya pada kedua perusahaan asuransinya.

 

Contohnya total pengeluaran di rumah sakit adalah Rp5.000.000, dengan mengklaim ke kedua perusahaan asuransi, Anda mungkin ingin akan menerima total Rp10.000.000. Sebesar Rp5.000.000 untuk membayar rumah sakit, dan sisanya sebagai profit atau profit yang Anda temukan.

READ  Apa Perbedaan antara E-money dan E- Wallet

 

Model ini adalah pendapat yang salah besar. Cara double claim asuransi bukan berlaku seperti ini.

 

Pihak asuransi tak akan mengganti biaya pengobatan sekiranya tagihan tersebut sudah dibayarkan atau ditanggung oleh asuransi lain. Ada sebagian berkas yang perlu diajukan ketika memanfaatkan double claim ini, sehingga pihak asuransi yang kedua tak akan membayarkannya sekiranya tak jelas rupanya.

 

Jadi sebetulnya bagaimana metode mengaplikasikan double claim?

Asuransi double claim sebetulnya diaplikasikan ketika asuransi utama Anda tak dapat menanggung seluruh biaya yang ditagih oleh rumah sakit. Ketimbang menombok atau mengeluarkan uang sendiri untuk menutup seluruh biayanya, fasilitas double claim dapat jadi solusinya.

 

Contohnya, Anda dirawat di rumah sakit selama 3 hari. Tarif opname (rawat inap) per hari yang akan diganti oleh asuransi utama yang Anda miliki adalah sebesar Rp400.000. Jumlah ini sudah diatur sesuai kontrak permulaan dengan pihak penyelenggara asuransi Anda.

READ  Apa itu Weekend Banking BCA

 

Akan namun, pada kenyataanya biaya yang semestinya dibayar ke rumah sakit adalah Rp 600.000 per harinya. Itu artinya, Anda semestinya merogoh saku Rp200.000 per harinya. Nah, daripada mengeluarkan uang lagi, Anda dapat melaksanakan klaim ke asuransi kedua yang memang menawarkan fasilitas double claim untuk menutupi kekurangannya.

 

Jadi, itulah kegunaan fasilitas double claim yang semestinya. Bukan untuk mengambil profit. Biasanya akan ada bukti dari rumah sakit yang perlu dikirimkan ke asuransi kedua yang mempunyai fasilitas double claim, berapa sisanya yang masih semestinya dibayar.

 

Apa saja persyaratan menebus double claim?

Untuk menerima double claim pada pihak asuransi yang kedua, ada sebagian berkas yang perlu Anda kirimkan. Ini sebagai bukti legal bahwa memang ada tagihan pengobatan yang belum dibayarkan oleh pihak lain (asuransi lain).

READ  Ekonomi Domestik Belum Optimal Merespons Ekonomi Global

 

Dokumen yang lazimnya dibutuhkan adalah salinan kuitansi pembayaran, rincian biaya rumah sakit yang sudah dilegalisir, ikhtisar medis, dan formulir klaim yang tersedia dari asuransi Anda.

 

Cara penggantian dananya ini lazimnya adalah reimbursement. Jadi Anda semestinya membayar ke pihak rumah sakit dahulu dengan uang pribadi; baru nanti diganti oleh asuransi.

 

Selain itu, ada batas waktu klaimnya juga. Pada lazimnya batas waktu double claim ini maksimal 30 hari dari tanggal kuitansi rumah sakit tersebut. Karenanya itu, persyaratan yang dibutuhkan semestinya dilengkapi dengan seketika agar klaim pada asuransi kedua lekas disetujui dan uang dapat dicairkan.

 

Untuk lebih detilnya persyaratan apa saja yang perlu disiapkan, lazimnya masing-masing perusahaan asuransi mempunyai peraturannya masing-masing. Baca panduan prosedur asuransi Anda dengan saksama atau hubungi agen Anda.