Di zaman modern seperti kini ini, popularitas hidup sendiri sebatang kara alias membujang kian meningkat atas alasan bermacam. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah, apakah hidup menyendiri benar berimbas negatif pada kesehatan mental seseorang, seperti apa kata bapak dan ibu?. Efek negatif hidup sendiri dengan mental seseorang :

 

  1. Kesepian

Kesepian memang telah menjadi pengaruh nyata dari hidup sendiri. Sedangkan yang hidup sendirian cenderung merasa sering kali kesepian, dibandingi dengan orang yang tidak sendirian. Semisal hidup sendiri dapat menurunkan kemungkinan seseorang untuk murka pengaruh tidak adanya pertengkaran, hal itu juga dapat menjadi hambatan untuk terhubung dan berinteraksi dengan orang lain serta untuk membentuk relasi yang bermakna.

 

Hal ini dapat menjadi situasi sulit bagi sekelompok orang tertentu. Sudah, bagi mereka yang mempunyai keterbatasan jasmani mungkin mengalami kesulitan untuk mengerjakan perjalanan yang diperlukan untuk meninggalkan rumah.

READ  Panduan Aman dan Nyaman untuk Bercinta di Dalam Air

 

Salah satu alasan utama pengaruh negatif hidup sendiri kepada kesehatan mental adalah bahwa orang-orang yang tinggal sendiri cenderung menghabiskan banyak waktu sendiri. Menghabiskan waktu dengan orang lain mungkin akan meningkatkan interaksi negatif, tetapi juga penting dalam mencegah kesepian dengan mempromosikan rasa dukungan sosial Anda.

 

  1. Depresi

Semisal lama dikenal bahwa pengaruh hidup sendirian adalah rentan akan depresi dan situasi sulit kesehatan mental lainnya. Penelitian baru menampilkan pola yang sama juga dapat ditemukan pada orang dewasa dan orang yang lanjut usia. Pria dewasa yang hidup membujang cenderung lebih merasa tertekan daripada laki-laki yang tinggal seatap dengan pasangan atau anggota keluarga lainnya. Begitupun dengan janda. Wanita yang mungkin saja baru-baru ini tinggal sendiri untuk pertama kalinya (entah sebab cerai atau pasangan meninggal dunia) dapat berada pada risiko depresi yang lebih besar daripada mereka yang telah tinggal sendiri untuk rentang waktu yang lebih lama.

READ  Orang Dengan Hipertensi Paru Masih Boleh Olahraga

 

Dalam sebuah penelitian pada 3.500 pria dan wanita  yang berusia 30 hingga 65, para periset di Finlandia menemukan bahwa orang-orang yang tinggal sendiri lebih cenderung mendapatkan resep dan mengkonsumsi obat antidepresan. Hal itu berlaku dikala dibandingi dengan 16% dari mereka yang tinggal dengan pasangan, keluarga, atau pun sahabat sekamar.

 

  1. Pola makannya lebih tidak sehat

Penelitian lainnya juga menampilkan, bahwa dikala hidup sendirian Anda cenderung makan makanan yang kurang menyehatkan. Sudah Anda akan makan lebih sedikit sayuran setiap hari daripada orang yang telah berpasangan. Sedangkan yang hidup bersama dengan orang lain, akan memasak atau makan makanan sehat guna menjaga kesehatan. Kesehatan  mereka dijaga juga sebab mau hidup dan gembira lebih lama dengan orang-orang yang tinggal bersama mereka.

READ  Cara Ampuh Agar Ereksi Kuat dan Tahan Lama

 

Sesungguhnya tidak semua orang yang hidup sendiri akan rentan depresi

Sejauh mana pengaruh hidup sendiri dapat memengaruhi kesehatan mental, tampaknya bertumpu pada karakteristik individu. Sudah usia, macam kelamin, kesehatan, serta karakteristik kehidupan sosial masing. , tidak semua hal yang merujuk pada kesendirian hidup dikaitkan negatif. Kembali lagi pada, niat dan manfaat yang orang tersebut terima. Tetapi, alangkah lebih baiknya kalau Anda tinggal dengan orang lain untuk menghindari pengaruh relasi antara situasi mental dan pola hidup yang Anda jalani.