Kau sering mengalami tiba-tiba berharap makan saat menghadapi persoalan? Atau, makan banyak tanpa disertai rasa lapar? Situasi itu biasa disebut sebagai emotional eating. Jikalau dibiarkan, hal ini dapat membawa pengaruh buruk bagi kesehatan lho.

 

Emotional eating yaitu makan berlebihan saat dalam situasi emosionil, tanpa disertai rasa lapar. Seseorang biasanya akan makan secara emosionil untuk melupakan duka atau persoalan yang sedang dihadapi. Jikalau dibiarkan terus menerus, emotional eating dapat menyebabkan obesitas. Ini beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk menghentikan emotional eating:

 

Temukan pemicu stres

Hal pertama yang dapat kamu lakukan yaitu menemukan penyebab stres. Coba tulis pada buku catatan untuk mengenali pemicu stres. Seumpama makanan apa saja yang kamu makan, perasaan apa yang kamu rasakan, dan hal apa yang kamu pikirkan saat makan. Dengan cara ini, kamu dapat mencari tahu apa yang menjadi pemicu stres, misalnya karena ditinggal pasangan, berantem dengan teman, atau stres di tempat kerja.

READ  Pasangan Sama-Sama Positif HIV

 

Cari kesibukan untuk mengalihkan perhatian

Setelah mengenal hal yang memicu stres, kamu dapat mulai memikirkan cara untuk mengatasinya, kecuali makan. Seumpama, bercerita terhadap teman, melakukan hobi, membaca majalah, mendengarkan musik, dan bermain game. Isi waktu dengan melakukan hal-hal yang kamu sukai untuk melupakan sejenak persoalan yang sedang kamu hadapi dan mencegah makan. Lebih bagus lagi apabila kamu dapat mengisi waktu untuk berolahraga.

 

Mulai berolahraga

Olahraga juga dapat menjadi pilihanmu untuk menghentikan emotional eating. Olahraga berguna untuk menurunkan risiko insomnia dan mengurangi stres yang sedang kamu rasakan. Yoga dan meditasi juga dapat menjadi alternatif cara yang ideal untuk menuntaskan stres yang kamu rasakan.

READ  Cara Kerja Hemodialisis

 

Hargai diri sendiri

Kadangkala, menghargai atau mencintai diri sendiri yaitu hal yang susah untuk dijalankan. Tapi, cobalah untuk terus belajar mendapatkan dan mencintai diri sendiri. Kau mempunyai hak sehat dan bergembira dengan caramu sendiri. Kau juga perlu menyadari bahwa makan secara emosionil hanya akan berdampak buruk bagi tubuh.

 

Tarik napas panjang

Menarik napas panjang mungkin kelihatan simpel. Tapi, cara ini dapat kamu lakukan sebelum mempertimbangkan untuk mengonsumsi makanan. Dengan menarik napas panjang, pikiranmu akan lebih tenang dan dapat lebih bijaksana dalam mempertimbangkan makanan yang akan dikonsumsi.

READ  Laki-laki Lebih Senang Pamer Pasangan Dibanding Wanita

 

Konsumsi sayur atau buah

Saat stres seseorang cenderung mengonsumsi makanan dengan kalori tinggi, seperti cokelat, es krim, kudapan manis, permen, dan keripik, untuk menenangkan diri. Sebagai gantinya, kamu dapat mengonsumsi makanan sehat, seperti buah, sayur, atau makanan rendah kalori Tapi, tetap batasi konsumsinya ya, jangan sampai berlebihan.

 

Metode lain yang dapat kamu lakukan untuk menghentikan emotional eating yaitu dengan menghadapi masalahmu. Makan secara emosionil hanya menjadi pelarian sementara dan tidak akan menuntaskan persoalan, malahan dapat menimbulkan persoalan baru atau rasa bersalah setelahnya. Padahal kadang tidak gampang, melainkan kamu wajib berani menghadapinya. Jangan ragu juga untuk konsultasi ke psikolog untuk membantu menuntaskan stres yang sedang kamu alami.