Untuk menerima hak-hak sebagai peserta BPJS Kesehatan, Anda tentu juga wajib mematuhi kewajiban untuk membayar iuran setiap bulan.

 

Kecuali membayar iuran BPJS tepat waktu, kewajiban lainnya yang wajib Anda lakukan yaitu mematuhi prosedur atau tata sistem menggunakan BPJS Kesehatan, seperti diberitakan dari situs BPJS Kesehatan. Apabila hak dan kewajiban ini dijalankan dengan berimbang, karenanya progres pengobatan Anda dijamin akan berjalan lancar tanpa hambatan.

 

Hakekatnya, sistem menggunakan BPJS Kesehatan umumnya sama untuk setiap variasi pelayanan kesehatan. Cuma saja, hal ini tergantung dari kebutuhan pengobatan Anda, apakah hanya ingin berobat awam (rawat jalan), mengajukan rawat inap, persalinan, dan sebagainya. Secara awam, sistem menggunakan BPJS Kesehatan yaitu sebagai berikut:

 

  1. Mendatangi Puskesmas setempat

Saat Anda sakit dan ingin berobat menggunakan kartu BPJS, langkah pertama yang wajib Anda lakukan yaitu berobat ke FASKES 1 (Fasilitas Kesehatan Tingkat 1).

READ  BI dan Sri Mulyani Satu Suara Pertumbuhan Ekonomi RI Mentok 5,05%

 

FASKES 1 itu sendiri dapat berupa Puskesmas, klinik, dokter awam, atau rumah sakit variasi D. Umumnya, FASKES 1 Anda sudah tertera pada kartu BPJS milik Anda pribadi.

 

Tidak hanya untuk berobat awam, ibu hamil juga dapat memanfaatkan BPJS Kesehatan untuk bersalin. Pelaksanaan persalinan hal yang demikian dapat dijalankan di FASKES 1 maupun tingkat lanjutan, tergantung situasi kesehatan ibu hamil itu sendiri.

 

  1. Apabila wajib ke rumah sakit, meminta surat rujukan

Apabila situasi kesehatan Anda masih dapat ditangani dan diobati di FASKES 1, karenanya Anda tidak perlu lagi pergi ke rumah sakit. Namun, seandainya situasi Anda memerlukan penanganan lebih lanjut, Anda akan lantas direferensikan ke rumah sakit yang berprofesi sama dengan BPJS.

 

Sebelum pergi ke rumah sakit, pastikan Anda sudah mengantongi surat rujuk dari dokter. Sebab seandainya tidak, Anda akan dianggap menjalani pengobatan dengan biaya sendiri alias tanpa menggunakan BPJS. Kesudahannya, progres pengobatan jadi terhambat dan tidak sesuai dengan kemauan.

READ  Bisikan Boros yang Harus Dilawan

 

  1. Pasien gawat darurat tidak perlu surat rujuk

Apabila mengalami situasi darurat, Anda dapat lantas pergi ke rumah sakit tanpa memerlukan surat rujukan. Maksud darurat itu sendiri yaitu situasi genting yang dapat menyebabkan keparahan, kecacatan, atau malahan kematian.

 

Apabila rumah sakit terdekat tidak menanggung BPJS, Anda tidak perlu repot-repot mencari rumah sakit yang berprofesi sama dengan BPJS. Pasalnya, Anda konsisten memiliki hak menerima pelayanan kesehatan di rumah sakit mana malahan yang paling dekat dengan rumah Anda.

 

Seperti ini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa pasien secepat mungkin. Meskipun situasi kesehatan pasien sudah lebih stabil, karenanya pasien baru boleh dipindahkan ke rumah sakit yang berprofesi sama dengan BPJS.

READ  Pilah Transaksi Non Tunai yang Sesuai dengan Kebutuhan

 

Semisal demikian, ada sebagian kriteria gawat darurat tertentu yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Meminta penyakit jantung, sesak nafas, luka bakar, cedera berat, dan sebagainya.

 

  1. Semisal bantuan ambulans seandainya diperlukan

 

Pelayanan ambulans yaitu salah satu fasilitas kesehatan yang dapat Anda peroleh seandainya teregistrasi dengan BPJS. Pelayanan ini hanya diberikan khusus untuk pasien yang menerima rujukan untuk bermigrasi dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lainnya, tentunya dengan alasan medis.

 

Meminta, pasien kanker yang menjalani terapi paliatif di rumah sakit A wajib direferensikan ke rumah sakit lain untuk dirawat inap. Nah, pasien ini boleh menggunakan ambulans untuk membantunya hingga ke rumah sakit. Seperti ini bertujuan untuk menjaga situasi pasien konsisten stabil agar nyawa pasien dapat diselamatkan.