Dikala bercakap-kapabel dengan seseorang, Anda pasti akan menatap matanya, bukan? Tatapan mata memang menjadi salah satu alat komunikasi yang tepat sasaran. Dengan saling bertatapan, Anda bisa menyajikan maksud pembicaraan sekaligus membaca ekspresi lawan bicara Anda. Akan tetapi, ada juga jenis orang yang senantiasa menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya karena merasa canggung. Apa alasannya, sih?

 

Kontak mata dikala berbincang-bincang penting bagi manusia

Kecuali untuk membaca ekspresi wajah serta emosionil lawan bicara, bertatapan juga punya fungsi lainnya. Bertatap mata menetapkan bahwa lawan bicara Anda benar-benar konsentrasi mendengar apa yang Anda bicarakan. Jikalau Anda tidak bisa mengamati seketika kedua matanya, susah untuk menetapkan apakah orang hal yang demikian mendengarkan Anda dengan saksama.

 

Berbeda dengan makhluk hidup lainnya, mata manusia sungguh-sungguh berperan penting dalam pertukaran isu sekaligus emosionil. Semut, umpamanya, tidak mengandalkan kontak mata untuk berkomunikasi. Mereka justru bergantung pada suara dan sentuhan. Sebagai contoh lain, simpanse simpanse akan mengamati gerakan mulut satu sama lain dikala berkomunikasi, bukan mengamati ke arah bola mata.

READ  Tak Melulu Dengan Bercinta, Orgasme Juga Bisa Tercapai Saat Olahraga

 

Nah, meskipun manusia telah berevolusi untuk memanfaatkan kontak mata untuk membangun kekerabatan dan bekerja sama, tatapan mata juga bisa diterapkan sebagai alat intimidasi. Inilah mengapa kadang Anda menghindari tatapan mata seseorang yang Anda segani.

 

Kenapa ada orang yang tidak menyukai bertatapan?

Apakah Anda jenis orang yang menyukai menghindari kontak mata dengan lawan bicara? Jikalau ya, Anda mungkin lebih sering kali menunduk atau berpaling dikala bercakap-kapabel dengan seseorang. Terbukti menurut para pakar, ada alasan ilmiah mengapa tatapan mata seseorang bisa terasa semacam itu menikam bagi beberapa orang.

 

Dalam jurnal Scientific Reports pada tahun 2015, para pakar mencatat bahwa pada beberapa orang, kontak mata bisa membuat zona otak tertentu jadi overaktif. Zona otak ini diketahui dengan istilah metode subkortikal. Cara otak ini bertugas untuk mengenali serta menerjemahkan eskpresi wajah orang lain, termasuk melewati tatapan mata.

READ  Cara Meningkatkan Motivasi Diri untuk Mencapai Suatu Target

 

Bagi orang yang sensitif, komponen otak ini tiba-tiba mendapatkan stimulasi syaraf yang berlebihan dikala dihadapkan dengan tatapan mata seseorang. Fenomena ini terbukti banyak terjadi pada pengidap spektrum autisme.

 

Jadi, menghindari kontak mata dengan seseorang tidak senantiasa berarti Anda tidak mau bicara dengan orang lain atau tidak memerhatikan kata-katanya. Dapat saja sebetulnya Anda merasa tidak nyaman bertatapan mata lama-lama dengan lawan bicara karena otak Anda yang memang bereaksi berlebihan.

 

Apa yang sepatutnya dikerjakan agar lebih nyaman dikala sepatutnya bertatapan?

Menurut seorang pakar psikologi sosial sekaligus peneliti dari University of Tampere di Finlandia, Jari K. Hietanen, kebanyakan berdaya upaya soal interaksi Anda dengan orang lain justru akan membuat Anda lebih gugup dan tidak nyaman dikala bertatapan mata dengan lawan bicara. Jikalau Anda memang merasa tidak nyaman sepatutnya bertatapan dengan orang lain, tidak perlu dipaksakan.

READ  Tips Berhubungan Seks untuk Wanita Usia Lanjut

 

Anda bisa memilih posisi bicara yang lebih nyaman. Misalnya duduk bersebelahan dengan lawan bicara. Dengan semacam itu, Anda tidak perlu menatap seketika ke arah lawan bicara Anda.

 

Melainkan, kadang kontak mata benar-benar tidak bisa dihindari. Misalnya bila Anda sedang diwawancara untuk sebuah profesi. Karena itu, penting juga untuk melatih kemampuan berkomunikasi melewati tatapan mata. Anda bisa melatihnya dengan orang-orang terdekat, umpamanya dengan membiasakan diri menatap mata lawan bicara selama beberapa detik. Lama-lama, otak Anda akan menyesuaikan diri dikala sepatutnya bertatapan dengan orang lain.