Pernahkah Anda merasa bahwa Anda tidur lebih banyak daripada biasanya? Sekiranya benar, itu mungkin disebabkan oleh depresi. Gangguan tidur dan depresi memang kelihatan seperti dua hal yang berbeda, melainkan kedua dapat memiliki unsur pemicu dan gejala yang sama. Bahkan, kedua kondisi ini mungkin dapat dipecahkan dengan strategi pengobatan yang sama.

 

Apa relasi antara depresi dan tidur terlalu banyak?

Gangguan tidur yaitu salah satu petunjuk utama dari depresi. Dikala mengalami depresi, Anda mungkin tidak dapat tidur, atau justru tidur terlalu banyak.

 

Bagi orang yang menderita kelebihan tidur atau hipersomnia, ini hakekatnya yaitu gangguan medis. Pada kebanyakan pasien depresi, kurang tidur atau insomnia yaitu hal yang sangat umum. Demikian pula sebaliknya, penderita insomnia berisiko 10 kali lebih besar untuk terkena depresi dibanding mereka yang tidur dengan lelap.

 

Depresi membuat Anda merasa sedih, kehilangan harapan, tidak bernilai, dan tidak berdaya. Tentu saja, semua orang dapat merasa sedih atau down dari waktu ke waktu, melainkan saat Anda merasa sedih untuk rentang waktu yang lama dan perasaan hal yang demikian menjadi intens, suasana hati yang depresi dan gejala jasmani yang ditimbulkan dapat mencegah Anda untuk menjalani hidup yang normal.

READ  Mungkin Anda Mengidap Gangguan Psikologis Ini

 

Gejala depresi lainnya termasuk:

 

  • merasa sangat sedih atau kosong
  • merasas kehilangan harapan, tidak bernilai, atau bersalah
  • merasa sangat lelah dan lamban, atau khawatir dan lekas geram
  • kehilangan kenikmatan dari banyak hal yang sebelumnya dirasa menyenangkan
  • kurang berenergi
  • susah untuk berfokus, berpikir, atau membuat keputusan
  • perubahan napsu makan yang dapat menyebabkan perubahan berat badan
  • berkurangnya atau bertambahnya keperluan untuk tidur

 

Sekiranya Anda mengalami gejala-gejala di atas selama lebih dari dua minggu, Anda sebaiknya menemui dokter untuk diagnosis yang tepat.

 

Mengapa terlalu banyak tidur justru tidak sehat?

Tentu saja, tidak semua orang yang tidur terlalu banyak artinya sedang mengalami depresi. Kemungkinan penyebab kelebihan tidur lainnya termasuk penggunaan zat-zat tertentu, seperti alkohol dan sebagian obat resep. Kecuali itu, ada juga orang yang hanya berkeinginan tidur lama. Tetapi, jika dibiasakan, terlalu banyak tidur dapat memicu risiko kesehatan berikut ini:

READ  Jangan Ragu Vaksinasi Dulu Sebelum Bepergian

 

  1. Diabetes

Orang yang terlalu banyak tidur atau kurang tidur lebih berisiko terkena diabetes.

 

  1. Obesitas

Kenaikan berat badan dapat diakibatkan oleh kelebihan tidur. Sebuah studi pada kaitan antara tidur dan obesitas menunjukkan bahwa orang yang tidur selama 9 atau 10 jam setiap malamnya 21% lebih berisiko untuk mengalami obesitas dalam rentang waktu enam tahun, dibanding orang yang tidur selama 7-8 jam dalam semalam.

 

  1. Sakit kepala

Anda mungkin berpikir bahwa tidur dapat menyembuhkan sakit kepala Anda. Tetapi ternyata pada sebagian orang, tidur lebih lama di akhir minggu atau wisata dapat menyebabkan sakit kepala. Terlalu banyak tidur dapat memengaruhi kimiawi di otak yang dapat menyebabkan sakit kepala di pagi hari.

 

  1. Sakit punggung

Jaman dahulu, orang dengan sakit punggung kerap dipinta untuk lebih banyak beristirahat. Tetapi, pengetahuan modern menandakan bahwa solusi kuno ini salah dan bahkan dapat membuat kondisi Anda memburuk. Olahraga teratur dibutuhkan untuk menjaga fleksibilitas. Sekiranya Anda menderita sakit punggung, konsultasikan pada dokter. Ia mungkin akan merekomendasikan Anda untuk tidur tidak lebih banyak daripada biasanya, jika memungkinkan.

READ  Benarkah Berhubungan Seks Membuat ASI Ibu Berkurang

 

  1. Depresi

Walaupun insomnia lebih umum dikaitkan dengan depresi daripada kelebihan tidur, sekitar 15% penderita depresi terlalu banyak tidur. Ini pada kesudahannya akan membuat depresi mereka bertambah buruk, sebab kultur tidur yang teratur penting untuk cara kerja pemulihan.

 

  1. Kematian

Sebagian studi telah menemukan bahwa orang yang tidur 9 jam atau lebih di malam hari memiliki tingkat kematian yang secara signifikan lebih tinggi dibanding orang yang tidur selama 7-8 jam semalam. Alasan spesifik untuk korelasi ini belum ditetapkan, melainkan para peneliti menemukan bahwa depresi dan status sosial-ekonomi yang rendah juga memiliki kaitan dengan tidur lebih lama. Mereka berspekulasi bahwa unsur-unsur ini dapat jadi berhubungan dengan peningkatan tingkat kematian yang diamati pada orang yang terlalu banyak tidur.