Air mineral lazim dikonsumsi untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh saat berolahraga. Akan tapi untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh sesudah berolahraga, minuman isotonik bisa menjadi pilihan.

 

Saat beraktivitas atau berolahraga dengan intensitas yang cukup berat, cairan elektrolit tubuh bisa berkurang. Minuman isotonik bisa menolong tubuh menjaga keseimbangan elektrolit yang penting untuk kegiatan sehari-hari.

 

Sebelum Anda memulai olahraga ringan, seperti berjalan, berlari, maupun bersepeda, sebaiknya minum sekitar dua gelas saat dua jam sebelum memulai olahraga. Hal itu menentukan agar Anda tetap terhidrasi dengan bagus saat olahraga nanti.

READ  Cara Cepat Meredakan Batuk yang Mengganggu

 

Kemudian selama beraktivitas atau berolahraga, Anda bisa minum setiap 15-20 menit untuk menjaga otot terhidrasi dengan bagus. Bila Anda merencanakan berjalan-jalan atau berolahraga di gym, Anda bisa persiapkan botol air sekitar 600 ml untuk memenuhi kecukupan cairan hingga Anda sesudah berolahraga.

 

Dalam memilih mengonsumsi air mineral atau isotonik, semuanya sama-sama memiliki manfaatnya yang bagus sebagai substitusi cairan yang keluar. Cuma saja sebagian besar minuman olahraga mengandung gula dalam kadar tinggi dan juga mengandung bahan pengawet, jadi sebaiknya tak terlalu berlebihan dalam mengonsumsi minuman isotonik.

READ  Efek Hormon Kehamilan Pada Kehidupan Asmara Ibu Hamil dan Suami

 

Pun, sebetulnya panduan minuman isotonik cuma dibutuhkan seandainya Anda berolahraga dengan intensitas sedang dan berat dalam kurun waktu 1 jam.  Kecuali itu, observasi pula konsumsi minuman isotonik untuk buah hati-buah hati sebab pada dasarnya minuman-minuman ini tak cocok untuk metabolisme tubuh mereka. Bila perlu, konsultasikan keperluan mengonsumsi minuman isotonik pada dokter gizi untuk menyesuaikan dengan keadaan fisik Anda.