Asuransi kesehatan penting untuk menjamin kesehatan Anda dari kemungkinan terkena penyakit di masa akan datang. Terlebih seandainya suatu saat nanti Anda sakit, Anda tak perlu khawatir seputar tarif pengobatannya sebab segala akan dibayarkan oleh asuransi. Meski demikian itu, tak segala penyakit ditanggung biayanya oleh asuransi, lho! Ada sebagian penyakit yang ternyata jarang ditanggung asuransi kesehatan. Baik itu asuransi swasta ataupun BPJS Kesehatan. Apa saja itu?. Daftar penyakit yang jarang ditanggung asuransi kesehatan :

 

  1. HIV/AIDS

Penyakit HIV/AIDS belum ada obat penyembuhnya. Jadi, perawatan HIV/AIDS dijalankan cuma untuk mengurangi keparahan gejala penyakitnya saja.

 

Sebagian perusahaan asuransi kesehatan masih menganggap HIV/AIDS sebagai penyakit dampak keteledoran penderitanya. Kebanyakan kasus penyakit ini memang muncul sebab pengaplikasian jarum suntik narkoba atau dari seks gonta-ganti pasangan tanpa kondom. Dua hal tersebut memang mungkin saja dijalankan atas keinginan penderitanya sendiri. Atas dasar inilah, tak segala asuransi kesehatan berkeinginan menanggung tarif pengobatan HIV/AIDS.

READ  Prosedur Menyetor Uang Tunai di ATM Setor Tunai BRI

 

Namun perlu dipahami, tak segala kasus HIV/AIDS pasti disebabkan oleh ulah keteledoran yang dihasilkan sendiri. Karenanya sebelum memantapkan hati membuat asuransi, cermati dan teliti baik-baik seputar syarat dan ketentuan kebijakannya apakah penyakit-penyakit tertentu dapat ditanggung biayanya. Sekiranya tak secara gamblang tertera penjelasannya, tanyakan lebih detil pada agen asuransi Anda.

 

Sekiranya Anda sudah membuat kesepakatan dengan asuransi kesehatan yang menanggung penyakit HIV/AIDS, lazimnya Anda tak dapat langsung memanfaatkan klaim asuransi ini. Anda lazimnya semestinya menunggu dulu selama batas waktu yang diatur sebelumnya, supaya dapat klaim layanan tersebut.

 

  1. Penyakit kritis (sakit keras)

Ketika Anda, anggota keluarga, atau orang terdekat Anda divonis penyakit kronis, contohnya stroke, kanker, atau gagal ginjal, Anda tentu berkeinginan menerima perawatan yang terbaik.

 

Namun, jarang ada asuransi yang berkeinginan menganggung pasien yang berada dalam kondisi kritis. Ini sebab penyakit kritis lazimnya memerlukan perawatan paliatif dalam waktu lama dengan tarif yang tak sedikit.

READ  Bisikan Boros yang Harus Dilawan

 

Perusahaan asuransi yang berkeinginan menanggung penyakit fatal lazimnya menyediakan produk khusus untuk klaim tarif pengobatannya. Produk khusus tersebut bernama asuransi penyakit kritis. Tanyakan pada perusahaan asuransi kesehatan Anda mengenai jaminan penyakit kritis ini.

 

  1. Penyakit dampak wabah atau musibah

Kolera, polio, dan ebola sering kali muncul sebagai wabah yang menyerang tempat tertentu.

 

Penyakit ini lazimnya menyebar dengan amat cepat dan meluas. Artinya jumlah penderitanya malah dapat terus bertambah dengan cepat. Sebab itulah, penyakit dampak wabah masuk ke dalam daftar penyakit yang jarang ditanggung asuransi kesehatan.

 

  1. Operasi caesar

Bagi calon ibu yang sebentar lagi akan melahirkan, coba baca kembali lembar persetujuan asuransi Anda sebelum mengira-ngira total tarif yang akan dikeluarkan nanti. Pasalnya, tak segala asuransi kesehatan menjamin tarif melahirkan. Apalagi seandainya keputusan operasi caesar Anda cuma atas keinginan pribadi, bukan sebab alasan medis gawat darurat.

READ  Mengatur Anggaran Untuk Hobi-Hobi Mahal Agar Sukses Finansial

 

Dibandingi dengan operasi caesar, asuransi kesehatan lebih banyak yang berkeinginan menanggung tarif persalinan normal.

 

  1. Penyakit turunan

Tak segala variasi asuransi kesehatan berkeinginan menanggung tarif pasien yang mempunyai penyakit turunan, cacat turunan, atau penyakit keturunan. Teladan penyakit turunan merupakan asma, hernia sejak lahir, penyakit mental, dan sebagainya.

 

Program JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) dari BPJS Kesehatan merupakan salah satu asuransi kesehatan pemerintah yang menanggung penyakit turunan. Masih ada juga sebagian asuransi swasta yang berkeinginan menanggung penyakit turunan.

 

Sebagian melainkan, tarif perawatan penyakit turunan lazimnya tak langsung dibayarkan saat itu juga. Sebagian asuransi kesehatan baru akan membiayainya setelah dua tahun Anda menjadi peserta asuransi.  ini kembali lagi tergantung pada kesepakatan Anda dengan pihak asuransi kesehatan sewaktu mendaftar dulu.