Infeksi cacing kremi bersifat menular, lebih-lebih pada si kecil-si kecil usia sekolah. Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum memahami sistem penularan infeksi ini, sehingga tidak bisa melindungi si kecil-si kecil mereka.

 

Infeksi cacing kremi awalnya terjadi di dalam usus. Padahal cacing menetap di dalam tubuh, telor-telor cacing kremi bisa menyebar melalui kotoran, dan bisa hidup dalam waktu yang lama di permukaan suatu benda di luar tubuh.

 

Sebagai orang tua, Anda sebaiknya memerhatikan kondisi yang dialami si kecil sebagai antisipasi awal kepada penularan cacing kremi. Setidaknya terdapat 9 fakta yang perlu dikenal tentang penularan cacing kremi, adalah:

 

Dubur gatal adalah ciri-ciri utama cacingan

Cacing kremi dewasa akan meninggalkan usus dan bertelur di sekitar anus. Inilah yang menjadi penyebab rasa gatal sehingga si kecil susah tidur dan kelihatan gundah. Padahal demikian itu, beberapa si kecil tidak menikmati gejala apa malahan dikala terinfeksi. Infeksi ini juga bisa ditandai dengan adanya ruam merah di kulit, iritasi di sekitar anus, dan ditemukannya cacing kremi pada tinja.

 

Cacing kremi bisa hidup di sprei daerah tidur

Umumnya cacing kremi betina bertelur dikala seseorang yang terinfeksi sedang tidur di malam hari. Telor cacing kremi bisa bertahan 2-3 minggu pada sprei dan permukaan lain. Oleh karenanya, penting untuk mencuci sprei secara terpisah menggunakan air hangat untuk mencegah penyebaran infeksi. Setelah dicuci dengan air hangat, jemur di bawah sinar matahari yang terik.

READ  Atasi Kulit Gatal Kurap Dengan 6 Obat Alami yang Ada di Rumah

 

Cacing kremi bahagia hidup di balik kuku yang panjang

Telor cacing kremi paling sering kali bersembunyi di balik kuku yang panjang. Infeksi cacing kremi pada si kecil bisa menyebar melalui banyak sistem, lebih-lebih melalui kuku tangan si kecil dikala menggaruk anus, kemudian masuk ke mulut. Oleh karenanya, kecuali menjaga kuku tetap pendek dan bersih, hindari menggaruk anus dan menggigit kuku.

 

Hindari berbagi pakai handuk dan pakaian, lebih-lebih celana dalam

Selain dari kuku tangan, penyebaran infeksi cacing kremi juga bisa terjadi melalui pakaian dan handuk yang terkontaminasi. Oleh karenanya, pastikan si kecil Anda tidak berbagi pakai handuk mandi, juga pakaian, apalagi celana dalam dengan orang lain. Telor-telor cacing dari orang yang terinfeksi bisa saja masih ada di sana dan menyebabkan si kecil Anda tertular infeksi ini.

 

Penularan cacing kremi jarang terjadi di kolam renang

Jikalau memang telor cacing bisa bertahan lama di luar tubuh manusia, bagaimana keamanan kesehatan di kolam renang umum untuk si kecil? Berita bagusnya, infeksi cacing kremi lebih tidak berisiko menyebar di dalam kolam renang. Selain dilindungi oleh klorin, kalaupun ada telor cacing, jumlahnya tidak signifikan dibandingkan banyaknya volume air di dalam kolam renang.

READ  Cara Anda Membersihkan Bokong

 

Cacing kremi tidak menular melalui binatang

Anda tidak perlu khawatir dan menduga-duga apakah binatang piaraan Anda bisa menularkan cacing kremi pada si kecil Anda. Cacing kremi E. vermicularis cuma bisa hidup dalam tubuh manusia, tidak dalam tubuh binatang.

 

Dapat menyebabkan komplikasi berbahaya

Infeksi cacing kremi pada si kecil perempuan bisa menyebar dari anus ke vagina dan menyebabkan keluarnya cairan tidak normal dari vagina. Infeksi ini malahan bisa menyebabkan infeksi kulit sekiranya si kecil terus menggaruk kulit di sekitar duburnya. Pada beberapa kasus, infeksi cacing kremi bisa menyebabkan infeksi saluran kencing, vaginitis (radang vagina), dan endometritis (radang lapisan rahim).

 

Kategori usia yang paling berisiko

Infeksi cacing kremi paling sering kali terjadi pada si kecil balita dan si kecil usia sekolah, adalah antara 5-10 tahun, lebih-lebih yang dititipkan di daerah penitipan si kecil, anggota keluarga dari si kecil yang terinfeksi, orang yang mengasuh si kecil yang terinfeksi, si kecil yang tinggal bersama banyak orang di suatu daerah, serta si kecil yang tumbuh dalam keluarga yang tidak menggunakan budaya hidup bersih dan sehat.

READ  Berbagai Masalah Gigi pada Anak & Solusi Mengatasinya

 

Sebaiknya si kecil tidak mandi bersama

Si Anda yang masih kecil sering kali mandi bersama teman, tetangga, atau teman di daerah penitipan si kecil? Sebaiknya hindari budaya si kecil mandi bersama, apalagi berbagi pakai bak mandi dan handuk. Mandi bersama di bawah pancuran lebih disarankan untuk meminimalkan penularan infeksi cacing kremi.

 

Cacing kremi bisa dipecahkan dengan obat anticacing yang dipasarkan bebas. Sesuaikan penerapannya dengan keterangan pada kemasan atau saran dokter. Supaya infeksi tidak datang kembali, penting untuk mencegah penularannya dengan mencuci tangan secara teratur sesudah membuang air besar, mengganti popok, bermain, serta sebelum mengolah makanan. Selain itu, pastikan mandi tiap pagi dan berganti celana dalam tiap hari. Telor cacing kremi ini sensitif kepada sinar matahari. Oleh karenanya, biarkan ruangan dalam rumah Anda memperoleh sinar matahari yang cukup.

 

Jikalau Anda mendapati gejala-gejala infeksi cacing kremi pada si kecil atau anggota keluarga yang lain, disarankan untuk seketika memeriksakannya ke dokter supaya bisa diberi penanganan yang tepat.