Pada 2003, Seventh Report of the Joint National Committee, sebuah badan pengaturan hipertensi di Amerika Serikat mempertimbangkan bahwa seseorang dikatakan prehipertensi apabila angka tekanan darah sistoliknya (angka yang di atas) 120-139 mmHG atau tekanan darah diastolik (angka yang di bawah) 80-90 mmHg.

 

Tolok tersebut menjadi sebuah pengingat bagi tiap-tiap orang. Anda mungkin memang belum kena penyakit, tapi ini telah jadi lampu kuning bahwa Anda dapat kapan saja mengalami berbagai penyakit.

 

Menurut penelitian dalam jurnal Nature Reviews Cardiology, orang hipertensi 2-3 kali lebih rentan mengalami hipertensi dibandingkan orang dengan tensi normal.

 

Untungnya, penyakit hipertensi masih dapat dicegah dan Anda dapat mengendalikan kondisi tekanan darah tinggi ini apabila telah terdeteksi sedini mungkin. Untuk mengendalikannya, Anda harus mengerjakan perubahan gaya hidup secara disiplin.

READ  Mengenal Jenis-Jenis Termometer dan Cara Pakainya

 

Prinsip hidup sehat untuk mengatasi prehipertensi juga dikenal dengan sebutan 3F, yaitu food (makanan), fitness (kebugaran), dan fun (bersenang-senang).

 

Food (makanan)

Diet DASH ( telah ternyata secara klinis cakap mengendalikan hipertensi. DASH yaitu singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension alias pendekatan pola makan untuk menghentikan hipertensi.

 

Diet DASH memberi bimbingan Anda untuk mengendalikan lemak dan produk hewani serta makanan olahan yang telah diproses sedemikian rupa sehingga kadar natriumnya sangat tinggi. Konsentrasinya yaitu meningkatkan asupan gandum utuh, buah dan sayur, serta produk susu bebas lemak.

 

Dalam diet ini, Anda harus mengendalikan natrium maksimal 2.300 mg per hari, berimbang dengan 1 sendok teh/ 6 gram garam. Pasalnya, natrium paling banyak didapat dari garam, makanan asin, dan makanan olahan.

READ  Macam-macam Terapi yang dilakukan Dokter Rehabilitasi Medis

 

Namun, akan lebih baik lagi apabila Anda cakap mengendalikan konsumsi natrium hingga paling banyak 1.500 mg natrium per hari, berimbang dengan kira-kira ¾ sendok teh garam. Lebih jelasnya, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mempertimbangkan batasan natrium yang ideal buat Anda.

 

Fitness (kebugaran)

Olahraga seperti jalan kaki kencang (brisk walking) selama 30 menit tiap-tiap hari dapat menurunkan tensi hinnga 4-9 mmHg. Namun, olahraga harus dikerjakan secara rutin supaya alhasil maksimal.

 

Penelitian tahun 2005 menampakkan bahwa aktivitas lahiriah sedang lebih ampuh menurunkan tekanan darah pada orang prehipertensi daripada orang dengan tensi normal.

 

Bila dikombinasikan dengan pola makan sehat seperti diet DASH, olahraga rutin juga dapat menolong mencapai dan menjaga berat badan ideal. Pasalnya, obesitas akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Beragam studi menandakan bahwa risiko prehipertensi dapat ditekan hingga 20 persen pada orang-orang obesitas.

READ  Tips Aman Naik Pesawat Saat Sakit Gigi

 

Fun (bersenang-senang)

Stres dapat menyebabkan kenaikan tensi sementara, tapi apabila diperkenankan terus-terusan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Karenanya, penting bagi Anda untuk mengelola stres dengan baik dan bersenang-senang.

 

Caranya ada banyak. Mulai dari mendengarkan lagu, pijat, berdoa, bermeditasi, mengerjakan hobi seperti menggambar, dan berolahraga.

 

Usahakan untuk mematuhi pedoman hidup sehat dan senang ini. Juga, jangan lupa untuk rutin memantau angka tekanan darah Anda, baik dikala periksa ke dokter atau tes di rumah sendiri. Perubahan gaya hidup tak cuma mencegah hipertensi, tapi juga meningkatkan kesejahteraan Anda.