Walaupun lekat dengan julukan Kota Tahu, Kediri ternyata menawarkan banyak keunikan lainnya. Selain masakan dan tempat tamasya, kamu juga akan menemukan berbagai kerajinan tangan khas yang bisa diciptakan oleh-oleh menarik.

 

Beraneka kerajinan yang diciptakan dengan kreatifitas serta balutan kebiasaan membuat barang-barang tersebut memiliki poin yang unik. Penasaran apa saja? Ayo simak saran oleh-oleh kediri berupa kerajinan tangan dari Traveloka! Salah satunya telah diketahui sampai mancanegara lho!

 

Kerajinan tangan jenitri

Tahukah kamu kalau biji-bijian bisa dijikan karya seni? Salah satunya seperti yang dikerjakan kelompok pengrajin Kediri, mereka memanfaatkan biji pohon jenitri (genitri) untuk diciptakan sebuah kerajinan tangan. Mulai dari gelang, kalung, gantungan kunci, sampai tasbih sukses mereka buat dengan bahan dasar biji jenitri.

 

Salah satu sentra produksi kerajinan tangan jenitri bisa kamu dapatkan di Wilayah Wisata Besuki, Kecamatan Mojo. Di sini, kamu bisa membeli berbagai kerajinan tangan jenitri dengan harga yang berbagai. Tapi, biasanya kerajinan tangan jenitri dipasarkan dengan harga sekitar

 

READ  Eksotisme Afrika di Pulau Jawa

Rp5.000 – Rp25.000.

 

Kain tenun ikat Bandar

Kain tenun menjadi salah satu kerajinan populer di hampir segala tempat Indonesia, demikian itu pula Kediri. Di Kelurahan Bandar Kidul, Mojoroto, kamu akan menemukan kumpulan perajin tenun ikat. Tidak sekedar  membeli, para wisatawan juga bisa mencoba segera cara kerja menenun dengan perajin. Cukup menarik, bukan?

 

Selain menjadi oleh-oleh andalan Kediri, kain tenun ikat Bandar juga telah sukses dipamerkan sampai mancanegara seperti Jepang dan Amerika. Motif variatif serta bahan yang halus membuat kain tenun ikat banyak dibeli wisatawan. Lazimnya, tenun ikat katun dipasarkan sekitar Rp150.000, padahal tenun ikat sutera ditawarkan dengan harga sekitar Rp350.000.

 

Lazimnya, permintaan produksi tenun ikat akan meningkat menjelang Ramadan dan Lebaran. Bagaimana tak, tenun ikat menjadi buruan utama para pemudik di Kediri. Untuk itu, kamu perlu memesan jauh-jauh hari agar tak kehabisan. Selamat berburu kain tenun khas Kediri!

 

Batik Kediri

Oleh-oleh Kediri lain yang tak boleh kamu lewatkan yakni batik Kediri. Uniknya, berbagai motif batik Kediri diciptakan berdasarkan ciri khas Kediri. Seumpama, motif batik gumul yang membuktikan Simpang Lima Gumul, sebuah monumen di Kota Kediri. Ada pula motif garuda muka sekar jagad yang membuktikan tahu dan getuk, dua makanan khas Kediri.

READ  Serunya Bernostalgia di Semarang

 

Selain ciri khas Kediri, motif batik juga diambil berdasarkan sejarah Kediri. Salah satunya, batik bolleches yang diciptakan pada tahun 1980. Makna ‘bolleches’ diambil dari bahasa Belanda yang artinya kumpulan spot-spot. Konon, motif pada batik bolleches membuktikan peninggalan arkeologis serta perkembangan masyarakat Kediri saat itu.

 

Tidak hanya motif favorit tersebut, kamu malah bisa menerima tipe batik seperti batik tulis, batik sasirangan, batik jumputan, dan batik tenun ikat. Semua motif tersebut bisa kamu dapatkan di Setra Batik Kediri, Jalan KH Dewantoro 74, Sekoto, Badas Pare.

 

Suvenir tempurung kelapa

Di Kelurahan Burengan dan Desa Brumbung, kamu akan menemukan kerajinan tangan unik berbahan dasar tempurung kelapa. Alih-alih terbuang, penduduk lokal justru mendaur ulang tempurung kelapa untuk diciptakan barang yang lebih bermanfaat. Mulai dari mangkok, gayung, sendok, sampai berbagai aksesori bisa kamu beli sebagai oleh-oleh.

READ  Menikmati Sunset di Gazebo Pantai Drini

 

Selain mengunjungi segera tempat produksi, kamu bisa menerima kerajinan tempurung kelapa di berbagai lokasi. Salah satunya, kamu bisa mengunjungi Pasar Tugu Simpang Lima Gumul dan di berbagai warung suvenir Kota Kediri. Menariknya, kerajinan khas Kediri ini telah dipasarkan sampai lintas pulau lho! Apa kamu salah satu yang pernah membelinya?

 

Kerajinan bambu

Satu lagi oleh-oleh menarik yang bisa kamu pilih saat di Kediri: kerajinan bambu. Demi memanfaatkan tanaman bambu, beberapa pengrajin mengubahnya menjadi barang-barang hiasseperti kap lampu, lampu duduk, piring bambu, dan masih banyak lagi

 

Harga yang ditawarkan berbagai, tergantung pada produk yang berkeinginan kamu beli. Seumpama, kerajinan lampu dari bambu dipasarkan seharga Rp100.000 – Rp200.000. Walaupun hanya diproduksi di Desa Ringin Sari dan Desa Pekulon, penjualan kerajinan bambu telah tersebar di berbagai warung suvenir Kota Kediri sampai kota-kota lain di Jawa Timur.