Yogyakarta memang diketahui erat kaitannya dengan tamasya candi. Sebut saja Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko yang trennya sudah terdengar ke segala penjuru Indonesia. Di samping itu, Jogja ternyata mempunyai pesona pantai yang tidak keok cantik, terpenting jajaran pantai di wilayah Gunungkidul.

 

Salah satu yang mesti kau datangi adalah Pantai Sundak di Dusun Pule Gundes. Selain identik dengan panorama alam yang menyegarkan mata, Pantai Sundak juga identik dengan kisah unik asal-masukan namanya. Sebelum berangkat ke Pantai Sundak, kau dapat lebih dahulu “mengeksplor” pantai tersebut melalui tulisan di bawah ini!

 

Keistimewaan Pantai Sundak

Siapa sangka Jogja yang lebih diketahui dengan destinasi tamasya kebiasaannya, ternyata menyimpan banyak pantai cantik seperti Pantai Sundak? Jika berwisata ke Pantai Sundak, kau tidak cuma akan menerima panorama yang menakjubkan, namun juga pengetahuan sejarah baru perihal asal-masukan pemberian namanya.

 

Terdapat bukti evolusi pantai di masa silam

Ketika memperhatikan eksotisme panorama di Pantai Sundak, kau pasti tidak akan mengira seandainya kondisi pantai pernah mengalami evolusi. Untuk membuktikannya, kau dapat lantas memperhatikan bukti-bukti evolusi tersebut di sekitar pantai.

 

Di komponen barat pantai, dikala ini berdiri sebuah mesjid dan lahan kosong yang dimanfaatkan sebagai tempat parkir kendaraan pengunjung. Sementara itu, di komponen timur Pantai Sundak terdapat sebuah gua natural yang terbentuk dari batu karang. Tingginya sekitar 12 meter dan terdapat sebuah sumur natural di dalamnya yang menjadi sumber air tawar bagi penduduk setempat.

 

Konon, pada 1930 silam area gua dan mesjid masih terendam oleh air laut. Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan struktur pantai selatan yang menyebabkan permukaan laut menyempit dan menimbulkan daratan baru. Wilayah tersebutlah yang dikala ini menjadi lokasi mesjid dan gua sebagai penunjang ekonomi warga setempat.

 

Asal mula nama pantai dari fenomena unik

Sebelum diketahui dengan nama Pantai Sundak, pantai berpasir putih ini diketahui dengan nama Pantai Wedibedah. Pemberian nama tersebut disebabkan oleh sebuah fenomena alam unik yang sering kali terjadi di pantai ini.

 

Ketika musim hujan, debit air yang cukup besar akan timbul di daratan dan mengalir ke lautan. Hasilnya, daratan di sebelah timur pantai terlihat seakan-akan terbelah dan membentuk layaknya sungai. Dalam bahasa Jawa, kata “terbelah” ini disebut dengan istilah “mbedah”.

READ  Kawah Ijen Wisata Jawa Timur

 

Sementara itu, dikala musim kemarau datang, belahan tersebut akan kembali menghilang. Fenomena unik inilah yang menyebabkan pemberian nama Pantai Wedibedah (pasir yang terbelah).

 

Berubah nama pada tahun 1976

Pada tahun 1976, nama Pantai Wedibedah mulai berubah menjadi Pantai Sundak karena adanya suatu kejadian menarik di wilayah pantai. Konon, dikala itu ada seekor anjing yang sering kali berlari di tempat pantai. Ia masuk ke gua karang dan bertemu dengan seekor landak laut. Merasa lapar, anjing pun bermaksud memakan landak tersebut, namun landak tersebut berusaha menghindar.

 

Anjing dan landak tersebut pun terlibat dalam sebuah pertengkaran, yang dimenangkan oleh anjing. Ia pun keluar gua dengan separuh tubuh landak masih berada di mulutnya. Sang pemilik anjing yang bernama Arjasangku, mulanya tidak mengenal hal ini. Ia baru menyadari kejadian tersebut dikala memperhatikan tubuh landak yang berada di mulut anjing miliknya.

 

Ketika Arjasangku cek ke dalam gua, dia menemukan sisa potongan tubuh landak tersebut. Kisah ini pun beredar luas dari mulut ke mulut hingga kesudahannya Pantai Wedibedah berubah nama menjadi Pantai Sundak, singkatan dari asu (anjing) dan landak.

 

Membawa berkah bagi masyarakat

Terjadinya pertengkaran antara anjing dan landak tersebut ternyata membawa berkah tersendiri bagi masyarakat di sekitar Pantai Sundak. Setelah puluhan tahun mengalami krisis air, kesudahannya masyarakat setempat berhasil menemukan mata air.

 

Temuan ini bermula dikala pemilik anjing memperhatikan peliharannya keluar dari gua dengan kondisi basah kuyup. Ia berdaya upaya bahwa di gua tersebut terdapat air, sehingga anjingnya terkena basah dikala mengejar landak. Setelah mencari tahu lebih jauh perihal air di dalam gua bersama beberapa warga, ternyata dugaan tersebut ternyata benar.

 

Hasilnya, warga pun memanfaatkan air dalam gua untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Agar lebih gampang, mereka pun memasang pipa untuk menghubungkan mata air di dalam gua dengan perkampungan penduduk di tempat Pantai Sundak.

 

Kegiatan seru di Pantai Sundak

Pantai Sundak adalah salah satu pantai berpasir putih yang ada di Jogja. Kondisi ini menjadikan panorama kontras yang cantik dengan air laut berwarna biru bening dan deretan pohon hijau di pesisirnya. Ada beberapa kegiatan seru yang dapat kau lakukan untuk menikmati estetika Pantai Sundak tersebut secara maksimal, beberapa di antaranya adalah:

READ  Menikmati Teh Hijau di Malino Highlands yang Sejuk

 

Bersantai di gazebo

Ketika berwisata ke pantai, apakah kau termasuk ragam orang yang mau lantas menceburkan diri untuk berenang atau lebih menyenangi bersantai di tepi laut? Jika termasuk ragam yang kedua, karenanya Pantai Sundak adalah destinasi tamasya yang ideal untukmu.

 

Pantai Sundak mempunyai area cukup luas yang dapat kau manfaatkan untuk menggelar tikar dan berjemur di atas pasir. Namun bagi yang tidak membawa tikar atau alas lain untuk terbaring di atas pasir pantai, kau tidak perlu kuatir. Di Pantai Sundak tersedia deretan gazebo yang dapat kau gunakan untuk beristirahat.

 

Di samping itu, Pantai Sundak memang tidak diperuntukkan untuk kegiatan berenang karena banyaknya karang besar dan kasar. Ketika bermain air di pinggir laut pun kau mesti ekstra hati-hati agar tidak terkena karang-karang tersebut. Jadi, bersantai di gazebo dapat menjadi pilihan kegiatan yang ideal untuk menikmati estetika Pantai Sundak

 

Merasakan suasana malam yang menyenangkan

Jika ada waktu lebih untuk berwisata, cobalah untuk menghabiskannya di Pantai Sundak hingga malam hari. Pesona Pantai Sundak dikala malam hari tidak keok mengasyikkan dengan siang hari. Biasanya, orang-orang yang datang ke Pantai Sundak dikala malam hari akan menyalakan api unggun. Jika beratensi menjalankannya, kau dapat membeli kayu bakar tersebut di sekitar pantai.

 

Sambil menghangatkan diri dari dinginnya angin laut, kau dapat mengorder ikan mentah untuk dibakar bersama dengan sahabat-sahabat. Namun seandainya tidak mau memasak sendiri, toko-toko di sekitar dapat memperkenalkan makanan siap santap. Kau pasti akan betah menghabiskan waktu di Pantai Sundak!

 

Fasilitas dan akomodasi di Pantai Sundak

Selama di Pantai Sundak kau tidak perlu kuatir akan kesulitan memenuhi kebutuhan. Bagi yang membawa kendaraan, sudah tersedia lahan parkir yang cukup luas di wilayah pantai ini. Ada pula tempat ibadah yang disediakan di dekat lahan parkir. Sementara di pesisir pantai, kau akan menemukan banyak gazebo yang dapat diaplikasikan sebagai tempat beristirahat ataupun berteduh.

 

Masih di dalam wilayah Pantai Sundak, terdapat pula deretan toko yang siap menyambut kau dikala merasa lapar. Fasilitas kamar mandi dan kamar kecil lazim pun sudah tersedia di sini, jadi kau tidak perlu kuatir seandainya mau membilas diri setelah asyik bermain air di pantai.

READ  Hal yang menarik dari Danau Singkarak

 

Lokasi dan jalan masuk menuju Pantai Sundak

Lokasi Pantai Sundak berada di Masuk Pantai Selatan Jawa, Wonosari, Gunungkidul. Dari sentra Kota Jogja, kau perlu mencapai perjalanan sekitar 2 jam. Jika membawa kendaraan sendiri, kau dapat melalui Masuk Wonosari menuju wilayah Tepus Gunungkidul.

 

Selain itu, kau juga dapat melalui Masuk Imogiri dari sentra Kota Jogja. Jika lebih sepi dibanding Masuk Wonosari, panorama sepanjang perjalanan pun juga tidak keok cantik. Namun, ukuran jalannya lebih sempit sehingga kau mesti lebih waspada dan hati-hati seandainya memilih trek ini.

 

Apa pun trek yang kau pilih, pastikan untuk mengisi bahan bakar kendaraan terpenting dahulu. Pasalnya, sepanjang perjalanan menuju Pantai Sundak kau akan susah menemukan penyedia bahan bakar ataupun bengkel.

 

Bagi yang berencana berwisata ke Pantai Sundak menggunakan transportasi lazim, kau dapat memilih angkutan yang berangkat dari Terminal Giwangan Yogyakarta. Idealnya, perjalanan ini memakan waktu sekitar 1 jam hingga bus berhenti di Pasar Wonosari.

 

Di sana, kau masih mesti melanjutkan perjalanan menggunakan bus kecil menuju Pantai Krakal atau Pantai Baron. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 40 menit – 1 jam untuk hingga di Pantai Sundak.

 

Harga tiket dan jam operasional

Sebelum masuk ke Pantai Sundak, kau diharuskan untuk membayar tiket sebesar Rp10.000. Asyiknya, tiket ini sudah termasuk paket tamasya ke tujuh pantai lain yang ada di Gunungkidul, adalah Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Drini, Pantai Krakal, Pantai Pulang Syawal, dan Pantai Pok Tunggal.

 

yang membawa kendaraan sendiri dikala berwisata ke Pantai Sundak, kau perlu menyiapkan uang tambahan untuk membayar tarif parkir motor sebesar Rp2.000 atau Rp5.000 untuk parkir kendaraan beroda empat. Sementara itu, jam operasional di Pantai Sundak terbilang bebas karena kau dapat menghabiskan waktu di pantai ini hingga malam hari.

 

Jika mau menginap di Pantai Sundak, ada dua pilihan yang dapat kau pilih, adalah bermalam di penginapan yang ada di sekitar pantai atau berkemah di pinggir pantai. Kebanyakan pengunjung, terpenting anak muda, lazimnya lebih memilih untuk mendirikan kemah di pantai dan menyalakan api unggun sendiri. Kau dapat membawa kelengkapan kemah dan kayu bakar seandainya mau berkemah di Pantai Sundak.