Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang akrab disebut Jogja merupakan salah satu provinsi tenar di Pulau Jawa. Kota ini tidak pernah sepi pengunjung karena masih menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara. Sesuai motto pariwisata “Never Ending Asia”, Jogja selalu sukses mempesona wisatawan lokal maupun mancanegara dengan atraksi budaya, tamasya kota, maupun keramahan masyarakat setempat.

 

Keramaian alun-alun, suasana daerah makan angkringan, serta alunan musik yang dimainkan penggiat seni jalur seringkali membuat kita ogah pesat-pesat pulang. Tidak cuma merasakan pengalaman berkesan, kamu malah bisa membawa buah tangan khas untuk mengakhiri tamasya di kota istimewa ini. Berikut merupakan daftar oleh-oleh spesial asal Jogja yang seharusnya kamu beli:

 

Gudeg kalengan

Sekiranya ditanya perihal kuliner yang paling identik dengan Jogja, sudah pasti gudeg jawabannya. Olahan nangka muda berwarna cokelat tua yang dimasak dengan santan dan diberi tahu bersama saus pedas goreng krecek ini memang sangat gampang ditemukan. Bahkan, beberapa kios nasi gudeg yang merupakan warisan lintas generasi di kota ini sudah berusia hampir satu abad.

 

Tidak cuma dijual dalam format besek maupun kendil, kuliner yang satu ini juga tersedia dalam format kalengan. Masa kedaluwarsa gudeg ini bisa menempuh setahun tanpa mengurangi cita rasanya. Oleh karena itu, gudeg kalengan sesuai dibuat oleh-oleh, terlebih bagi kamu yang memiliki perjalanan cukup panjang.

 

Bakpia Pathok

Belum ke Jogja apabila tidak membawa oleh-oleh bakpia, begitulah kata banyak orang. Sebagai kue yang seharusnya dibawa dari Jogja, ketenaran Bakpia Pathuk menang tidak perlu diragukan lagi. Awalnya, kue yang diberi pengaruh budaya China ini cuma diproduksi dalam jumlah terbatas di sebuah desa bernama Pathuk pada awal abad 20an.

 

Terbukti, kue dari campuran kacang hijau dan gula yang dibungkus dengan tepung ini semakin dinikmati oleh banyak kalangan masa sekarang. Oleh karena itu, inovasi malah terus dilakukan dalam segi macam isi bakpia, mulai dari kacang hijau, keju, cokelat, durian, sampai green tea.

 

Geplak dan yangko

Kecuali bakpia, ada juga oleh-oleh manis lainnya yang terbuat dari olahan ketan bernama geplak dan yangko. Geplak merupakan kue berwarna-warni khas Kota Bantul yang dibuat dari adonan kelapa, tepung, dan gula dengan format bola kecil. Sementara itu, yangko memiliki format kotak dan tekstur lebih kenyal dibanding geplak. Yangko juga memiliki bermacam varian rasa,  merupakan original (campuran kacang yang dicacah), melon, semangka, dan stroberi.

READ  Wisata Malaysia – Pulau Redang

 

Salak pondoh

Oleh-oleh khas lainnya merupakan buah salak. Telah sejak lama, kawasan Sleman, tepatnya lereng Gunung Merapi dikenal sebagai pusat budidaya salak pondoh. Tidak cuma memborong buahnya saja, kamu juga bisa mengunjungi agrowisata salak pondoh yang tersebar di kawasan ini. Serunya lagi, kamu juga diperkenankan memetik buah salak untuk dibuat oleh-oleh atau dimakan lantas. Rasanya yang legit akan membuat siapa saja yang memakannya ketagihan.

 

Walang goreng

Pernahkah kamu mencoba camilan berbahan dasar serangga? Sekiranya belum dan penasaran mau mencicipi, kamu seharusnya membawa pulang walang (belalang) goreng yang tenar dari Gunungkidul.

 

Walang goreng bisa dibuat sebagai lauk lezat yang memiliki kandungan protein tinggi. Oleh-oleh ini tersedia dalam tiga pilihan rasa, merupakan pedas, gurih, dan bacem. Cuma dengan merogoh kocek sebesar Rp30.000, kamu bisa membawa pulang satu stoples camilan unik ini.

 

Kripik welut

 

Sebelum meninggalkan Jogja, tidak ada salahnya untuk mampir ke Pusat Masakan Belut Godean, Sleman yang berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat kota. Di sini, kamu bisa menemukan puluhan penjual keripik welut (belut) yang renyah dan lezat.

 

Harga yang dipatok mulai dari Rp70.000 per kilogram, tergantung ukuran dan campuran tepung yang dilumuri. Selagi menunggu proses pembungkusan, kamu bisa mencoba bermacam makanan berat olahan belut lainnya yang ditawarkan di pusat kuliner ini, seperti mangut welut, pepes welut, sego welut, juga saus pedas penyet welut.

 

Coklat Monggo

Bagi pencinta cokelat, saya punya satu rekomendasi yang seharusnya kamu coba dan dibuat oleh-oleh bernama Coklat Monggo. Awalnya, produk ini dibuat oleh sekelompok warga lokal dan ekspatriat asal Belgia karena minimnya cokelat batangan berkualitas di Indonesia. Kemudian, lahirlah produk Coklat Monggo pada tahun 2005.

READ  Tempat Nongkrong di Jogja Favorit Wisatawan Segala Usia

 

Coklat ini memiliki pilihan rasa, seperti stroberi, karamel, susu, durian, dan mangga. Dengan produksi utama yang dikonsentrasikan di pabrik daerah Kotagede, Coklat Monggo bisa menjadi pilihan oleh-oleh khas yang seharusnya dicoba.

 

Jogja Scrummy

Saat ini, bisnis oleh-oleh garapan penggiat seni ibu kota semakin berkembang, termasuk di Jogja. Jogja Scrummy, salah satu bisnis kuliner milik pemeran film pria Dude Harlino ini sudah memiliki beberapa gerai yang selalu ramai pembeli. Jogja Scrummy merupakan perpaduan antara brownies, krim, dan lapisan pastri berbentuk persegi panjang.

 

Ada bermacam pilihan rasa yang ditawarkan, mulai dari cokelat, keju, talas, srikaya, karamel, sampai mangga. Manis yang memiliki masa kedaluwarsa selama seminggu ini bisa kamu temukan dengan harga Rp45.000 per kotak.

 

Mamahke Jogja

Kecuali Jogja Scrummy, ada pula oleh-oleh serupa bernama Mamahke Jogja milik pasangan seleb Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo. Mamahke memiliki format, tekstur, dan komposisi yang tidak jauh berbeda dengan Jogja Scrummy. Adapun varian rasa yang ditawarkan, antara lain tiramisu, red velvet, green tea, cokelat, cokelat pisang, cokelat keju, dan kacang hijau. Harga satu kotak Mamahke Jogja sekitar Rp50.000. Cukup terjangkau, bukan?

 

Batik Jogja

Memborong batik tetap menjadi aktivitas yang tidak boleh dilewatkan. Ada banyak pilihan daerah yang bisa kamu jelajahi untuk berbelanja batik di Jogja dengan harga yang cukup bermacam. Ada Pasar Beringharjo, Malioboro, juga perkampungan batik Ngasem dan Giriloyo. Kecuali dalam format lembaran kain, di lokasi-lokasi hal yang demikian kamu juga bisa membeli batik yang sudah dibuat menjadi kemeja, daster, gaun, malah tas dengan motif unik.

 

Pernak-pernik kerajinan Malioboro

Sebagai salah satu ikon kota, Jalan Malioboro menjadi “surga” semua macam barang, hidangan, dan kerajinan unik. Pelbagai benda yang paling banyak ditemukan di sepanjang jalan ini merupakan mainan-mainan berbahan dasar kayu yang dibuat menjadi format kendaraan beroda empat, perahu, alat musik, gantungan kunci, dan masih banyak lagi.

READ  Oleh-oleh Khas Bali yang Paling Terkenal

 

Pernak-pernik hal yang demikian sangat sesuai dibuat sebagai oleh-oleh untuk kerabat terdekat. Supaya lebih leluasa mencari oleh-oleh di sini, sebaiknya kamu berjalan kaki saja. Sekiranya ogah berjalan kaki, pilihan kendaraan yang bisa kamu pilih merupakan becak dan dokar.

 

Gerabah Kasongan

Tidak melulu soal batik dan kuliner, Jogja juga bisa menjadi daerah yang menyenangkan bagi para pemburu barang antik. Pelbagai barang berupa guci, vas bunga, patung, serta kerajinan tanah liat lainnya bisa dengan gampang kamu temui di Jalan Raya Kasongan (Desa Tamasya Kasongan). Kecuali bisa memborong pernak-pernik untuk dibuat oleh-oleh, kamu juga bisa memandang proses pembuatan gerabah atau tembikar lantas oleh sang pengrajin.

 

Suvenir perak Kotagede

Sekiranya Kasongan dikenal dengan seni gerabah, karenanya Kotagede populer karena kerajinan seni peraknya. Karena mengukir, mengolah, dan menempa perak sudah dibatasi penduduk secara turun temurun sejak lama di kawasan ini. Dari aktivitas hal yang demikian, bermacam barang berupa anting, cincin, kalung, serta miniatur patung berbahan perak dibuat dengan sangat apik.

 

Harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung pada ukuran, motif, serta tingkat kerumitan pembuatan. Kecuali kualitas yang baik, bermacam kerajinan perak asal Kotagede malah sudah banyak diekspor ke mancanegara.

 

Barang antik Pasar Beringharjo

Kecuali menjadi daerah yang pas untuk berburu kuliner dan berbelanja batik, kamu juga bisa menemukan beberapa daerah yang khusus menjual barang-barang antik di Pasar Beringharjo. Bagi penggemar benda-benda antik, kamu bisa membeli porselen, patung-patung dewa, arca, juga perabot rumah tangga tempo dulu berupa lampu gantung dan setrika uap di sini. Sekiranya sudah yakin mau membeli barang hal yang demikian, jangan lupa menawar harga, ya.

 

Kaus Dagadu

pasti sudah tidak asing dengan kaus dan benda-benda unik dari Dagadu, bukan? Dengan macam gambar dan kata-kata yang kreatif, tidak berlebihan apabila Dagadu disebut sebagai cenderamata utama khas Jogja. Sebelum pulang ke kota asalmu, sempatkan untuk mampir dan membeli kaus, sandal, gantungan, juga stiker dibuat oleh-oleh.