Abortus provokatus yang di Indonesia lebih diketahui dengan aborsi yaitu perbuatan mengakhiri masa kehamilan sebelum waktunya. Hingga ketika ini, aborsi masih menimbulkan pro dan kontra. Ada beberapa negara yang memberlakukan praktik aborsi dengan alasan apapun, sebaliknya ada pula yang melarang aborsi sama sekali.

 

Di Indonesia, aborsi hanya dilegalkan dengan persetujuan dokter menurut alasan atau pertimbangan medis tertentu yang bisa membahayakan kondisi kesehatan ibu atau ada dilema pada janin. Ketahui fakta aborsi dalam tulisan ini.

 

Aborsi di Indonesia

Sebelum mengetahui perihal fakta aborsi, ketahui dulu perihal aborsi di Indonesia. Di Indonesia, aturan aborsi diatur dalam UU Nomor 36 tahun 2009 perihal Kesehatan dan Tata Pemerintah Nomor 61 tahun 2014 perihal Kesehatan Reproduksi. Tindakan undang-undang tersebut disuarakan bahwa aborsi di Indonesia tak diperkenankan, dengan perkecualian karena darurat medis yang mengancam nyawa ibu atau pun janin, serta bagi korban perkosaan.

 

Sedangkan aborsi atas dasar gawat darurat medis pun hanya bisa dijalankan setelah mendapat persetujuan dari ibu hamil dan pasangannya (selain bagi korban perkosaan) dan penyedia layanan kesehatan bersertifikat, serta melalui konseling dan/atau konsultasi pra-perbuatan yang dijalankan oleh konselor yang kompeten dan berwajib.

 

Diinfokan telah terang diatur dalam undang-undang, pada kasus kasus lain dari aborsi banyak sekali yang dijalankan dengan sengaja – diluar dari kondisi medisi tertentu. Aborsi dari situs CNN menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2008, rata-rata nasional angka kematian ibu melahirkan (AKI) mencapai 228 per 100 ribu kelahiran hidup. Dari jumlah tersebut, kematian akibat aborsi tercatat mencapai 30 persen.

READ  Cara Membedakan Cairan Ketuban dan Air Kencing

 

Sementara itu, laporan 2013 dari Australian Consortium For In Country Indonesian Studies menunjukan hasil penelitian di 10 kota besar dan 6 kabupaten di Indonesia terjadi 43 persen aborsi per 100 kelahiran hidup. Aborsi tersebut dijalankan oleh perempuan di perkotaan sebesar 78 % dan perempuan di pedesaan sebesar 40 %.

 

Kebanyakan perempuan yang mengerjakan aborsi di tempat perkotaan besar di Indonesia karena alasan kehamilan yang tak diharapkan. Aborsi, dengan, alasan apapun, terkecuali alasan medis, aborsi yaitu suatu hal yang tak direkomendasikan.

 

Fakta aborsi yang penting untuk Anda ketahui

Berikut ini ada beberapa fakta mengenai aborsi yang Anda ketahui:

 

  1. Aborsi boleh atau bisa dijalankan jikalau bayi tak berkembang (Abortus Provokatus Medisinalis)

Fakta aborsi yang pertama yaitu aborsi bisa dijalankan karena faktor medis seperti terjadinya kehamilan di luar rahim (kehamilan ektopik). Tiap ini pun sepatutnya menurut rekomendasi dokter terutama dulu sebelum mengerjakan prosedur aborsi.

 

  1. Aborsi dianggap sebagai perbuatan pembunuhan (Abortus Provokatus Kriminalis)

Ketika kehidupan baru dimulai pada ketika pembuahan yang sukses dijalankan. Ini yaitu fakta biologi yang tak terbantahkan. Tiap ini pun berlaku bagi hewan ataupun manusia. Nah, lazimnya aborsi yang dijalankan secara ilegal di mana tak menurut kondisi medis, akan dijalankan di awal kehamilan, di mana pembuahan baru saja terjadi. Tindakan seperti itu, janin di perut Anda telah mulai berkembang. Tiap inilah yang membuat aborsi secara tak langsung dikatakan sebagai perbuatan pembunuhan.

READ  Alasan Bayi Menarik Puting Ibu Saat Menyusu

 

  1. Komplikasi bisa timbul pada wanita yang mengerjakan aborsi

Aborsi atau setelah mengerjakan aborsi akan terjadi komplikasi. Komplikasi terjadi karena aborsi kurang bersih, penanganannya tak benar atau tak pantas dengan prosedur. Nah, hal inilah yang justru akan membahayakan keselamatan ibu pun si janin. Aborsi jikalau jikalau perbuatan aborsi dijalankan tanpa prosedural yang benar, hal ini hanya akan meningkatkan risiko bayi lahir cacat dan pun kematian ibu.

 

  1. Sedangkan aborsi lebih membahayakan ketimbang melahirkan

Pada beberapa fakta menyebutka,n angka kematian akibat aborsi lebih tinggi ketimbang angka kematian pada wanita yang melahirkan. Pada dasarnya, sama seperti melahirkan, aborsi juga bisa menyebabkan komplikasi. Aborsi, hal ini bertumpu pada praktik aborsi yang dijalankan. Tiap paling membahayakan yaitu ketika mengerjakan aborsi di tempat praktik-praktik ilegal yang ditangani oleh orang yang tak mempunyai kemampuan medis mumpuni dan tak ditunjang dengan perlengkapan yang pantas dengan standar bedah.

READ  Hal Mengejutkan yang Mungkin Terjadi Saat Melahirkan

 

  1. Aborsi dijalankan ketika umur kandungan tak lebih dari 24 minggu

Aborsi tak bisa dijalankan seenaknya kapan pun diharapkan oleh wanita. Di beberapa negara dokter diperkenankan mengerjakan aborsi pada ketika umur kandungan masih benar-benar muda, pada trimester pertama dan ada yang membolehkannya sampai trimester kedua. Diinfokan seperti itu, mengerjakan aborsi pada umur kandungan mencapai trimester ketiga dilarang karena terkait dengan kehidupan janin dan ibu yang tengah mengandung.

 

  1. Aborsi menyebabkan efek traumatik dan depresi

Bagi beberapa orang, entah karena kondisi medisi tertentu ataupun dijalankan secara sengaja, aborsi bisa meninggalkan efek traumatik mendalam pun depresi. Tiap ini lazimnya disebabkan karena munculnya rasa bersalah dari dalam diri mereka karena telah membunuh nyawa janin dalam kandungannya.

 

  1. Aborsi tak berpengaruh pada kesuburan

orang berpikir aborsi bisa menyebabkan ketidaksuburan bagi wanita. Aborsi, pada nyatanya hal tersebut tak demikian. Pasalnya hanya satu hal yang bisa mempengaruhi kehamilan seorang wanita jikalau sebelumnya pernah mengerjakan aborsi, yaitu mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengalami keguguran. Diinfokan seperti itu, ini yaitu kasus yang benar-benar langka.  keseluruhan, aborsi tak akan akan mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk hamil, ataupun kesehatan ibu dan janin pada ketika kehamilan berikutnya.