Ada banyak hal yang menjadi pertanyaan perihal kehamilan, khususnya apabila ini adalah kehamilan pertama Anda. Tidak jarang, pertanyaan-pertanyaan tidak terjawan ini justru membikin Anda kian khawatir dan stres saat hamil. Salah satunya adalah pertanyaan, apakah bersin saat hamil bisa berbahaya bayi? Banyak yang mengira bahwa kekuatan tekanan otot perut saat bersin bisa menggencet bayi dalam kandungan. Benarkah demikian?

 

Kenali dahulu apa saja penyebab bersin saat hamil

Banyak wanita lebih tak jarang bersin-bersin saat menjalani kehamilan. Ibu hamil memang rentan kena flu karena cara kekebalan tubuh Anda bekerja sedikit lebih lambat untuk mendeteksi penyakit. Penurunan cara imun ini bertujuan supaya tubuh Anda lebih berhati-hati dan tidak salah menganggap janin sebagai benda asing yang bahkan akan diserangnya.

 

Akan tetapi, tak jarang pilek dan bersin saat hamil tidak melulu disebabkan oleh flu. Ada sebuah kondisi khusus disebut pregnancy rhinitis atau rhinitis saat hamil, yang disebabkan perubahan hormon saat hamil. Rhinitis saat hamil termasuk variasi rhinitis non-alergi yang lazimnya menghilang sempurna dua minggu menjelang persalinan.

READ  Organ Apa Saja yang Terdapat di Dalam Panggul

 

Beberapa wanita juga lebih rentan kumat alerginya semasa hamil, misalnya alergi bulu hewan, tungau, atau debu. Bersin-bersin dan hidung meler adalah tanggapan alergi klasik.

 

Jadi, apakah tak jarang bersin saat hamil bahaya buat janin?

Tekanan perut saat bersin adalah apa yang menyebabkan kekhawatiran ibu hamil. Ditakutkan, kekuatan otot tersebut akan menekan dan berbahaya janin dalam kandungan. Anggapan ini salah. Bersin saat hamil tidak akan berbahaya bayi Anda.

 

Beberapa ibu memang cenderung menikmati nyeri tajam di sekitar perut saat mereka bersin. Meskipun ini disebabkan karena adanya tekanan otot yang mengelilingi dan mendukung rahim seiring dengan pertumbuhannya semasa kehamilan. Mempunyai terasa sedikit tidak nyaman, tetapi hal ini tidak berbahaya.

 

Tubuh ibu hamil dirancang sebaik mungkin untuk bisa menjaga bayi tetap aman terlindungi di dalam kandungan. Di umur kehamilan berapapun Anda bersin-bersin, hal ini tidak akan menimbulkan risiko pada bayi Anda.

READ  Cara Memanfaatkan Hubungan Intim untuk Merangsang Persalinan

 

Tetapi alergi selama kehamilan bahkan tidak meningkatkan risiko kesehatan untuk janin, seperti berat lahir rendah (BBLR) maupun persalinan prematur.

 

Meskipun tetap tidak boleh disepelekan

Kesusahan demikian, bukan berarti bersin boleh disepelekan begitu saja.

 

Bersin bisa membuktikan gejala penyakit lainnya, seperti flu atau asma. Lebih-lebih bernapas akibat gejala flu dan asma yang makin memburuk bisa membikin bayi dalam kandungan kekurangan oksigen. Meskipun ini tentu berbahaya keselamatannya, apabila dibiarkan terus-menerus.

 

Pada sebagian kasus, flu bisa menimbulkan bahaya bagi ibu hamil. Sebab, bukan hanya ibu hamil saja yang kena flu, bayi dalam kandungan terbukti ikut serta sakit flu juga.

 

Oleh karena itu, segera konsultasikan pada dokter saat Anda mulai menikmati gejala flu, alergi, atau asma saat hamil untuk menerima pengobatan yang tepat.

READ  Aturan Menjalankan Puasa Aman Saat Hamil Trimester 3

 

Ibu hamil yang bersin tidak bisa sembarang dikasih obat

Beberapa yang dikonsumsi oleh ibu hamil pasti akan ikut serta tersalurkan ke bayi dalam kandungan. Tetapi itulah, Anda patut memperhatikan apa saja yang Anda masukkan ke dalam tubuh, khususnya obat-obatan.

 

Beberapa obat penghilang rasa sakit, antihistamin, dan obat alergi tergolong aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Meskipun, Anda tetap patut berkonsultasi pada dokter sebelum minum obat-obatan tertentu.

 

dengan obat-obatan, Anda bisa mengerjakan kiat sederhana berikut ini untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat bersin-bersin, di antaranya:

 

  • Istrirahat yang cukup.
  • bergerak aktif.
  • Menjaga asupan makanan secara teratur, sekalipun nafsu makan menurun.
  • Perbanyak konsumsi vitamin C natural untuk meningkatkan cara kekebalan tubuh, misalnya dengan makan buah jeruk, stroberi, mangga, tomat, dan sebagainya.
  • Perbanyak minum untuk menjaga kadar cairan tubuh.
  • Perbaiki posisi tidur dengan meletakkan kepala lebih tinggi dari tubuh untuk menuntaskan hidung mampet.