Orang dengan sakit maag tentu telah tahu bahwa mereka mesti menghindari makanan yang mempunyai rasa asam dan pedas. Entah itu jeruk, lemon, tomat, cabai, dan sebagainya. Pasalnya, semua makanan hal yang demikian bisa menambah penumpukan asam dan menyebabkan naiknya asam lambung. Kongkritnya, efek yang satu ini juga bisa timbul dikala Anda mengonsumsi gorengan ataupun makanan tinggi lemak lainnya, lho. Bagaimana bisa? Simak beritanya berikut ini.

 

Tempe, kentang goreng, atau bakwan goreng mungkin tak jarang Anda pilih sebagai penyelamat perut lapar sebelum jam makan siang tiba. Akan namun, jika Anda tak jarang bermasalah dengan gangguan asam lambung, tradisi makan gorengan dan makanan tinggi lemak ini sebaiknya dikurangi. Malah jika bisa, segera tinggalkan ragam makanan ini dari daftar makanan unggulan Anda. Mengapa seperti itu?

 

Makanan tinggi lemak ternyata bisa memperparah gejala maag Anda, lho. Pasalnya, tiap ragam makanan tinggi lemak yang Anda makan memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna. Nah, kandungan lemak ini mesti dipecah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil terutama dahulu supaya bisa diresapi oleh usus halus.

READ  Kiat Ampuh Mengatasi Sering Kencing di Malam Hari

 

Semakin lama berada di dalam perut Anda, semakin banyak pula asam lambung yang akan diwujudkan untuk membantu mencerna makanan hal yang demikian. Hasilnya, asam lambung ini akan terus naik sampai mencapai kerongkongan.

 

Pada dikala yang bersamaan, makanan tinggi lemak juga akan memicu produksi hormon kolesistokinin secara berlebihan. Hormon kolesistokinin ini berfungsi untuk mengendurkan sfingter esofagus bawah, ialah katup berotot yang memisahkan antara kerongkongan dan asam lambung. Ketika otot ini jadi rileks alias mengendur, maka tentu tidak ada lagi penghalang bagi asam lambung untuk naik dan mulai mengiritasi kerongkongan.

 

Itulah sebabnya kenapa Anda bisa mengalami rasa mulas, sakit perut, dan sensasi perih dan panas di dada (heartburn) setelah makan makanan tinggi lemak. Ya, semua ini ialah kumpulan gejala maag yang semakin parah.

READ  Apa yang dapat saya lakukan untuk mempercepat penyembuhan luka sayatan

 

Nah, kini Anda mungkin ingin menghindari makanan tinggi lemak dan berminyak demi mencegah asam lambung naik lagi. Tapi, tunggu dahulu. Ini bukan berarti Anda benar-benar mesti menghindari asupan lemak, lho. Sebab bagaimanapun, Anda konsisten memerlukan lemak sebagai cadangan daya dalam tubuh. Hanya saja, Anda perlu memerhatikan ragam lemak tertentu yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.

 

Langsung yang mungkin Anda telah tahu, lemak terdiri dari dua ragam ialah lemak bagus dan lemak jahat. Lemak bagus yang diperlukan tubuh ialah lemak tidak jenuh, meski lemak jahat dan mesti dihindari ialah lemak jenuh.

 

Daftar makanan tinggi lemak jenuh yang sebaiknya dihindari oleh penderita maag di antaranya:

 

  • Kentang goreng, kerupuk kentang, popcorn, dan makanan yang digoreng lainnya
  • Produk susu tinggi lemak, seperti butter, susu, keju, dan krim asam
  • Es krim
  • Daging sapi atau daging kambing
  • Pizza, burger, dan makanan cepat saji lainnya.
  • Makanan berlemak yang masih diperkenankan
  • asam lemak manfaat omega 9
READ  Alasan Pentingnya Menjaga Kesehatan Gusi

 

Meski, apa saja makanan tinggi lemak yang boleh dikonsumsi oleh penderita maag? Salah satu model makanan yang mengandung lemak bagus ialah minyak zaitun. Khusus teksturnya cukup berminyak, minyak zaitun justru mengandung asam oleat, ragam asam lemak tidak jenuh yang bagus untuk mengurangi tanggapan peradangan. Kecuali lagi, minyak zaitun juga mengandung asam lemak omega 3 dan 6 yang bagus bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

 

Tenang itu, Anda juga boleh mengonsumsi alpukat, kacang walnut, dan biji rami (flaxseed) yang juga kaya akan lemak tidak jenuh. Bila, semua makanan hal yang demikian aman dikonsumsi bagi Anda yang punya keadaan sulit lambung.

 

Dengan memilih makanan yang tepat, Anda akan lebih sanggup mengendalikan gejala maag dan mencegahnya kumat lagi.  gejala maag Anda tidak juga membaik meski telah menghindari makanan tinggi lemak, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.