Absensi BPJS menjadi angin segar bagi seluruh masyarakat indonesia. Dengan adanya program ini, Anda bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan lebih mudah, murah (malah free), dan terprogram . Tidak hanya berguna untuk orang yang sakit, bagi Anda yang sedang hamil malah juga bisa merasakan manfaat BPJS, lho. Yuk, cari tahu seluruh keuntungan BPJS untuk ibu hamil melalui review berikut ini.

 

Apa saja manfaat BPJS untuk ibu hamil?

 

Ibu hamil yang terdaftar sebagai BPJS akan dijamin kesehatannya mulai dari permulaan kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. Tidak stop hingga situ, BPJS juga memberikan pelayanan keluarga berencana (KB), di antaranya berupa konseling, pemberian obat, hingga pemasangan alat kontrasepsi.

 

Berjenis-jenis manfaat BPJS untuk ibu hamil merupakan:

 

  1. Layanan selama masa kehamilan, masa nifas, dan pasca melahirkan

Pemeriksaan selama masa kehamilan, masa nifas, hingga pasca melahirkan benar-benar penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Dengan adanya layanan BPJS untuk ibu hamil yang satu ini, risiko kematian bayi dan kematian ibu saat dan setelah melahirkan bisa dicegah sedini mungkin

 

BPJS Kesehatan menanggung biaya pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) sebanyak tiga kali, merupakan satu kali pada trimester 1, satu kali pada trimester 2, dan dua kali pada trimester 3. Selain itu, Anda juga berhak mendapatkan pemeriksaan setelah melahirkan (postnatal care / PNC) sebanyak tiga kali, dan pelayanan KB.

 

Supaya kesehatan janin Anda terjamin, sebaiknya seketika daftarkan bayi dalam kandungan Anda menjadi peserta BPJS Kesehatan. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya gangguan kesehatan atau penanganan khusus pada bayi semenjak dalam kandungan.

READ  Ibu Hamil Vegetarian Berisiko Melahirkan Bayi Prematur

 

  1. Layanan USG

USG merupakan salah satu prosedur medis yang penting untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan. Nah, Anda bisa mendapatkan layanan yang satu ini bila terdaftar sebagai member BPJS.

 

Walaupun demikian itu, tak seluruh USG akan dibiayai oleh BPJS. Layanan USG yang ditanggung BPJS hanyalah USG yang disarankan oleh bidan atau dokter. Hal ini tentu akan diberikan bila janin mempunyai permasalahan perkembangan atau kelainan tertentu selama kehamilan.

 

Jadi, bila Anda berkeinginan mengerjakan USG karena kemauan sendiri, maka hal ini tak akan dibiayai oleh BPJS alias harus dibayar sendiri.

 

  1. Layanan persalinan

Persalinan merupakan salah satu layanan paling penting yang diberikan oleh BPJS untuk ibu hamil. Persalinan ibu hamil bisa dilakukan di Puskesmas atau klinik yang sama dengan daerah Anda memeriksakan kehamilan. Melainkan bila tak memungkinkan, Anda bisa melahirkan di rumah sakit setelah mendapatkan rujukan dari bidan atau dokter.

 

Isu baiknya, BPJS tak hanya menanggung persalinan Anda saat ini saja. Akan melainkan, persalinan-persalinan Anda selanjutnya juga akan ditanggung oleh BPJS. Yang secara khusus, pastikan Anda senantiasa membayar iuran pas waktu dan mematuhi keharusan-keharusan sebagai peserta BPJS.

 

  1. Layanan operasi caesar

Isu baik lainnya, operasi caesar termasuk salah satu layanan yang ditanggung oleh BPJS. Walaupun demikian itu, tak seluruh operasi caesar akan dibiayai oleh BPJS, lho. Ya, hal ini tergantung pada alasan dilakukannya operasi caesar itu sendiri.

 

Operasi caesar akan dibiayai oleh BPJS bila Anda mendapatkan rujukan dari dokter. Hal ini umumnya dilakukan pada ibu hamil yang berisiko tinggi, umpamanya mengalami perdarahan, preeklampsia, plasenta previa, atau kondisi darurat lainnya. Seandainya demikian, operasi caesar boleh dilakukan untuk mencegah kemungkinan kecacatan atau kematian pada ibu dan janinnya.

READ  Bolehkah Minum Obat Diet

 

Prosedur layanan persalinan dengan BPJS Kesehatan

 

Semua biaya pelayanan terhadap ibu hamil akan dibiayai oleh BPJS Kesehatan, dengan catatan cocok prosedur dan indikasi medis. Itulah mengapa, Anda perlu memahami tata sistem menggunakan BPJS untuk ibu hamil supaya pelayanan kesehatannya bisa berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.

 

Langkah-langkah menggunakan BPJS untuk ibu hamil merupakan sebagai berikut:

 

  1. Mendatangi Puskesmas terdekat

Ketika berkeinginan memeriksaan kehamilan, langkah pertama yang harus Anda lakukan merupakan datang ke Puskesmas terdekat. Pemeriksaan kehamilan ini hanya bisa dilakukan oleh bidan atau dokter umum yang ada di FASKES 1 (Fasilitas Kesehatan Tingkat 1). Biasanya, FASKES 1 Anda telah tertera pada kartu BPJS milik Anda pribadi.

 

Melainkan, bila Anda membutuhkan pemeriksaan atau tindakan medis tertentu yang tak bisa ditangai oleh Puskesmas, maka Anda boleh seketika ke rumah sakit yang berprofesi sama dengan BPJS. Akan melainkan, pastikan Anda telah mengantongi surat rujukan dari bidan atau dokter secara khusus dahulu. Karena bila tak, Anda akan dianggap memeriksakan kehamilan dengan biaya sendiri alias tanpa menggunakan BPJS.

 

  1. Memasuki persalinan

Seandainya kondisi kehamilan Anda baik-baik saja dan tak ada kelainan, maka persalinan Anda akan ditangani oleh Puskesmas atau FASKES 1 yang menyediakan layanan bersalin. Biasanya, daerah persalinan Anda akan sama dengan daerah Anda memeriksakan kehamilan.

READ  Dampak penggunaan obat aborsi

 

Melainkan, bila ada kelainan tertentu pada kehamilan dan cenderung berisiko tinggi, maka Anda akan seketika direferensikan ke rumah sakit. Kelainan hal yang demikian bisa berupa posisi bayi sungsang, ari-ari atau plasenta yang menutupi jalan lahir (plasenta previa), atau berat badan bayi di atas 4,5 kilogram.

 

BPJS akan menanggung seluruh biaya persalinan di rumah sakit hal yang demikian, baik persalinan normal maupun operasi caesar.

 

  1. Masa nifas

Sesudah melahirkan, Anda masih bisa memanfaatkan layanan BPJS untuk ibu hamil. Layanan hal yang demikian bernama postnatal care (PNC), merupakan pemeriksaan kesehatan setelah melahirkan atau masa nifas.

 

Layanan PNC yang ditanggung BPJS dilakukan sebanyak tiga kali, merupakan:

 

  • PNC 1: dilakukan pada tujuh hari pertama setelah melahirkan
  • PNC 2: dilakukan pada hari ke-8 hingga hari ke-28 setelah melahirkan
  • PNC 3: dilakukan pada hari ke-29 hingga hari ke-42 setelah melahirkan

 

  1. Pelayanan KB

Manfaat BPJS untuk ibu hamil tak seketika stop demikian itu saja setelah Anda melahirkan, melainkan berlanjut hingga pemilihan alat kontrasepsi. Tujuannya untuk mengendalikan jarak lahiran si kecil supaya kondisi ibu dan bayi konsisten sehat dan maksimal sebelum menetapkan untuk punya si kecil lagi.

 

Sesudah kondisi Anda stabil pasca melahirkan, Anda bisa memanfaatkan pelayanan KB di FASKES KB. Di sana Anda akan diberikan konseling tentang program keluarga berencana dan berita tentang alat kontrasepsi. Jangan ragu untuk menanyakan jenis kontrasepsi apa yang cocok dengan keperluan dan kondisi kesehatan Anda.