Ada dua macam orang di dunia ini: mereka yang segera refleks menelan sputum sesudah batuk dan yang memilih meludahkan sputumnya karena percaya jikalau menelan sputum bisa bikin makin sakit. Melainkan, sesungguhnya ludah lebih bagus dibuang atau ditelan saja? Apa benar menelan sputum bisa berbahaya kesehatan? Simak ulasannya di sini.

 

Hakekatnya, Anda tiap hari memproduksi sputum. Bukan cuma ketika sakit saja. Dahak itu sendiri adalah lendir yang diproduksi saluran pernapasan untuk melindungi dan menyokong kerja cara pernapasan.

 

Saat Anda sehat, sputum menonjol tipis, lebih encer, dan berwarna jernih sehingga Anda tak semacam itu memperhatikannya. Sebaliknya, sputum akan berubah mengental dan warnanya menggelap ketika Anda sedang sakit karena lendir tersebut menjebak benda asing yang masuk ke dalam  seperti debu, alergen, dan bakteri.

READ  Jenis-jenis Pelembab Wajah Alami

 

Saat Anda batuk, sel-sel yang melapisi saluran pernapasan akan terus menyokong sputum ke atas tenggorokan.

 

Menelan sputum tak akan membuat Anda jadi lebih sakit. Sedangkan sputum tersebut mungkin saja mengandung bakteri penyebab penyakit, melainkan ketika tertelan, sputum tersebut akan ikut serta dicerna sebagai makanan oleh lambung dan bakteri-bakteri tersebut akan mati imbas paparan asam lambung.

 

Lantas, apa lebih bagus meludahkannya saja? Membuang sputum memungkinkan Anda untuk tahu keadaan kesehatan Anda sejauh ini dengan mengamati warnanya. Semisal warna sputum yang kuning pekat atau kehijauan menunjukkan infeksi bakteri atau virus, sementara warna kemerahan artinya sputum berdarah yang mungkin membuktikan infeksi pernapasan seperti TBC atau bronkitis hingga kanker paru.

 

Kalau Anda terus batuk berdahak dengan warna pekat lebih dari 7 hari, sebaiknya segera periksa ke dokter. Terlebih bagi perokok berat atau peminum alkohol rutin. Darah dalam sputum bisa menjadi pertanda permasalahan yang lebih serius dan mungkin perlu segera diperiksa dokter.

READ  Kapan Harus Menarik Penis Keluar

 

Menurut para pakar kesehatan, bakteri dalam sputum yang “mendarat” di permukaan umumnya bisa bertahan hidup selama 1-6 jam; beberapa macam bakteri malahan bisa hidup di trek lebih dari 24 jam. Kebanyakan infeksi pernapasan seperti tuberkulosis, pneumonia, dan influenza (termasuk flu burung, MERS, SARS, dan flu babi) yang ditandai dengan batuk berdahak bisa menular via udara.

 

Kuman-bakteri ini bisa saja berpindah dari ludah di trek dan masuk ke hidung, tenggorokan, dan paru-paru orang sekitar via tiupan udara. Lantas artinya, orang-orang di sekitar tempat Anda meludahkan sputum bisa berisiko tertular penyakit yang sama seperti Anda dalam kurang lebih 24 jam.

READ  Upaya Penting Saat Menghadapi Masalah Rumah Tangga

 

Lantas, lebih bagus menelan sputum atau meludahkannya?

Melainkan tak ada tolak ukur yang terang untuk mengevaluasi perbuatan mana yang lebih bagus. Anda boleh saja menelan sputum jikalau tak bisa membuangnya.

 

Melainkan jikalau Anda mau meludahkan sputum, pastikan Anda tahu etika batuk yang ideal supaya tak menularkan penyakit. Berikut adalah tata krama batuk yang bagus dan benar.

 

  • ketika mau batuk dan membuang sputum, ambil tisu untuk menutupi mulut dan hidung Anda.
  • Ludahkan sputum di dalam tisu dan segera membuang tisu bekas ke dalam tempat sampah.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.