Berpapasan dengan si kecil sekolah dan pekerja kantoran yang nampak kurang tidur bukan lagi sebuah fenomena baru di jalanan. Bahkan mungkin Anda sendiri juga habis begadang semalam. Melainkan awas. Imbas kurang tidur tak hanya membikin Anda jadi lesu dan mengantuk sepanjang hari, fungsi otak juga ikut merosot tajam sehingga dapat memicu munculnya bermacam permasalahan kesehatan mental. Waduh!

 

Berjenis-jenis permasalahan kejiwaan yang mungkin terjadi imbas kurang tidur

  1. Otak jadi lemot

Para peneliti telah menemukan bahwa imbas kurang tidur dapat menyebabkan kewaspadaan dan konsentrasi otak menurun. Tak heran bila setelah berjam-jam (atau malahan berhari-hari) tak tidur lelap, Anda jadi menyenangi linglung sendiri, mudah lupa, dan sulit berdaya upaya bening. Dalam dunia medis, situasi gangguan berdaya upaya imbas otak yang kelelahan ini tak jarang disebut sebagai brain fog. Melainkan Anda mungkin lebih familiar dengan istilah lemot. Otak yang lemot membikin Anda kesulitan mengambil keputusan penting.

READ  Langkah Foreplay yang Akan Disukai Wanita

 

Meski terkesan sepele, brain fog ini tak boleh disepelekan. Brain fog dapat jadi merupakan gejala awal dari penyakit demensia.

 

  1. Gampang lupa

Saat Anda mengantuk, Anda cenderung mudah lupa. Selain karena konsentrasi dan konsentrasi otak yang memburuk, imbas kurang tidur, daya ingat juga pelan memburuk.

 

Pasalnya selama Anda tidur, syaraf-syaraf dalam otak yang menaruh daya ingat semakin diperkuat. Seorang pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Maryland di Amerika Serikat (AS), dr. Avelino Verceles, mengatakan, “Saat tidur, otak merekam bermacam hal yang telah kita pelajari dan alami seharian ke dalam daya ingat rentang pendek.” (Itu sebabnya Anda juga tak boleh pergi tidur dalam keadaaan naik darah)

READ  Nyeri Saat Berhubungan Seks

 

  1. Susah mendapatkan berita baru

Kurang tidur dapat memengaruhi kesanggupan Anda untuk memahami berita baru melewati dua cara. Pertama, Anda akan menjadi tak konsentrasi sehingga sulit untuk mendapatkan berita baru. Dengan demikian itu, Anda tak dapat belajar dengan efisien.

 

Kedua, seperti yang telah disebutkan di atas, kurang tidur berpengaruh pada kesanggupan mengingat. Kekuatan ingat yang lemah akan mempersulit Anda untuk menaruh berita baru yang Anda pelajari ke dalam daya ingat.

 

  1. Memicu penyakit mental

Kurang tidur memang bukan penyebab lantas dari gangguan kejiwaan. Meski demikian itu, bermacam penelitian menemukan adanya potensi besar kemunculan sebagian penyakit mental, seperti depresi, ADHD, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar sebagai imbas kurang tidur.

 

Sebuah penelitian di Michigan, AS, mengamati seribu orang berusia 21 hingga 30 tahun. Akhirnya, mereka yang mengidap insomnia pada wawancara pertama memiliki risiko empat kali lebih besar menderita depresi saat diwawancara lagi tiga tahun setelahnya. Studi lain menemukan bahwa permasalahan gangguan tidur terjadi sebelum munculnya depresi. Selain itu, penderita depresi yang mengalami insomnia akan lebih sulit disembuhkan diperbandingkan dengan mereka yang tak mengalami insomnia.

READ  Alasan Banyak Kasus Bunuh Diri yang Tidak Terduga

 

Pada sebuah penelitian, para pakar menemukan bahwa insomnia dan gangguan tidur lainnya mungkin memperparah episode mania (manic) atau depresi (depressive) pada pasien dengan gangguan bipolar. Kurang tidur itu sendiri dipercaya dapat memicu episode mania, merupakan fase ledakan emosi atau perilaku yang tak terkendali.

 

Imbas kurang tidur juga dapat memicu gangguan kecemasan. Satu studi melaporkan bahwa sekitar 27 persen pasien dengan gangguan kecemasan dimulai dengan insomnia yang membikin seseorang sulit tidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>