Saat hamil, bukan tak mungkin Anda mesti menjalani prosedur medis yang membutuhkan obat bius bagus lokal ataupun total. Misalnya dikala mesti cabut gigi. Tetapi, pasti Anda merasa kuatir apakah dibius dikala hamil mempunyai efek buruk pada kandungan atau tak. Pasalnya, apa bahkan yang Anda lakukan pada tubuh dapat saja memberikan efek tertentu pada janin. Karena itu, simak bagus-bagus penjelasan di bawah ini, ya. Jenis-jenis bius :

 

  1. Bius lokal

 

Anestesi lokal atau yang disebut juga dengan bius lokal yakni prosedur penerapan obat untuk membuat beberapa member tubuh jadi mati rasa. Biasanya, bius ini dikasih untuk menjalankan beberapa prosedur kecil seperti biopsi (pengambilan sampel) kulit dan juga cabut gigi.

 

Biasanya bius lokal, obat bekerja dengan mencegah syaraf di area berhubungan untuk mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak. Sehingga dikala prosedur berlangsung Anda tak menikmati sakit meskipun dalam keadaan sadar. Biasanya dokter juga akan memberikan obat penenang untuk membuat Anda tetap merasa rileks.

 

  1. Bius total

 

Bius total yakni prosedur yang dikerjakan untuk membuat Anda tak sadarkan diri. Biasanya metode ini digunakan dalam operasi besar yang membutuhkan pembedahan komponen tubuh tertentu. Dengan bius total, otak tak dapat menanggapi sinyal rasa sakit sehingga Anda sama sekali tak menikmati apa-apa selama prosedur pembedahan berlangsung.

READ  Olahraga untuk Ibu Hamil

 

Apakah dibius dikala hamil aman?

Selama kehamilan, ibu dan bayi terhubung melewati tali pusar. Tali pusar memberikan gizi pada bayi yang ada di dalam kandungan. Sehingga, apa bahkan yang Anda konsumsi dapat berakibat pada janin, termasuk obat bius. Obat bius memungkinkan masuk ke dalam janin melewati darah. Hal inilah yang dikhawatirkan dapat memberikan dampak buruk pada janin yang Anda kandung. Jenis bius lokal dan total sama-sama dikerjakan untuk mematikan syaraf pengirim sinyal rasa sakit, tapi imbasnya kepada tubuh cukup berbeda karena cakupannya yang berbeda pula.

 

Deborah Weatherspoon, Ph.D., RN, CRNA, member Core Faculty School of Nursing Graduate Program di Walden University menyuarakan bahwa dalam kasus tertentu, aman atau tidaknya prosedur bius tergantung pada beberapa unsur yakni:

 

Kecuali kehamilan

Sebuah studi oleh American Journal of Public Health menyuarakan bahwa dibius dikala dapat menyebabkan banyak komplikasi dan bahkan berbahaya bayi Anda, terutama selama trimester pertama. Ibu yang mendapatkan anestesi di umur kehamilan awal dapat melahirkan bayi dengan kecacatan metode syaraf sentra.

READ  Ibu yang Hamil di Usia Lebih Tua Cenderung Melahirkan Anak yang Lebih Pintar

 

Apabila itu, bayi juga berisiko terkena katarak kongenital dan cacat lainnya seperti hidrosefalus. Oleh karena itu, kalau prosedur bius dibutuhkan biasanya akan menunggu hingga kehamilan memasuki trimester kedua.

 

Selama trimester pertama atau hingga pekan ke-13 kehamilan, organ dan member tubuh bayi sedang dalam pengerjaan penyusunan. Seluruh Anda menjalankan prosedur yang membutuhkan obat bius di umur kehamilan awal, karenanya hal ini dapat menganggu perkembangan normal janin.

 

Obat bius yang masuk ke dalam janin dapat menyebabkan cacat lahir. Oleh karena itu, menunda prosedur hingga trimester kedua atau kelahiran dapat menjadi salah satu opsi arif kalau prosedur yang dikerjakan tak terlalu mendesak. Akan tapi, kalau prosedur yang membutuhkan bius ini cukup penting dan berhubungan dengan kesehatan dan kandungan Anda, karenanya diskusikan pada dokter mengenai tingkat keamanan, risiko, waktu, dan jenis obat bius yang digunakan.

 

Berikut beberapa risiko yang dapat terjadi pada penerapan obat bius dikala hamil.

 

  1. Berat bayi lahir rendah

Dikutip dari Mom Junction, sebuah penelitian yang dikerjakan pada anak-anak menyimpulkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang menjalankan prosedur bius lokal mengalami berat lahir yang rendah. Beberapa hal medis yang berhubungan dengan gigi menjadi salah satu unsur terbanyak penerapan bius lokal dikala hamil.

READ  Cara Mengatasi Vagina Kering Setelah Melahirkan

 

  1. Kematian

Ibu hamil yang menjalankan prosedur bius total mempunyai risiko dua kali lipat lebih tinggi mengalami kematian. Saat besar hal ini terjadi dampak sang ibu sulitnya mengendalikan saluran napas. Saat dibius total, Anda tak sadarkan diri dan hal ini terbukti dapat meningkatkan risiko terjadinya kesulitan mengendalikan napas pada ibu hamil.

 

  1. Penurunan aliran darah ke rahim

Sedangkan membutuhkan suplai makanan dan oksigen dari ibu melewati darah. Tetapi, dibius dikala hamil dapat menurunkan aliran darah ke rahim yang benar-benar berisiko pada bayi. , bayi membutuhkan aliran darah yang cukup untuk dapat mengoptimalkan perkembangannya.

 

Apabila itu, hal ini juga dapat mengakibatkan depresi neonatal atau tingkat pernapasan yang benar-benar rendah pada bayi yang baru lahir. Hal ini dapat meningkatkan risiko pneumonia (infeksi pernapasan) pada bayi yang serius.

 

  1. Peningkatan kadar racun dalam tubuh

Obat bius dapat meningkatkan kadar racun di dalam tubuh ibu. Racun yang bercampur dengan darah selain berbahaya janin juga dapat menyebabkan beraneka komplikasi untuk ibu. Komplikasi yang terjadi di organ-organ penting selama kehamilan dapat mengancam nyawa ibu.