BPJS Kesehatan ialah macam asuransi kesehatan milik pemerintah. Otomatis, akan ada banyak orang yang memakai fasilitas ini. Termasuk dalam mengurus klaim rawat inap di rumah sakit. Tahukah Anda bagaimana prosedur pengajuan BPJS untuk rawat inap? Apa yang wajib dipersiapkan khususnya dahulu? Coba simak ulasan berikut ini.

 

Prosedur dasar memakai BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan, ialah asuransi milik pemerintah ini mempunyai pelayanan yang berjenis-jenis, mulai dari menanggung pengobatan rawat jalan, rawat inap, untuk merujuk, hingga perbuatan operasi. Persyaratan utama untuk dapat memakai BPJS kesehatan ialah sudah teregistrasi sebagai peserta khususnya dahulu.

READ  Cara menggunakan BPJS Kesehatan untuk rawat inap

 

Sebelum Anda atau member keluarga Anda ada yang sakit hingga butuh rawat inap, sebaiknya memang Anda sudah meregistrasikan diri dahulu dalam metode BPJS Kesehatan.

 

Kemudian, premi atau kreditan per bulan BPJS Kesehatan Anda wajib dibayar secara rutin. Seandainya menunggak dikala Anda atau keluarga Anda sakit, maka pelaksanaan pengaplikasian BPJS Kesehatan ini tentu akan terhambat.

 

Anda akan dipinta untuk menyelesaikan tunggakan khususnya dahulu. Baik sebelum rawat jalan di fasilitas kesehatan (selanjutnya disebut faskes) tingkat 1 atau bahkan rawat inap, seluruh pembayaran wajib dituntaskan khususnya dahulu.

READ  Bisakah Dana Darurat Dicicil

 

Persyaratan rawat inap dengan BPJS Kesehatan

Bagi pasien yang tak gawat darurat, untuk rawat inap Anda wajib mendatangi faskes tingkat 1 khususnya dahulu. Faskes tingkat 1 misalnya puskesmas atau klinik khusus yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

 

Kemudian, dilansir dari Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan, bila faskes tingkat 1 mempunyai fasilitas rawat inap maka pasien dapat diopname di faskes hal yang demikian. Seandainya tak, dokter di faskes 1 akan merujuk Anda ke RSUD (faskes tingkat 2) untuk rawat inap. Untuk itu ada beberapa berkas yang perlu Anda siapkan:

READ  Jenis Usaha dengan Potensi Bagus yang Banyak dicari di Era MEA

 

  • Fotokopi kartu keluarga
  • Fotokopi KTP
  • Kartu BPJS kesehatan orisinil dan fotokopi
  • Surat referensi yang dihasilkan oleh dokter faskes tingkat 1
  • Surat Eligibilitas Peserta (SEP)
  • Kartu berobat