Pantai Parangtritis, Yogyakarta yaitu salah satu pantai di Indonesia yang menawarkan pesona bahari sekalian wisata sejarah dan kebiasaan. Beritanya, nama “Parangtritis” dihasilkan oleh Dipokusumo, pangeran dari Kerajaan Majapahit yang melarikan diri hingga ke pantai ini. Ketika bersemadi, dia memperhatikan tetesan air di sebuah batu karang. Karena itulah, kata “parang” yang berarti baru karang dan “tumaritis”atau “tritis” yang artinya tetesan air menjadi nama pantai ini.

 

Kecuali sejarah penamaan, pantai ini juga diketahui mempunyai mitos yang masih diandalkan hingga sekarang. Konon, Pantai Parangtriris yaitu gerbang masuk ke Kerajaan Nyi Roro Kidul atau Ratu Kidul. Karena itulah, penduduk setempat masih mengerjakan ritual Upacara Labuhan setiap tahunnya. Tujuan ritual ini tidak lain untuk minta keselamatan, kedamaian, serta kesejahteraan keraton dan masyarakat Yogyakarta.

 

Bukannya mengurangi minat pengunjung, ritual tersebut justru menjadi kekuatan tarik tersendiri bagi para pelancong. Jika kamu beratensi, kamu dapat menyaksikan ritual ini setiap tanggal 1 Sura/Muharam. Lazimnya para pelancong beratensi untuk memperhatikan puncak ritual “larung sesajen”, yaitu menghanyutkan sesajen ke dalam laut dengan diiringi doa.

 

Untuk hingga di Pantai Parangtritis, kamu perlu menempuh 1 jam berkendara dari sentra Kota Yogyakarta. Jika menggunakan kendaraan pribadi, kamu dapat via jalanan Yogyakarta – Kretek menuju Parangtritis. Ada pula jalanan alternatif Imogiri – Siluk yang dapat kamu lalui. Jika berharap menggunakan kendaraan lazim, kamu dapat memilih bis tujuan Pantai Parangtritis dari Terminal Giwangan di Yogyakarta.

 

Pantai Parangtritis sendiri tidak mempunyai jam operasional, sehingga dapat dikunjungi kapan malahan kamu berharap. Ketika mengunjunginya, baik pengunjung lokal ataupun asing perlu perlu membayar tiket masuk sebesar Rp5.000. Kecuali itu, kamu perlu bayar Rp5.000 untuk biaya parkir sepeda motor dan Rp20.000 untuk kendaraan beroda empat.

 

Untuk situasi ombak, Pantai Parangtritis mempunyai ciri ombak yang cukup pesat. Karena itu, kamu tidak boleh berenang selama di sini. Tidak perlu kuatir, masih ada banyak kesibukan lain yang dapat kamu lakukan selama di Pantai Parangtritis. Yuk, simak review 7 kesibukan yang dapat kamu coba!

READ  Menikmati Berjemur Ala Private Beach di Pantai Green Bowl

 

Berburu foto di pantai

Berburu foto tentu menjadi hal yang patut dilaksanakan saat bertamasya. Kecuali panorama matahari terbenam, masih ada banyak spot lain di Pantai Parangtritis yang dapat kamu jadikan objek foto. Seumpama Gumuk Pasir Parangkusumo yang yaitu satu-satunya jangka alam langka di Asia Tenggara. Kecuali menawarkan hamparan pasir yang luas, kamu malahan dapat memotret kesibukan sandboarding di sana.

 

Jika berharap menangkap pesona matahari terbenam dari sudut berbeda, Tebing Gembirawati dapat menjadi lokasi yang tepat. Di sini, kamu malahan dapat memperhatikan reruntuhan Candi Gembirawati yang tidak kalah cantik untuk dihasilkan objek foto. Ada pula Queen of The South Beach Resort di sisi timur pantai, di mana kamu akan memperhatikan panorama pantai dari ketinggian. Kamu perlu membayar Rp70.000 per orang untuk masuk ke kawasan ini.

 

Jika belum puas berburu foto, kamu dapat ke Bukit Parang Endo yang menjadi lokasi kesibukan paralayang. Untuk menempuh puncak bukit ini, kamu perlu mengerjakan perjalanan yang cukup menantang. Namun, itu semua akan terbayar dengan panorama yang ditawarkan. Mulai dari garis Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok dapat kamu saksikan di sini.

 

Berendam di pemandian air panas Parang Wedang

Larangan berenang di pantai tentu tidak akan jadi dilema sekiranya kamu mengunjungi pemandian air panas Parang Wedang. Kamu hanya perlu bertanya warga sekitar untuk menetapkan letaknya yang masih berada di sekitar Pantai Parangtritis. Pemandian ini buka pukul 06:00 – 18:00, pengunjung juga akan dikenakan biaya masuk Rp4.000 per orang.

READ  Tempat Makan Enak di Semarang yang Legendaris

 

Sebelum dibuka untuk lazim, pemandian ini hanya diperuntukkan bagi keluarga Keraton Yogyakarta. Pemandian yang mempunyai tiga sumber air ini juga diandalkan dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti penyakit kulit, rematik, hingga stroke.

 

Bermain layang-layang

Selama di Pantai Parangtritis, jangan heran sekiranya kamu memperhatikan banyak layang-layang di langit sepanjang pantai. Kencangnya angin laut dan lanskap pantai yang cukup luas membikin kawasan ini layak dihasilkan lokasi bermain layang-layang. Tidak hanya itu, pantai ini juga tak jarang menjadi salah satu tuan rumah festival layang-layang daerah hingga tingkat nasional. Salah satunya, festival bertajuk “Bantul Kite Festival 2017” yang sudah digelar pada Juli 2017.

 

Berkuda menyusuri pantai

Berkuda di pantai? Kegiatan tersebut tentu cukup unik untuk dilaksanakan. Pasalnya, kamu hanya dapat mengerjakan kesibukan ini di Pantai Parangtritis. Kecuali menyusuri garis pantai, kamu juga dapat berkuda menuju tebing karang. Untuk menyewanya, kamu perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp20.000. Kamu malahan tidak perlu kuatir akan bahaya, sebab ada pemandu yang akan menemani.

 

Menyewa ATV

Jika berharap mencoba kesibukan yang lebih modern, karenanya ATV dapat menjadi alternatif yang tepat. Kamu dapat menyusuri pantai lebih pesat dan puas dengan membayar sewa ATV sebesar Rp50.000 untuk 15 menit penerapan. Jika berkesempatan menikmatinya, gunakalah kacamata hitam selama berjelajah, dengan semacam itu mata akan terlindungi dari cahaya matahari dan debu pasir pantai.

 

Bermain paralayang

Ada pula kesibukan yang dapat memacu adrenalin seperti paralayang. Awalnya, kesibukan ini hanya dilaksanakan para profesional dari komunitas paralayang Jogja. Namun saat ini, kamu dapat ikut serta mencobanya! Dengan membayar harga tiket sekitar Rp200.000 – Rp300.000, kamu sudah dapat terbang dengan diantar penerbang yang andal.

 

Cobalah untuk datang di bulan Maret hingga Desember, sebab suasana pantai sedang benar-benar cantik dengan angin yang menyokong. Dengan kesibukan ini, kamu tentu berkesempatan untuk memperhatikan Pantai Parangtritis dari sudut yang paling sempurna.

READ  Tanjung Benoa Wisata Bali

 

Merasakan santapan di tepi pantai

Selagi menikmati debur ombak dan memperhatikan pesona matahari terbenam, kamu dapat membeli berbagai macam kuliner yang tersedia. Salah satunya, jagung bakar seharga Rp15.000 – Rp20.000 yang dijual di sepanjang pantai. Jangan lewatkan pula kenikmatan kelapa di pantai ini.

 

Jika berharap santapan yang lebih mengenyangkan, kamu dapat mampir ke cafe pesisir pantai. Ada pula menu khas Pantai Parangtritis yang dapat kamu coba, seperti undur-undur laut goreng seharga Rp10.000 atau krupuk jengking (binatang kecil yang hidup di pantai berpasir) yang dapat dijumpai di sepanjang pantai. Dengan harga Rp10.000, kamu sudah dapat mencicipi beberapa bungkus krupuk jengking.

 

Sebagian kesibukan itulah yang dapat membikin kunjunganmu ke Pantai Parangtritis semakin menyenangkan. Sebagai salah satu wisata populer di Yogyakarta, pantai ini juga sudah dilengkapi berbagai fasilitas berupa zona parkir, toiler, mesjid, cafe hingga kios oleh-oleh. Dengan semacam itu, pengunjung tidak akan repot mencari keperluan sendiri.

 

Jika waktu satu hari dirasa kurang, kamu dapat melanjutkan eksplorasi dengan beristirahat lebih dulu di penginapan sekitar. Salah satunya terdapat hotel mewah, Queen of The South Beach Resort yang berada tepat di pesisir pantai. Di samping itu, tersedia pula berbagai penginapan murah yang dapat dihasilkan alternatif.

 

Jika waktumu cukup leluasa, sebaiknya jangan berkunjung saat hari libur atau hari nasional. Pasalnya, Pantai Parangtritis akan benar-benar ramai pengunjung di peristiwa tersebut. Karenanya, kamu akan lebih menikmati suasana pantai sekiranya datang di waktu yang tepat. Kecuali itu, ada pula imbauan untuk tidak menggunakan pakaian berwarna hijau.  itu sebab mengingat mitos bahwa hijau yaitu warna favorit dari Ratu Kidul.