Saat didiagnosis mengidap hipertensi paru, karenanya ada serangkaian perubahan hidup yang perlu dilakukan termasuk salah satunya kesibukan sehari-hari pasien. Hal ini dikarenakan orang dengan penyakit ini memiliki kondisi tubuh yang tak lagi sama dan cenderung lebih gampang lelah. Segera, apakah orang dengan hipertensi paru masih boleh olahraga? Seperti pertimbangannya.

 

Saat Anda mengalami hipertensi paru, tekanan darah di saluran arteri pulmonalis terlalu tinggi pengaruh pembuluh darah yang menyempit dan menebal. Kesudahannya, jantung sebelah kanan berprofesi lebih keras untuk memompa darah menuju paru-paru. Sehingga hal ini membikin tekanan darah di pembuluh darah paru dan jantung sebelah kanan mengalami peningkatan melebihi kondisi normal.

 

“Orang dengan hipertensi paru memiliki tekanan darah paru di atas normal, yaitu lebih dari 25 mmHg, ” papar dr. Lucia Kris Dinarti Sp.PD., Sp.JP, ahli hipertensi paru dari Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta dalam dialog yang dipelopori oleh Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI) di Jakarta Selatan, Senin (24/9).

READ  Jangan Asal Potong Kuku, Begini Caranya Supaya Tidak Bikin Cantengan

 

Situasi yang satu ini kemudian memicu serangkaian gejala seperti seperti pusing, lemas, sesak nafas, dan gampang lelah. Sehingga bagi Anda yang memiliki penyakit ini umumnya akan disarankan untuk menghindari pelbagai kesibukan yang bisa memforsir kekuatan.

 

Menurut dr. Lucia Kris, orang dengan hipertensi paru masih boleh berolahraga; asal disesuaikan dengan kondisinya.

 

“Ada sebagian penelitian yang menyatakan bahwa olahraga justru bisa menolong membenarkan kondisi orang yang mengidap tekanan darah tinggi pada saluran arteri di parunya, ” ucap dr. Lucia Kris.

 

Namun, tentu saja tipe olahraganya disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Pasalnya, tiap pasien memiliki kondisi dan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Orang dengan penyakit ini seharusnya konsultasi ke dokter lebih-lebih dulu sebelum mempertimbangkan untuk berolahraga. Hal ini karena olahraga ringan saja bisa memperburuk gejala dan kondisi penderitanya.

READ  Orang Skizofrenia Selalu Membunuh

 

Dikutip dari web resmi Yayasan Hipertensi Paru Indonesia, ada sebagian tips yang perlu diaplikasikan oleh orang dengan hipertensi paru. Di antaranya yaitu:

 

  • Mengerjakan olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda santai, dan peregangan otot kaki serta tangan.
  • Tidak melaksanakan olahraga beban.
  • Tidak berjalan pada trek yang mendaki.
  • Menghindari kesibukan di luar ruangan dengan cuaca yang ekstrem seperti terlalu panas, dingin atau dataran tinggi karena bisa memperburuk gejala.
  • Mengukur kecakapan diri sendiri sebelum gejala timbul.

 

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, Sp.JP(K), Fascc, FAPSC, FACC., ahli hipertensi paru Rumah Sakit Harapan Kita, menambahkan bahwa ada aturan khusus untuk pasien dengan kondisi ini yang ingin konsisten berolahraga.

READ  Obat Kuat Atau Ubah Hidup Sehat, Mana yang Paling Efektif untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi

 

“Mengukur kecakapan olahraga pasien itu ada rumus khusus. Sekiranya akan dihitung berdasarkan kondisi jantung dan umur masing-masing pasien. Meski pasien ternyata olahraga sembarangan melebihi batas, karenanya ia bisa runtuh. Karena bila kurang bergerak karenanya bisa lesu terus. Untuk itu, perlu konsultasi ke dokter agar disesuaikan,” papar Prof. Bambang.

 

Oleh karena itu, jangan sembarangan dan mempertimbangkan sendiri mana tipe olahraga yang ingin Anda lakukan bila mengidap penyakit yang satu ini karena bisa membahayakan kondisi kesehatan Anda.  kondisi kesehatan yang memang tak memungkinkan untuk melaksanakan kesibukan berat seperti olahraga, karenanya pada orang-orang tertentu melaksanakan kesibukan sehari-hari saja sudah terhitung sebagai olahraga.