Apakah Anda mempunyai sahabat atau anggota keluarga yang berada dalam hubungan yang dikekang oleh pasangannya? Atau pun sahabat atau kerabat Anda sampai terisolasi dari lingkungan sekitar? Kekerabatan tersebut bisa saja berlanjut pada tahap kekerasan dalam rumah tangga atau pun pelecehan. Anda sebagai sahabat ataupun kerabat yang mengenal harus menolong dan memberi nasihat sahabat Anda

 

Anda harus memahami posisi korban terutama dulu

Sulit untuk mengamati seseorang yang Anda kenal menderita di tangan pasangannya sendiri. Anda pun mungkin merasa mau menyelamatkan korban dan melaporkan pelaku ke pihak berwenang.

 

Tetapi, hal tersebut tidak gampang dilaksanakan semacam itu saja. Tanpa adanya bukti dan pengakuan dari korban yang bersangkutan, hanya akan membuktikan adanya fitnah atau sekadar informasi. Anda bisa memahami posisi korban terutama dulu, baru Anda tahu apa yang bisa dan akan dilaksanakan setelahnya.

 

READ  Bahayanya Kalau Anda Sering Kebablasan Tidur Masih Pakai Lensa Kontak

5 langkah yang bisa Anda lakukan saat menolong korban hubungan yang dikekang

  1. Jangan seketika menghakimi korban

Pertama, biarkan korban mengenal sekiranya Anda tahu dan kuatir akan keadaannya. Seiring waktu, sekiranya Anda bisa mendekatkan diri dan mengulik keadaan hubungan sahabat Anda, barulah Anda bisa mengatakan kekhawatiran dan pandangan kepada hubungan yang sahabat Anda jalani.

 

  1. Tanyakan apa yang bisa Anda tolong

Pada tahap ini, Anda masih belum bisa mengambil alih kepada keputusan yang akan diambil. Apalagi sekiranya korban sudah mempunyai anak dalam hubungannya. Lazimnya, mereka pun lebih mengkhawatirkan hasil akhir atau keadaan sekiranya mereka berpisah.

 

Sekiranya Anda menawarkan bantuan, wujudnya bisa berupa menawarkan penginapan atau sejumlah uang. Intinya, tanyakan apa yang bisa Anda lakukan guna membuat hidup mereka lebih gampang dan memberi mereka kekuatan untuk keluar dari hubungan yang dikekang.

 

  1. Hindari memberi tahu korban apa yang harus dilaksanakan
READ  Tips Meningkatkan Percaya Diri

Ingat, orang yang bisa mengatasi situasi sulit ini yaitu diri mereka sendiri, bukan Anda. Karena mereka ahli dan pemeran pada hubungan yang sedang dijalani. Hanya korban jugalah yang bisa menilai metode terbaik untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

 

Anda masih bisa menolong dengan mendengarkan penuh perhatian kepada cerita-cerita korban. Untuk membantunya, Anda harus mengenal semua kisah korban secara lengkap, dan biasanya hal tersebut memerlukan waktu yang tidak sejenak.

 

Kecuali mendengaran keluh kesah korban, Anda juga bisa menyelipkan kekuatan dengan memberikan korban buku atau bacaan yang bertema pemaksaan dalam suatu hubungan. Dengan semacam itu, diharapkan korban akan terinsipirasi dan menemukan jalan keluar melalui buku yang dibaca.

 

  1. Biarkan korban mengekspresikan perasaanya tanpa Anda kritik

Korban mungkin masih mencintai dan merindukan pasangan mereka, pun masih percaya sekiranya pasangannya masih mecintai mereka. Korban pun mungkin akan bertanya-tanya bagaimana mereka bisa bertahan tanpa pasangan mereka. Dengan semua kekhawatiran yang ada, Anda bisa meyakinkan korban bahwa semua perasaan ini normal dan akan sirna pelan.

READ  Normalkah Jika Keluar Darah dari Vagina Saat Melakukan Teknik ‘Main Jari’

 

Penting juga untuk menahan emosi Anda, jangan mengkritik apapun yang dicurahkan oleh korban. Pasalnya, nanti korban akan merasa malu dan engga bercerita lagi pada Anda. Ingat, korban bisa saja kembali ke pelaku. Sekiranya mereka melaksanakannya, Anda mau mereka merasa nyaman untuk tetap berhubungan dengan Anda.

 

  1. Dorong korban untuk mencari bantuan konseling

Sesudah Anda bisa “memegang korban”, sarankan mereka untuk mencari bantuan professional. Secara sekiranya kasus yang dialami menyangkut kekerasan fisik. Sarankan untuk membuat komitmen dengan konseling, advokat atau psikoterapis. Mereka mungkin juga bisa terbantu dengan berkonsultasi kepada profesional. Biarkan mereka memilih memakai naluri dan keyakinannya