Menjaga kehamilan bukan berarti Anda tak perlu banyak bergerak. Ibu yang bugar justru akan melahirkan buah hati yang lebih kuat, sehat, dan bahkan lebih cerdas. Nah, salah satu macam olahraga yang paling aman, murah, dan mudah dilaksanakan oleh ibu hamil merupakan jalan kaki. Memang, apa manfaat jalan kaki dikala hamil?

 

Apa saja manfaat jalan kaki dikala hamil?

Rajin jalan kaki dikala hamil tak cuma menolong Anda menjaga kebugaran tubuh, melainkan juga berkhasiat untuk bayi yang sedang dikandung. Apa saja manfaatnya?

 

  1. Mengurangi varises

Varises merupakan satu dari sekian banyak dilema yang dihadapi oleh perempuan dikala hamil. Varises yang muncul di zona kaki bisa terasa perih dan membuat pegal, yang cenderung akan memburuk pada sore hingga malam hari. Khususnya setelah ibu hamil banyak beraktivitas atau terlalu lama berdiri.

 

Rutin jalan kaki selama kehamilan menolong mengurangi pembengkakan yang terjadi akibat varises, sehingga tak menonjol lagi pembuluh darah vena yang menonjol menonjol di zona betis.

 

  1. Melancarkan pencernaan

Jalan kaki termasuk olahraga kardio yang memperlancar pencernaan. Bagi ibu hamil, manfaat ini bisa mengurangi keparahan mual dan muntah dikala hamil hingga diare atau sembelit.

READ  Alasan Bayi Menarik Puting Ibu Saat Menyusu

 

Pencernaan yang sehat juga menolong tubuh lebih cepat mengabsorpsi gizi dan merubah makanan menjadi daya, serta menurunkan resistensi insulin yang bisa memicu perkembangan diabetes.

 

  1. Menurunkan risiko diabetes gestasional

Diabetes gestasional merupakan komplikasi kehamilan yang terbilang cukup banyak terjadi. Risiko Anda mempunyai diabetes gestasional bisa meningkat drastis jika semenjak sebelum hamil dan hingga seterusnya Anda kelebihan berat badan dengan skor BMI 30 atau lebih.

 

Gula darah yang dibolehkan tinggi selama kehamilan akan meningkatkan risiko ibu melahirkan prematur, serta mempunyai bayi obesitas.

 

Olahraga seperti jalan kaki akan menolong Anda menjaga dan mengendalikan berat badan Anda, sehingga bisa mengurangi risiko terkena diabetes gestasional. Pun juga menghindari risiko diabetes gestasional berkembang menjadi diabetes macam 2 setelah melahirkan.

 

  1. Menurunkan risiko preeklampsia

Preeklampsia merupakan keadaan tekanan darah tinggi semasa hamil, padahal Anda sebelumnya tak mempunyai riwayat hipertensi. Setidaknya 5-8% ibu hamil di dunia mengidap preeklampsia, dan kurang lebih 10-15 persen dari total kasus kematian ibu dikala melahirkan diakibatkan oleh preeklampsia.

READ  Dampaknya Bagi Ibu dan Bayi Dalam Kandungan

 

Jalan kaki menolong menjaga berat badan yang sehat dan mengurangi kolesterol, sehingga menyeimbangkan tingkat tekanan darah selama kehamilan. Sehingga Anda bisa berisiko lebih rendah mengalami persalinan prematur yang terjadi sebab preeklampsia.

 

  1. Mencegah stres

Bermacam-macam perubahan jasmaniah serta dilema yang terjadi semasa kehamilan bisa membuat ibu hamil mudah stres. Nah, tahukah Anda bahwa jalan kaki merupakan salah satu macam olahraga yang tepat sasaran untuk memperbaiki suasana hati?

 

Orang yang rutin jalan kaki, pada semasa hamil sekalipun, mengalami peningkatan hormon bersuka ria endorfin yang membuat suasana hati lebih baik dan memunculkan rasa bersuka ria. Olahraga secara teratur juga bisa membuat Anda tidur nyenyak.

 

  1. Mempermudah pengerjaan persalinan

Rajin jalan kaki dikala hamil akan menguatkan otot paha, betis, hingga otot-otot pinggul. Ini akan benar-benar baik untuk menghasilkan persalinan yang lebih cepat dan mudah. Anda jadi tak perlu menunggu lama untuk kontraksi, dan tak mengalami kesusahan dikala mengejan (ngeden).

READ  Cara Alami Meringankan Rasa Sakit Saat Melahirkan

 

  1. Bayi lahir dengan berat sehat

Dengan Anda kerap kali berjalan kaki, Anda turut mengendalikan pertambahan berat badan bayi selama masih dalam kandungan agar tak berisiko obesitas.

 

Bayi yang lahir dari ibu yang teratur jalan kaki dikala hamil cenderung mempunyai skor indeks berat badan yang lebih ideal dengan berat 150-200 gram yang lebih ringan. Tapi, studi menemukan bahwa pengurangan berat ini tak berpengaruh negatif pada tumbuh kembang bayi secara keseluruhan. Asupan gizi dari ibu ke bayi dalam kandungan juga tak tergoda.

 

umum, bayi yang lahir dengan berat ideal dianggap sehat dan mempunyai sensitivitas insulin yang lebih baik bahkan hingga setelah mereka dewasa. Sensitivitas insulin yang lebih baik bisa melindungi buah hati dari risiko diabetes di masa depannya.

 

Sebuah studi gabungan tim peneliti asal Jerman dan Amerika Serikat juga turut melaporkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang rajin jalan kaki dikala hamil mempunyai sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) yang lebih sehat di usia dewasa nanti.