Hamil dapat membikin wanita ngidam makan macam-macam. Mungkin Anda sendiri atau kerabat dekat Anda yang ketika ini sedang hamil ngidam makan hidangan jamur. Entah jamur goreng yang biasa dijajakan di mall-mall besar atau sesimpel pepes jamur bikinan rumah. Yang jadi pertanyaan selanjutnya yaitu, apakah boleh makan jamur ketika hamil? Adakah manfaatnya? Cari tahu vjawabannya dalam artikel ini.

 

Bolehkah ibu hamil makan jamur?

Ibu hamil dituntut untuk dapat lebih jeli memilah-milih makanan; mana yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi selama kehamilan. Pasalnya, pemilihan sumber makanan yang bagus yaitu kunci dari kehamilan yang sehat.

 

Nah bagi Anda penyuka hidangan jamur yang sedang hamil, berbahagialah. Dilansir dari laman Mom Junction, Anda boleh saja makan jamur ketika hamil.

 

Nutrisi yang terkandung dalam jamur tidak cuma berguna untuk diri Anda sendiri, tetapi juga bagus bagi tumbuh kembang calon buah hati dalam kandungan.

 

Apa saja gizi yang diperoleh dari makan jamur ketika hamil?

Jamur yaitu salah satu makanan yang padat gizi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi Anda dan calon bayi. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh jika Anda makan jamur ketika hamil yaitu:

READ  Herpes Genital Pada Ibu Hamil Sebabkan Autisme Pada Anak

 

  1. Asupan vitamin B kompleks untuk perkembangan otak, saraf, otot, dan tulang bayi

Jamur kaya akan vitamin B kompleks, yang termasuk tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), serta asam pantotenat (B5). Segala vitamin B ini memiliki fungsi yang bagus bagi kesehatan ibu sekaligus mensupport perkembangan bayi selama kehamilan.

 

Bagi ibu, asupan vitamin B kompleks sudah lama diketahui dapat membantu mengobati atau mencegah problem kesehatan tertentu, termasuk depresi, kelelahan, penyakit jantung, mengurangi stres, hingga menstimulus cara kekebalan tubuh. Vitamin B kompleks juga membantu meningkatkan stamina tubuh dan melindungi Anda terhadap risiko kerusakan rentang panjang pengaruh polusi udara.

 

Sementara itu, niacin dan tiamin membantu perkembangan otak bayi; riboflavin menjaga kesehatan kulit, penglihatan, serta perkembangan saraf, otot, dan tulang bayi yang kuat; dan asam pantotenat yang mengontrol beragam kegiatan metabolisme tubuh.

 

  1. Vitamin D membantu pertumbuhan gigi dan tulang bayi yang kuat

Kecuali vitamin B, vitamin D yaitu gizi penting lainnya yang diperlukan ketika hamil. Vitamin D dapat membantu Anda untuk melawan infeksi. Vitamin ini juga dapat membantu mencegah diabetes dan sebagian macam kanker.

READ  Aman Jika Minum Obat Melatonin Saat Hamil

 

Kekurangan vitamin D ketika hamil dapat mengakibatkan kelelahan, sakit punggung, tulang melemah, hingga depresi. Kekurangan vitamin D ketika Anda sedang hamil dapat mencegah bayi mendapatkan cukup kalsium dan fosfat. Hal ini menyebabkan lemahnya perkembangan gigi dan tulang, dan dalam sedikit kasus juga dapat meningkatkan risiko rakitis (penyakit tulang lunak) pada bayi Anda.

 

Menjaga tulang yang kuat dan sehat sungguh-sungguh penting untuk pertumbuhan anak-anak, tetapi fondasinya wajib sudah mulai didirikan sejak dalam rahim.

 

  1. Zat besi untuk mencegah ibu hamil terkena anemia

Sangat penting untuk menjaga kadar zat besi Anda selama kehamilan. Bila Anda tidak mencukupi asupan zat besi harian, karenanya Anda akan mudah merasa lelah, berisiko tinggi natural anemia, dan mudah jatuh sakit.

 

Anemia sebab kekurangan zat besi di dua trimester pertama dihubungkan dengan risiko kelahiran prematur hingga dua kali lipat dan tiga kali lipat risiko berat badan lahir rendah. Untungnya, kekurangan zat besi mudah untuk dicegah dan diobati. Salah satu caranya yaitu dengan makan jamur ketika hamil.

READ  Aturan Menjalankan Puasa Aman Saat Hamil Trimester 3

 

  1. Protein dan serat untuk membangun massa otot bayi

Sama halnya dengan sumber nabati yang lain, jamur juga dilengkapi dengan protein dan serat dalam jumlah yang melimpah. Protein diperlukan guna perkembangan tubuh bayi dalam kandungan secara menyeluruh sebab berkontribusi terhadap pembentukan massa otot.

 

Di sisi lain, serat mampu melancarkan pencernaan sekaligus mencegah ambeien yang sering terjadi selama kehamilan.

 

  1. Antioksidan untuk jaga cara kekebalan tubuh ibu

Manfaat lainnya dari makan jamur ketika hamil yaitu efek antioksidannya, yaitu selenium dan ergothioneine. Kedua macam antioksidan ini mampu meningkatkan cara kekebalan tubuh serta melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan radikal bebas.

 

Tak cuma itu, kecuali beragam gizi penting di atas, jamur juga mengandung seng, kalium, dan selenium. Segala mineral ini tentunya berperan penting dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.