Dikala seseorang memberi saran Anda untuk menjalani terapi dengan psikolog, bagaimana tanggapan Anda? Tersinggung atau justru merasa orang hal yang demikian ada benarnya? Di Indonesia memang kesehatan mental belum dianggap serius. Hasilnya banyak orang enggan ke psikolog meskipun hakekatnya betul-betul membutuhkan konsultasi psikologi.

 

Buat apa pergi ke psikolog?

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa seharusnya pergi ke psikolog apabila bisa menyebutkan permasalahan yang dihadapi dengan orang terdekat? Memang tak ada salahnya curhat dengan orang terdekat. Namun, psikolog bisa menolong Anda lebih pesat dan tepat sasaran.

 

Psikolog telah terlatih dan berpengalaman untuk benar-benar memperdengarkan kliennya. Melalui serangkaian pendidikan dan pelatihan, mereka telah dibekali kecakapan menggali akar permasalahan berdasarkan cerita Anda. Mereka juga punya keahlian merupakan mengajarkan Anda bagaimana mekanisme terbaik untuk menghadapi permasalahan.

 

Di samping itu, psikolog merupakan sosok yang netral. Dia tak bersikap bias dan tak punya keinginan pribadi supaya Anda melaksanakan hal-hal yang tak paralel dengan nilai-nilai yang Anda anut. Berbeda dengan member keluarga atau pasangan. Mereka mungkin akan memberi saran yang kurang pas pada Anda. Ini karena orang terdekat lazimnya telah punya ilustrasi atau keinginan akan sosok pas Anda, meskipun belum tentu pas.

READ  Vitamin Ini Ternyata Bisa Bikin Sperma Pria Lebih Berkualitas

 

Apakah aku butuh konsultasi psikologi?

Ada pandangan keliru dalam masyarakat bahwa hanya “orang sinting” saja yang seharusnya ke psikolog. Meskipun, siapa saja boleh dan perlu melaksanakan konsultasi psikologi demi menjaga kesehatan mentalnya. Tidak perlu didiagnosis depresi atau punya gangguan jiwa dahulu baru pergi ke psikolog.

 

Anggap saja seperti periksa kesehatan ke dokter atau ikut serta imunisasi supaya kebal kepada penyakit. Ingat, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan badan Anda. Apabila Anda mengalami pedoman-pedoman di bawah ini, segera cari bantuan psikolog terpercaya.

 

  1. Problem Anda telah betul-betul mengganggu

Observasi seberapa intens tanggapan Anda kepada permasalahan yang muncul. Semisal tak bisa fokus waktu kuliah, kerja, atau mengasuh si kecil. Dapat juga Anda jadi acap kali menangis atau geram-geram.

 

Gejala lain yang perlu dipandang merupakan putus asa, kuatir berlebihan, sulit tidur, kehilangan nafsu makan atau justru mau makan terus, sakit kepala dan sakit perut tanpa penyebab yang jelas, serta menarik diri dari orang-orang di sekitar Anda. Apalagi apabila tanggapan ini telah berlangsung lebih dari dua pekan lamanya.

READ  Disunat Atau Tidak, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan

 

  1. Anda telah melaksanakan pelbagai cara untuk memecahkan permasalahan, tetapi tak berhasil

Anda mungkin telah mengusahakan banyak cara untuk memecahkan permasalahan. Semisal berwisata, beribadah, atau bicara dengan orang terdekat. Sayangnya cara-cara hal yang demikian belum berhasil membetuli situasi Anda.

 

Anda butuh mekanisme lain untuk menghadapi situasi ini. Caranya merupakan berkonsultasi dengan psikolog. Ingat, minta bantuan psikolog bukan berarti Anda lemah atau sinting. Justru artinya Anda mau dan cakap merawat diri sendiri.

 

  1. Keluarga atau teman mulai lelah dengan keluhan Anda

Awalnya mungkin orang terdekat Anda senantiasa ada dan menunjang. Namun, lama-lama mereka menjauh atau menghindari topik diskusi perihal permasalahan Anda. Berarti orang terdekat Anda telah kewalahan dan tak cakap lagi memecahkan pelbagai keluhan Anda. Ini wajar karena memang tak segala orang dibekali dengan ilmu kesehatan mental yang memadai.

READ  Beri tahu alasan ini padanya ketika ia menolak pakai kondom

 

  1. Anda mulai mencari pelarian yang tak sehat

Apakah Anda kecanduan rokok, alkohol, obat-obatan, pornografi, atau judi? Atau Anda tak bisa membendung dorongan belanja sinting-gilaan? Candu memang bisa jadi bentuk pelarian dari permasalahan Anda meskipun barang sejenak. Sebelum tambah parah, segera cari jasa konsultasi psikologi yang bereputasi baik.

 

  1. Anda pernah atau baru saja mengalami kejadian traumatis

Gangguan psikologis lazimnya muncul pengaruh kejadian traumatis yang baru saja dialami seperti kehilangan sosok tercinta, perceraian, kehilangan profesi, bencana alam, atau didiagnosis dengan penyakit tertentu. Dapat juga peristiwanya telah terjadi bertahun-tahun lalu tetapi traumanya muncul lagi. Semisal pada kasus kekerasan seksual, kekerasan pada si kecil, atau kekerasan dalam rumah tangga.

 

Syok psikologis tak mungkin hilang semacam itu saja seiring berjalannya waktu. Syok hanya akan terpendam dan sewaktu-waktu bisa meledak atau menghantui kehidupan Anda. Karenanya, Anda seharusnya cakap mengenali, mengolah, dan move on dari stress berat hal yang demikian. Karena itulah Anda butuh bantuan psikolog.