Dalam kehidupan sehari-hari, kekerasan menjelma jadi banyak format. Yang paling gampang dikenali merupakan kekerasan lahiriah. Tapi, selain kekerasan lahiriah masih ada format kekerasan lain yang tak keok sadis dan wajib diwaspadai, merupakan kekerasan lisan. Bentuk tindak kekerasan ini tak jarang kali tak disadari, baik oleh pelaku maupun korban.

 

Apa itu kekerasan lisan?

Walaupun kekerasan lisan tak meninggalkan bekas luka yang kasat mata, format kekerasan ini sama menyakitkannya dengan kekerasan lahiriah. Sejumlah penelitian menggambarkan jika korban kekerasan lisan bisa mengalami stress berat psikologis yang serius. Selain itu, kekerasan ini juga benar-benar mungkin menghancurkan relasi pasangan. Lantas apa saja petunjuk-petunjuk kekerasan lisan? Amati baik-baik dua belas jenisnya berikut ini.

 

  1. Merahasiakan informasi tertentu

Membisu saja dan merahasiakan informasi tertentu dari pasangan juga termasuk kekerasan. Pasalnya, hal ini selalu dilaksanakan sengaja agar korban merasa tak berdaya.

 

Umpamanya, Anda sengaja tak bilang jika nanti Anda akan pulang malam sehingga pasangan konsisten menyiapkan makanan dan menunggu Anda pulang seperti biasa.

 

  1. Menyangkal

Bedakan antara menentang terus-menerus dan berpolemik. Adakalanya, polemik merupakan hal yang wajar dan sehat dalam sebuah relasi. Itu berarti Anda berdua memperkenalkan sudut pandang masing-masing tanpa maksud untuk menyakiti.

READ  Cara untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional

 

Walaupun pasangan yang selalu menentang kata-kata Anda bermaksud untuk membuat Anda kecil hati. Umpamanya Anda berdua makan di restoran. Anda memuji hidangannya yang lezat, namun pasangan lantas menentang dan bilang makanannya tak enak.

 

  1. Menyangkal

Menyangkal di sini maksudnya tak mengakui perasaan atau pendapat Anda. Sebagai model, Anda meminta pasangan untuk mendampingi Anda pergi ke sebuah acara sebab memang mau pergi bersama. Tapi, pasangan Anda malah mencela pasangan dengan menyebut Anda manja dan egois.

 

  1. Kekerasan dengan selubung candaan

Pasangan Anda mungkin menyakiti perasaan Anda dengan kata-katanya, kemudian saat melihat tanggapan Anda, dia akan beralasan bahwa dia cuma berkelakar tadi. Hal ini selalu dihasilkan perbaikan untuk berkata kasar atau melecehkan Anda.

 

  1. Mendominasi percakapan tanpa mau mengalah

Pasangan yang mendominasi percakapan cenderung menentukan topik bahasan apa yang penting dibahas dan yang tak. Umpamanya Anda mulai bicara soal hal-hal yang menarik buat Anda, dia akan mengabaikannya dan lantas mengobrol soal topik yang menurutnya lebih berkhasiat.

READ  Laki-laki Juga Wajib Dukung Gerakan Feminisme

 

  1. Menuduh dan menyalahkan

Berbeda dengan memberikan kritik yang membangun, menuduh dan menyalahkan lebih menyudutkan Anda. Walaupun, pasangan Anda menyalahkan Anda akan hal-hal yang sebenarnya di luar kendali Anda.

 

Umpamanya saat pasangan Anda terlambat ke kantor. Dia mungkin menyalahkan Anda sebab lambat menyetir. Walaupun, saat itu keadaan jalur memang lebih macet dari umumnya.

 

  1. Meremehkan dan merendahkan

Merendahkan pasangan terus-terusan merupakan suatu format kekerasan yang begitu terselubung. Pasalnya, pelaku tak perlu menghardik lantang atau meninggikan suaranya untuk melaksanakan hal ini. Umpamanya saat Anda mengeluh soal kegiatan di kantor. Pasangan mungkin merespon dengan kata-kata pedas seperti, “Kamu begadang lagi? Bobot kerjamu kan tak seberapa. Jika di kantorku, urusan seperti itu pasti selesai dalam waktu kurang dari sehari.”

 

  1. Mengumpat dan menghina

Budaya memaki dan menghina merupakan tipe kekerasan yang dampaknya cukup serius. Umpamanya menghina pasangan dengan kata-kata kasar seperti bodoh, murahan, mulut besar, atau edan.

READ  Impotensi di Usia Senja Bisa Dicegah Dengan 5 Langkah Ini

 

  1. Mengancam

Ancaman merupakan salah satu tipe kekerasan lisan yang bisa menimbulkan stress berat. Umpamanya mengancam akan meninggalkan pasangan jika dia tak menuruti keinginannya. Atau dalam kasus yang parah, mengancam akan memukul atau menyakiti pasangannya.

 

  1. Menyuruh

Menuntut, melarang, mengendalikan, dan memerintah pasangan mungkin jadi adat istiadat Anda. Walaupun, hal ini bisa membuat pasangan jadi tertekan. Umpamanya antara lain melarang pasangan untuk bekerja sampai larut malam atau memerintahkan pasangan untuk pulang sekarang juga saat sedang lembur di kantor.

 

  1. Membela diri padahal salah

Orang yang selalu membela diri selalu menolak disalahkan, padahal pada saat itu dia yang salah. Jika pasangan Anda selalu membela diri dan mencari alasan saat bicara dengan Anda, bisa jadi selama ini dia melaksanakan kekerasan terhadap Anda.

 

  1. Menghardik

Jenis kekerasan lisan yang paling gampang dikenali merupakan menghardik. Menghardik, menghardik, atau meneriaki seseorang memang bisa membuat mental korban stress berat. Ingat, tak ada seorang malah yang memang cocok dihardik atau diteriaki padahal salah.