Pada tanggal 26 Maret 2016 bertempat di Istana Kepresidenan, Hanoi, Vietnam, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Sosialis Vietnam, Ibnu Hadi dengan didampingi oleh sejumlah pejabat KBRI Hanoi, telah menyerahkan surat kepercayaan (Letter of Credence) kepada Presiden Truong Tan Sang dalam sebuah upacara kenegaraan. Setelah memasuki kompleks istana, Dubes RI disambut secara militer dan diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dimainkan oleh korps musik istana. Upacara dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan dan penyerahan surat kepercayaan kepada Presiden Sang.

 

Dalam pembicaraan seusai diserahkannya surat kepercayaan tersebut, Dubes RI Ibnu Hadi menyampaikan salam hangat dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Sang. Dubes RI mengatakan siap bekerjasama dengan pemerintah dan rakyat Vietnam untuk memajukan dan memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama bilateral kedua negara di berbagai bidang yang telah berlangsung dengan baik selama ini. Presiden Sang menyambut baik Dubes RI dan menerima salam Presiden RI. Ia juga menyampaikan bahwa rakyat Vietnam terus mengenang jasa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan. Vietnam menyatakan dukungannya kepada Indonesia dalam berbagai kesempatan, khususnya ASEAN dan fora international lainya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Sang juga mengangkat isu Maritim, yakni tetap mengupayakan koordinasi yag erat terkait Zona Ekonomi Eksklusif  dan Laut Cina Selatan.

READ  Kredit bank bjb tumbuh 13,2% pada Kuartal I2018

 

Setelah prosesi penyerahan surat kepercayaan tuntas, Dubes RI kembali menuju Wisma Duta Besar untuk mengadakan ramah tamah dengan seluruh pejabat dan staf KBRI Hanoi. Dubes Ibnu Hadi merupakan Dubes LBBP RI untuk Republik Sosialis Vietnam yang tiba di Hanoi sejak tanggal 24 Februari 2016 yang lalu. Hubungan diplomatik RI-Vietnam telah berjalan menginjak usia 60 tahun, tepatnya sejak tanggal 30 Desember 1955 dan terus meningkat. Hal ini salah satunya ditandai dengan kesepakatan para pemimpin kedua negara untuk menjalin Kemitraan Strategis pada tahun 2013, yang menjadikan Vietnam sebagai satu-satunya Mitra Strategis Indonesia di kawasan ASEAN. Untuk menopang Kemitraan Strategis tersebut, kedua negara juga telah menandatangani Rencana Aksi Periode 2014-2018 yang salah satu isinya adalah mewujudkan angka perdagangan bilateral sebesar US$10 miliar pada tahun 2018.

READ  Resolusi Keuangan yang Wajib Diterapkan di Tahun Ini

 

Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi mengungkap sejumlah faktor yang membikin ekonomi Vietnam mengalami peningkatan yang benar-benar signifikan, yang bahkan dalam beberapa sektor telah mengalahkan Indonesia. Ibnu menuturkan setidaknya ada lima faktor utama mengapa ekonomi Vietnam cakap berkembang benar-benar kencang, yaitu bayaran buruh, harga tanah, harga bahan-bahan baku, harga utilitas, dan perizinnan. ” Buruh kita keok, mereka lebh murah. Harga tanah relatif sama, melainkan untuk sektor industri dapat benar-benar murah dan kadang kala cuma-cuma, paling kena biaya administrasi dan pengelolaan. Barang bahan baku relatif sama. Keempat, utilitas sedikit lima murah dan terakhir perizinan memang lebih mudah disana,” sebut Ibnu terhadap wartawan di Jakarta.

 

Selain kelima faktor tersebut, Ibnu Hadi menambahkan terdapat satu faktor lain yang membikin Vietnam lebih dilirik oleh pemberi modal, yaitu faktor keamanan. Ibnu menuturkan kondisi di Vietnam, baik itu secara lazim ataupun politik jauh lebih stabil, dengan keamanan yang lebih baik dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya. “Keamanan, jauh lebih aman disana. Lazim, negara komunis, negara sosialis itu lebih stabil, demonstrasi itu benar-benar jarang terjadi disana,” paparnya. Ia kemudian membandingi nila ekspor antara Indonesiadan Vietnam. Pada tahun lalu nilai ekspor Vietnam mencapai USD214 miliar, meski Indonesia cuma USD 168 miliar. Dari rangking kemudahan untuk berbisnis, Indonesia memang mengalami peningkatan dengan meloncat ke peringat 72. Melainkan, Vietnam juga mengerjakan hal yang sama, dengan meningkat ke posisi 68.

READ  Nasihat Tentang Uang Wajib Tahu Agar Hidup Sejahtera Pas Hari Tua

 

” Kalo tak hati-hati Vietnam akan melampaui kita. Aku menginginkan lebih intens lagi pada tingkat yang lebih tinggi, kedua sepatutnya berani ajak multi stakeholders, tak cuma pemerintah melainkan juga pengusaha. Minimal di tengah persaingan kita coba bekerja sama, we are competing and at the same time collaborating,” tukas Ibnu Hadi.