Selama kehamilan, kebutuhan gizi ibu hamil jadi meningkat. Ekstra vitamin dan mineral tersebut diperlukan untuk perkembangan bayi dalam kandungan. Mulai dari asupan buah dan sayur hingga susu mesti dipenuhi. Banyak variasi susu beredar di pasaran, salah satunya susu UHT. Tapi, banyak calon ibu yang bertanya-tanya, bolehkah ibu hamil minum susu UHT? Simak jawabannya di sini.

 

Penelitian mengenai ibu hamil minum susu UHT

Susu mengandung kalsium, protein, folat, dan vitamin D yang penting untuk ibu hamil dan bayi dalam kandungan. Gizi tersebut meningkatkan suplai darah, mensupport pertumbuhan jaringan, tulang dan otak bayi, serta mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah. Kecuali itu, susu juga menjaga keseimbangan cairan tubuh dan dapat mencegah mual atau mulas selama kehamilan.

 

Salah satu variasi susu, yaitu susu UHT, cukup populer dikonsumsi masyarakat. Susu UHT (ultra high temperature) yaitu susu yang dipanaskan hingga 150 derajat Celsius untuk membunuh patogen berbahaya seperti jamur, kuman, atau enzim yang merusak susu.

READ  Cara Melahirkan Bayi yang Meninggal Dalam Kandungan

 

Sesudah dipanaskan, susu ini dikemas dalam wadah untuk menghindari kontaminasi dan supaya dapat bertahan lebih lama. Inilah alasan kenapa banyak orang yang tertarik minum susu UHT.

 

Diinfokan dari The Guardian, sebuah studi yang dikerjakan oleh University of Reading di Inggris menampilkan bahwa ibu hamil yang beralih memakai susu organik atau susu UHT saja dapat mengganggu perkembangan otak bayi dalam kandungan. Kenapa demikian itu?

 

Periset menerangkan bahwa susu organik dan susu UHT mempunyai kadar yodium 30 persen lebih rendah daripada susu segar yang diproduksi secara konvensional. Yodium yaitu mineral penting yang tubuhkan untuk perkembangan otak bayi dalam kandungan. Kecuali itu, yodium juga diperlukan hormon tiroid untuk bekerja dengan bagus dalam membatasi metabolisme.

READ  Bagaimana cara mengatasi usus buntu saat hamil

 

Jadi boleh tak ibu hamil minum susu UHT?

“Susu organik dan susu UHT bukannya berbahaya, minum susu justru menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan. Tapi, untuk menerima jumlah yodium yang seimbang dengan satu liter susu segar awam, Anda perlu minum sekitar 1,5 liter susu organik atau susu UHT”, ungkap Profesor Ian Givens, ketua penelitian di University of Reading.

 

Meskipun penelitian menampilkan adanya risiko susu UHT bagi bayi dalam kandungan, tak berarti ibu hamil dilarang minum susu UHT sama sekali. Ibu hamil konsisten boleh menikmati susu UHT asal kebutuhan yodium dan gizi lainnya telah tercukupi. Jadi, jangan mengandalkan susu UHT saja untuk memenuhi kebutuhan yodium. Anda dapat memenuhi kebutuhan yodium dari beragam makanan seperti rumput laut, udang, ikan, telor, dan garam beryodium.

READ  Benarkah Bayi yang Lahir Caesar Lebih Mudah Sakit

 

Kecuali susu UHT, ibu hamil juga boleh minum susu pasteurisasi atau susu skim (rendah lemak). Variasi mesti dihindari yaitu susu yang tak dipasteurisasi (raw milk). Meskipun susu ini masih mengandung mikroba yang dikhawatirkan dapat menginfeksi bayi dan sang ibu.  jarang, raw milk dapat menyebabkan keracunan makanan (listeriosis) karena mengandung kuman Listeria monocytogenes.

 

Ingat, minum semua variasi susu juga ada batasnya, jangan minum terlalu banyak atau diminum setelah makan. Ini dapat menambah asupan kalori dan membikin berat badan naik. Berat badan yang berlebih saat hamil dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional. Lebih bagus konsultasi ke dokter atau pakar gizi untuk memilih variasi susu terbaik selama kehamilan, sekaligus membatasi asupan susu dan makanan lainnya.