Dikenal sebagai Kota Serambi Makkah, Aceh mempunyai tipe pesona yang menjadi daya tarik banyak pelancong. Jika berencana tamasya ke Aceh, tidak ada salahnya untuk menyiapkan daftar perjalanan terpenting dulu. Selain daerah tamasya dan daerah kuliner, lokasi oleh-oleh juga tidak keok penting untuk kamu rencanakan. Dengan demikian itu, perjalanan di Aceh akan terasa kian komplit.

 

Untuk membantu kamu memilih cendera mata, Traveloka mempunyai daftar saran  oleh-oleh khas Aceh yang dapat kamu beli. Yuk, simak artikel selengkapnya!

 

Kopi Aceh

Perjalanan ke Aceh akan kurang komplit tanpa mencicipi nikmatnya secangkir kopi. Popularitas kopi Aceh memang dikenal oleh banyak pelancong lokal ataupun mancanegara. Tak jarang, mereka memborongnya sebagai oleh-oleh. Lokasi terbaik untuk membeli kopi Aceh adalah Kopi Ulee Kareng di Jalan Lamreung No 2, Banda Aceh. Sepanjang Jalan Lamreung memang dikenal sebagai pusat pusat oleh-oleh kopi Aceh, jadi kamu dapat lebih gampang menemukannya.

 

Kelebihan kopi Aceh sendiri ada pada wangi-wangian serta cita rasa nikmat yang berbeda dari kopi-kopi daerah lain di Indonesia. Selain Kopi Ulee Kareng, ada pula kopi robusta, kopi Aceh Gayo, serta kopi tarik khas Aceh yang tidak keok nikmat untuk kamu coba. Penasaran dengan cita rasa khasnya?

 

Ayam tangkap

Jika mengharapkan oleh-oleh berupa makanan khas, ayam tangkap khas Aceh dapat kamu jadikan opsi. Kuliner ini berupa sajian ayam kampung yang digoreng dengan rempah-rempah dan disiram oleh kuah kari. Sensasi ayam goreng renyah dan kuah gurih yang tersaji dijamin akan membikin kamu ketagihan.

 

Tak perlu cemas sulit membawanya, sebab ayam tangkap yang dibuat oleh-oleh akan dikemas rapi dalam plastik. Dengan demikian itu, cita rasa ayam akan juga tetap terjaga dan tidak gampang basi. Satu porsi ayam tangkap dapat kamu temukan dengan harga sekitar Rp60.000. Salah satu hidangan ayam tangkap yang populer adalah Rumah Makan Aceh Rayeuk di Jalan Teungku Imum Leung Bata No 33, Banda Aceh.

READ  Danau Singkarak Wisata Sumatera Barat

 

Kudapan timphan

Kudapan tradisional memang tidak keok menarik untuk dicoba dikala mengunjungi suatu daerah. Salah satu yang paling khas di Aceh adalah kue timphan. Biasanya, makanan ini diberi tahu dikala hari raya Idul Fitri. Melainkan, siapa sangka bila kue legendaris ini dapat kamu jadikan oleh-oleh?

 

Biasanya, kue timphan berbahan dasar ketan dan pisang raja. Kemudian, kue akan dikasih pelbagai varian isi seperti parutan kelapa atau sarikaya. Teksturnya yang lembut dengan wangi-wangian khas pisang menjadi keunikan sendiri bagi kue timphan. Untuk mendapatkannya, kamu dapat mengunjungi pelbagai warung oleh-oleh yang tersedia.

 

Kudapan keukarah

Keukarah adalah camilan yang awam diberi tahu bersama dengan kopi Aceh. Oleh-oleh khas Aceh ini mempunyai rasa manis dan tekstur renyah yang berasal dari tepung beras dan gula. Bentuk keukarah pun sungguh-sungguh unik, adalah serupa jaring yang melingkar dengan warna kecokelatan.

 

Walaupun berbahan dasar sama, kue yang juga dikenal dengan nama eumpueng miriek ini mempunyai wujud yang berbeda-beda di pelbagai daerah. Di wilayah pantai timur Aceh Utara, kue ini berbentuk seperti bulan sabit dengan panjang 10 – 15 cm, walaupun di Aceh Barat lazimnya berbentuk segitiga dengan ukuran yang dibuat pantas keperluan dan selera. Untuk mencicipinya, kamu cukup merogoh kocek Rp13.000  – Rp15.000 saja!

READ  Jangan Lupa Kunjungi 5 Pantai Ini

 

Bakpia Aceh

Tak cuma di Jogja, Aceh juga mempunyai bakpia yang tidak keok lezat untuk kamu coba. Selain dibuat oleh-oleh, kamu dapat memandang langsung cara kerja pembuatan bakpia di daerah produksinya.  Biasanya, bakpia dapat kamu temukan di wilayah Sabang.

 

Dengan mengeluarkan uang sekitar Rp25.000, kamu dapat mendapatkan satu kotak bakpia berisi 25 buah. Bagi yang tidak sempat pergi ke Sabang, kamu dapat menemukan makanan ini di warung-warung kelontong di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

 

Kudapan adee

Kudapan adee menjadi salah satu jajanan tradisional khas Aceh yang masih populer sampai dikala ini. Ada dua tipe kue adee yang ditawarkan, adalah yang terbuat dari tepung terigu dan singkong. Jika keder memilihnya, kamu dapat membeli Kudapan Adee Kak Nah dan Kudapan Adee Meureudu.

 

Kau beratensi membeli kue adee ini untuk dibuat oleh-oleh sepulang dari Aceh nanti? Kunjungi saja pusat oleh-oleh khas Aceh di Jalan Banda Aceh – Lhoknga, Desa Lampisang, Lhoknga. Selain itu, kamu dapat menemukan penjual kue adee di daerah Lambaro, Aceh Besar. Untuk mencoba kue adee, kamu perlu mengeluarkan uang Rp20.000 – Rp30.000, tergantung pada ukuran yang dipilih.

 

Dendeng Aceh

Berbeda dari kebanyakan dendeng yang terbuat dari daging sapi, dendeng Aceh justru memakai daging rusa sebagai bahan dasarnya. Ada sebagian opsi rasa dendeng yang dapat kamu coba, mulai dari manis, asin, sampai rasa kari yang pantas diberi tahu bersama dengan nasi putih hangat.

READ  Destinasi Liburan Seru di Bantul Jogja

 

Walaupun diolah tanpa bahan pengawet, oleh-oleh khas Aceh yang satu ini dapat bertahan sampai tiga bulan. Jadi, kamu tidak perlu cemas bila membawanya dalam perjalanan panjang. Untuk membelinya, kamu perlu menyiapkan uang sekitar Rp300.000 per kilogram.

 

Kudapan Bhoi

Kudapan bhoi adalah tipe bolu khas Aceh yang dicetak dalam pelbagai wujud. Melainkan, kebanyakan pengrajin kue bhoi mencetak bolu dalam wujud bunga dan ikan. Jika kebanyakan bolu lainnya, kue bhoi juga mempunyai tekstur yang lembut. Menariknya, kue manis ini sanggup bertahan sampai satu bulan, sehingga pantas untuk dibuat oleh-oleh dari Aceh.

 

Jika beratensi mencobanya, kamu dapat mengunjungi pasar-pasar tradisional di Aceh seperti Pasar Aceh, Pasar Seutui, sampai pelbagai gerai oleh-oleh yang ada. Selain itu, kue ini juga cukup gampang untuk dibuat sendiri. Jadi, kamu dapat mengolahnya sendiri dikala rindu akan cita rasanya. Penasaran dengan keunikan rasanya?

 

Kembang Loyang

Camilan ringan dengan tekstur renyah yang satu ini juga tidak keok mesti untuk kamu cicipi dikala berkunjung ke Bentuk Istimewa Aceh. Penamaan kembang loyang sendiri diambil dari wujud kue yang menyerupai bunga, adalah bulat dengan ruji-ruji disekelilingnya. Bentuk ini didapatkan dari cetakan kue yang digunakan dikala cara kerja penggorengan kue kembang loyang.

 

Biasanya, kue tradisional menjadi suguhan mesti dikala hari raya Idul Fitri, namun kamu dapat menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Aceh. Cita rasa unik yang dibuat kembang loyang sendiri berasal dari  bahan dasar tepung beras dan wijen.