Bank bjb dahulu dikenal dengan Bank Jabar Banten) adalah bank BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Banten yang berkantor pusat di Bandung. Bank ini didirikan pada tanggal 20 Mei 1961 dengan bentuk perseroan terbatas (PT), kemudian dalam perkembangannya berubah status menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Saat ini Bank BJB memiliki 63 Kantor Cabang, 311 Kantor Cabang Pembantu, 330 Kantor Kas, 1202 ATM BJB, 103 Payment Point, 4 Kantor Wilayah, dan 473 Waroeng BJB. PT Bank Pembangunan Tempat Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) sukses menyalurkan kredit sampai Rp71 triliun sepanjang kuartal I 2018, atau tumbuh sebesar 13,2% dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu (year on year/yoy).

 

Untuk menyempurnakan kedudukan hukum Bank Karya Pembangunan Daerah Jawa Barat, dikeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 11/PD-DPRD/72 tanggal 27 Juni 1972 tentang kedudukan hukum Bank Karya Pembangunan Daerah Jawa Barat sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang perbankan. Selanjutnya melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1/DP-040/PD/1978 tanggal 27 Juni 1978, nama PD Bank Karya Pembangunan Daerah Jawa Barat diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat.

READ  Cek Saldo Panin

 

Laju pertumbuhan kredit yang disalurkan bank bjb sebesar 13,2% tersebut merupakan prestasi istimewa karena sukses tumbuh di atas pertumbuhan kredit industri perbankan Februari 2018 yang sebesar 8,32%. Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan mengatakan pertumbuhan kredit bank bjb sepanjang kuartal I 2018 tersebut ditopang dari kredit konsumer yang menjadi pilar pertama bisnis bank bjb. “ Segmen ini sanggup tumbuh sebesar Rp2,7 triliun atau sebesar 6,2% (yoy), ” katanya ketika Analyst Meeting Q1 Tahun 2018 di Jakarta.

 

Menurutnya, salah satu pendorong pertumbuhan kredit konsumer bank bjb merupakan meningkatnya pertumbuhan kredit pensiunan yang naik menjadi Rp10,6 triliun. Segmen lain yang memberikan kontribusi tinggi bagi bank bjb merupakan kredit korporasi dan komersial yang sukses tumbuh Rp3,4 triliun atau 38% (yoy) sampai mencapai Rp12,6 triliun.

READ  Panduan Lengkap untuk Melakukan Klaim Asuransi Kesehatan

 

Dirut bank bjb membeberkan yotal kenaikan kredit korporasi dan komersial ini sebagian besar merupakan kredit-kredit yang bersumber dari proyek pemerintah yang bersumber dari APBD dan APBN serta kredit lain yang tingkat risikonya relatif rendah dan terukur. Selain itu, segmen kredit mikro juga memberikan kontribusi yang bagus dengan sukses tumbuh 32,5% (yoy). Kredit di segmen ini, bank bjb menggandeng sejumlah lembaga merupakan sebagian Bank Perkreditan Rakyat dna sebagian lembaga keuangan mikro (LKM) dengan model clustering sehingga kualitas kredit UMKM ini dapat terjaga dengan bagus.

 

Selain penyaluran kredit bank bjb, performa lain yang menonjolkan hasil signifikan merupakan poin aset bank bjb. Hingga kuartal I 2018, sempurna aset bank bjb, (tak termasuk anak perusahaan) tercatat mencapai Rp110,8 triliun atau tumbuh sebesar 13% (yoy). Selain itu, pada kuartal I 2018, bank bjb mencatat pertumbuhan Fee Based Income sebesar 54,3%. “Kontribusi positif ini sukses membawa laba sebelum CKPN di triwulan I 2018 naik 11,6% (year on year),” tuturnya.

READ  Seberapa Jauh Anda Melakukan Financial Check Up

 

Guna meningkatkan kualitas struktur pendanaan bank bjb, pada kuartal II tahun 2018 ini bank bjb akan melaksanakan pelaksanaan penerbitan Penawaran Awam Berkelanjutan (PUB) I Obligasi bank bjb Tahap II Tahun 2018. Dimana penerbitan surat berharga ini merupakan kelanjutan dari Penawaran Awam Berkelanjutan (PUB) I Obligasi bank bjb dan Obligasi Subordinasi bank bjb tahap I tahun 2017, dengan sempurna sasaran dana yang didapat sebesar Rp2 triliun. “Kami harapkan dengan adanya diversifikasi ini, dapat meningkatkan kualitas struktur pendanaaan yang kami miliki sehingga memberikan keleluasaan bagi bank bjb dalam melaksanakan ekspansi kredit di masa-masa yang akan datang,” katanya.