Bukan tak mungkin hamil di usi 40 tahun, tapi mungkin pelaksanaannya tak semudah wanita yang hamil di usia yang lebih muda. Karena, hamil di usia tua membuat Anda lebih meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Meski demikian, tak berarti Anda seketika pesimis dan menyerah seperti itu saja. Anda tetap memungkinkan untuk menjalani kehamilan dan melahirkan buah hati secara sehat walau usia sudah berkepala empat, asalkan Anda mengikuti tips menjaga kehamilan yang sehat berikut ini.

 

Sistem menjaga kehamilan tetap sehat di usia yang tak lagi muda

Meski kemungkinan hamil masih ada, peluang untuk hamil di usia 40 tahun hanyalah 5 persen saja. Selain itu, wanita yang hamil di usia 40 tahun ke atas lebih berisiko terkena komplikasi kehamilan, di antaranya diabetes gestasional, preeklampsia, plasenta previa, bayi lahir prematur dan berat badan rendah (BBLR), bayi lahir dengan operasi caesar, keguguran atau kematian dikala lahir.

 

Untuk mengantisipasi hal-hal hal yang demikian, ada sebagian sistem yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kehamilan di usia yang tak lagi muda, di antaranya sebagai berikut:

 

  1. Menjalankan pemeriksaan kehamilan rutin atau antenatal care (ANC)

Antenatal Care (ANC) merupakan pemeriksaan kehamilan untuk memaksimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Ini bertujuan supaya ibu hamil cakap menghadapi persalinan, masa nifas, pemberian ASI eksklusif, dan mengembalikan kesehatan reproduksinya dengan baik.

 

Pemeriksaan ini dapat berupa pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, dan USG untuk mengetahui problem yang dapat timbul selama kehamilan. Anda dapat mendiskusikan beraneka hal perihal kehamilan Anda terhadap bidan atau dokter, termasuk sistem menjaga kehamilan, rencana melahirkan, atau seluruh kekhawatiran yang memenuhi kepala Anda. Umumnya, pemeriksaan ini semestinya dilaksanakan tiap-tiap bulan tapi tanyakan lagi pada dokter Anda kapan jadwal yang tepat untuk menjalankan seluruh percobaan hal yang demikian.

READ  Cara aman mengatasi nyeri tubuh saat hamil

 

Konsultasikan juga jika Anda memiliki problem diabetes atau tiroid yang mungkin akan memengaruhi kehamilan Anda beserta sistem menuntaskannya. Dengan seperti itu, Anda dapat menjalani kehamilan dengan lebih aman dan lancar.

 

  1. Minum suplemen khusus

Ketika menjelang masa kehamilan, karenanya kebutuhan nutrisi ibu meningkat. Banyak ibu yang tak dapat memenuhi kebutuhan gizinya dengan baik, sehingga terancam kekurangan vitamin dan mineral. Tentunya akan memengaruhi kesehatan janin ataupun ibu.

 

Maka itu ibu hamil, apalagi yang hamil di usia 40 tahun, membutuhkan suplemen khusus supaya kebutuhan gizinya tercukupi dengan baik. Suplemen tambahan yang dikasih merupakan yang mengandung asam folat, zat besi, dan kalsium. Suplemen ini berguna untuk mencegah sebagian cacat lahir terkait dengan sumsum tulang belakang dan otak, salah satunya spina bifida.

 

Apabila Anda mengidap penyakit tertentu dan mengkonsumsi obat-obatan, pantasnya konsultasikan dahulu pada dokter apakah Anda boleh lanjut minum obat hal yang demikian atau tak. Karena, tak seluruh obat dapat dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil.

 

  1. Rehat yang cukup

Berdasarkan Barbara O’Brien, M.D., seorang pakar perinatal genetis di Women and Infants’ Hospital of Rhode Island, wanita yang hamil di usia 40 tahun semestinya lebih peka terhadap tubuhnya. Maka dilansir dari Fit Pregnancy, wanita usia 40 tahun justru lebih bermotivasi dalam berkegiatan, sehingga mereka cenderung berharap terus menjalankan seluruh halnya sendiri.

READ  Hal yang Akan Diajarkan dalam Kelas Prenatal

 

Maka, Anda perlu mengistirahatkan tubuh Anda sesering mungkin dan tak memaksakan diri. Simpan tenaga Anda dengan rehat yang cukup untuk menjaga kehamilan Anda di usia yang tak lagi muda.

 

  1. Makan makanan yang bergizi

Selama hamil, makanan dan nutrisi semestinya terjaga dengan baik. Asupan makanan yang tak tepat dapat membuat nutrisi ibu hamil tak tercukupi dan nantinya dapat berpengaruh pada kesehatan janin.

 

Oleh karena itu, penuhi asupan nutrisi Anda dengan makan makanan yang bergizi, secara khusus yang mengandung tinggi asam folat seperti sayuran hijau, jeruk, sereal, atau produk makanan lain yang sudah diperkaya mineral ini. Banyaklah mengkonsumsi sayur dan buah untuk menjaga kebutuhan serat harian dan hindari makanan kencang saji untuk sementara waktu.

 

Apabila Anda penyuka makanan laut atau seafood, pantasnya Anda lebih berhati-hati. Karena, sebagian makanan laut mengandung merkuri yang dapat menyebabkan bayi cacat lahir, contohnya ikan hiu, king makerel, atau ikan todak. Makanan laut yang diizinkan untuk ibu hamil di antaranya salmon, udang, dan tuna. Beberapa, konsultasikan dahulu pada dokter supaya Anda tak salah langkah.

 

  1. Kendalikan berat badan

Rekomendasi dokter memberi saran ibu hamil untuk menaikkan berat badannya sampai sebagian kilogram selama kehamilan. Karena ini tentunya disesuaikan dengan situasi kesehatan ibu dan janin supaya tak meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Sudah itu, konsultasikan pada dokter mengenai angka berat badan yang dianjurkan pantas dengan situasi Anda.

READ  Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalani Water Birth

 

  1. Hindari pola hidup tak sehat

Meski menjadi keharusan para ibu hamil untuk menjaga pola hidup yang sehat, secara khusus Anda yang menjalani kehamilan di usia yang berisiko tinggi. Hindari beraneka pola hidup tak sehat seperti budaya mengisap rokok dan minum alkohol, termasuk juga suami dan keluarga Anda.

 

Menjalankan Anda tak mengisap rokok tapi suami atau member keluarga lainnya mengisap rokok, ini tetap saja membuat Anda menjadi perokok pasif yang dapat berbahaya kesehatan Anda dan bayi. Jadi, mintalah suami Anda stop mengisap rokok, atau setidaknya tak mengisap rokok di sekitar Anda.

 

  1. Menjalankan vaksin

Idealnya, vaksinasi semestinya didapatkan sebelum Anda mulai merencanakan kehamilan. Pasalnya, situasi hamil membuat sistem kekebalan tubuh cenderung menurun sehingga rentan terkena beraneka penyakit menular. Nah, di sinilah peran penting imunisasi dikala hamil untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan bayi Anda kelak.

 

Beberapa jika Anda telat mendapatkan vaksin sebelum hamil, Anda dapat menjalankan vaksinasi dikala hamil.  ini sudah terbukti aman bagi tumbuh kembang bayi dalam kandungan Anda. Vaksin yang aman untuk ibu hamil di antaranya hepatitis B, flu, dan tetanus diphteria pertusis (Tdap).  konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan vaksin yang pantas.