Beberapa dari Anda mungkin pernah atau sedang menurunkan berat badan ketika menyusui. Karena tak sabar untuk mengembalikan berat badan seperti sebelum hamil, Anda kemudian memulai program menurunkan berat badan ketika Anda sedang menyusui. Padahal, keperluan nutrisi Anda ketika menyusui sama tingginya dengan ketika Anda hamil, bahkan lebih. Hati-hati, diet penurunan berat badan yang betul-betul ketat ketika menyusui mungkin bisa berdampak buruk bagi Anda dan bayi Anda. Sebetulnya, boleh atau tak sih diet penurunan berat badan ketika menyusui? Apakah ada diet sehat untuk ibu menyusui agar tak berdampak pada nutrisi bayi?

 

Ketika Anda menyusui, sebenarnya Anda masih memerlukan banyak sekali nutrisi untuk memproduksi ASI. Seandainya nutrisi ini kurang terpenuhi, karenanya yang rugi ialah Anda sendiri karena nantinya tubuh Anda akan mengambil zat nutrisi dalam tubuh untuk memproduksi ASI. Makanan yang Anda makan sebenarnya tak terlalu memengaruhi produksi ASI, tetapi cukup penting bagi Anda untuk memenuhi keperluan nutrisi Anda ketika menyusui.

 

Diet ketika hamil sebenarnya legal-legal saja jikalau dijalankan dengan baik. Tapi, jangan hingga bahkan berdampak buruk bagi Anda dan bayi Anda. Misalnya saja, tubuh Anda menjadi lemas karena Anda kurang makan, sehingga Anda kesulitan untuk merawat bayi Anda. Padahal Anda menjalankan diet ketika menyusui, sebaiknya konsisten amati pemenuhan nutrisi untuk tubuh Anda dan untuk produksi ASI. Sehingga, juga tak akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda yang masih tergantung pada ASI.

READ  Bagaimana induksi persalinan dilakukan

 

Sebetulnya ketika Anda menyusui, tubuh Anda sudah membakar kalori sebanyak 200-500 kalori. Ya, menyusui juga menolong Anda untuk menurunkan berat badan, khususnya lagi jikalau Anda menyusui bayi Anda secara eksklusif 6 bulan atau lebih. Seandainya Anda ingin diet ketika menyusui, sebaiknya ikuti tanda diet ini untuk memutuskan  diet Anda aman dijalankan untuk Anda dan bayi Anda.

 

  1. Jangan terlalu mengendalikan konsumsi makanan Anda

Diet penurunan berat badan yang terlalu ketat tak baik dijalankan. Anda wajib konsisten memenuhi keperluan nutrisi Anda. Ketika hamil, Anda wajib mengonsumsi setidaknya 1500-1800 kalori per hari. Beberapa ibu mungkin memerlukan lebih banyak kalori. Jangan kurang dari angka hal yang demikian, karena pemenuhan kalori di bawah angka hal yang demikian mungkin bisa mengganggu produksi ASI Anda. Setidaknya Anda hanya mengalami penurunan berat badan sebanyak 0,5-1 kg per pekan dan tak lebih dari ini. Penurunan berat badan lebih dari ini juga bisa memengaruhi produksi ASI Anda.

READ  Apakah Bersepeda Aman untuk Ibu Hamil

 

  1. Turunkan asupan makanan Anda secara bertahap

Penurunan porsi makanan  yang dijalankan secara drastis dan tiba-tiba bisa membikin produksi ASI juga menurun. Penurunan asupan kalori secara tiba-tiba dalam jumlah banyak juga bisa membikin tubuh Anda menganggap hal ini sebagai kelaparan. Akibatnya, tubuh merespons hal hal yang demikian dengan menurunkan jumlah produksi ASI Anda.

 

  1. Jangan terburu-buru menjalankan diet setelah melahirkan

Sebaiknya jangan menjalankan diet penurunan berat badan di permulaan-permulaan masa setelah kelahiran. Sesudah melahirkan, Anda memerlukan banyak nutrisi untuk mempercepat pemulihan tubuh Anda setelah melahirkan. Diet penurunan badan pada masa ini bisa menyebabkan masa pemulihan Anda lebih lama dan membikin Anda merasa lebih lelah. Jadi, jikalau Anda ingin menjalankan diet ketika menyusui, sebaiknya lakukan hal ini setidaknya 2 bulan setelah kelahiran bayi Anda.

 

  1. Susui bayi Anda sesering mungkin

Semakin kerap kali Anda menyusui bayi Anda, semakin banyak pula ASI yang Anda produksi. Padahal ini akan menyokong kelancaran pemberian ASI, sehingga Anda lebih cakap untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi Anda selama 6 bulan. ASI eksklusif bisa meningkatkan penurunan berat badan Anda. Anda lebih cakap mengembalikan bentuk badan Anda seperti sebelum hamil, ketika Anda menjalankan ASI eksklusif.

READ  Efek Pada Bayi Jika Ibu Melahirkan Dengan Bius Epidural

 

  1. Konsumsi makanan sehat

Padahal Anda sedang diet, ini bukan menjadi halangan bagi Anda untuk konsisten mengonsumsi makanan sehat. Misalnya saja, mungkin Anda perlu merubah metode Anda memasak makanan hal yang demikian. Misalnya, ganti tradisi mengonsumsi makanan yang digoreng dengan yang direbus. Ini bisa memotong sejumlah kalori yang didapat dari minyak. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran (setidaknya 5 porsi dalam sehari), perbanyak makanan berserat (umpamanya, ganti nasi putih Anda dengan nasi merah), pilih protein yang sedikit mengandung lemak (seperti daging tanpa lemak, ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan, susu rendah lemak), serta banyak minum air putih.  Anda mengonsumsi minuman manis yang mengandung kalori tambahan, sebaiknya Anda lebih memilih untuk minum air putih yang lebih sehat.

 

  1. Lakukan olahraga secara teratur

Jangan lupa untuk menjalankan olahraga rutin untuk menyokong penurunan berat badan Anda. Padahal ini lebih baik dibandingkan dengan hanya menjalankan diet ketat.