Mulailah dengan sebuah mimpi. Seluruh berawal dari sebuah mimpi dan yakin apa yang akan kita perbuat.  Pemimpilah yang selalu menjadikan dan membikin sebuah terobosan dalam menjadikan produk, sistem pelayanan, maupun idea yang dapat dijual dengan berhasil.  Semuanya tak mengetahui batas dan keterikatan, tak mengetahui kata ‘tak dapat’ maupun tak mungkin’.

 

Bagi seorang pemula yang memiliki mimpi, karenanya memulai langkah awal dalam berusaha selalu diliputi ketidakpastian, malah kesulitan kepada apa yang mesti dilaksanakan pertama kali.  Bahkan untuk memulai suatu kesibukan usaha, pelaku atau calon pelaku selalu dihadapkan pada keadaan bagaimana memulai usaha hal yang demikian. Adapun kendala utama, merupakan persepsi yang secara wajar selalu ada pada tiap orang yang akan memulai kesibukan usaha, merupakan “Apakah usaha ini menguntungkan atau tak ?”.   Keinginan untuk menjadikan suatu kesibukan usaha dengan ‘certain answer’ ini, justru menjadi bumerang bagi pelaku usaha itu sendiri, sehingga dengan pikiran seperti ini, usaha yang akan dilaksanakan tak pernah dapat terbentuk.

READ  Prosedur Menyetor Uang Tunai di ATM Setor Tunai BRI

 

Salah satu sifat pemimpi dalam berusaha merupakan bagaimana mengubah sesuatu menjadi suatu peluang.  Seandainya melihat keadaan yang melanda Indonesia dalam sebagian tahun terakhir ini, sudah memberikan akibat yang sungguh-sungguh besar kepada perekonomian Indonesia baik dilihat dalam kerangka makro maupun mikro.  Situasi yang tak menguntungkan ini, mendorong sebagian besar masyarakat untuk menangkap peluang dengan memulai melirik dan membidik beragam peluang kesibukan usaha yang mungkin selama ini dilihat sebelah mata.  Diantaranya merupakan sektor-sektor usaha riil yang secara lantas berkaitan dengan keperluan konsumen, sementara sebagian lagi membidik kesibukan sektor non riil,  yang tentunya mesti  memiliki kualifikasi dan pengetahuan tertentu. Secara biasa dalam memulai suatu kesibukan usaha dan memutuskan macam usaha yang tepat, selalu dihadapkan pada pertanyaan seperti di atas, atau kita akan selalu terbelenggu dengan pernyataan yang ada dalam diri kita, “apakah aku cakap” atau “apakah aku dapat”.

READ  BI Sambut Asesmen IMF terkait Perekonomian Indonesia

 

Untuk mimpi itu kita mesti memiliki  suatu persepsi, bahwa jika kita akan mengerjakan suatu kesibukan usaha, mesti diawali  dengan perencanaan yang baik dalam menjadikan mimpi-mimpi kita dalam realita kehidupan berbisnis.  Mimpi-mimpi yang tercipta umumnya berawal pada suatu lamunan dan merenungi sebuah nilai “andai aku dapat”,  Untuk itulah kadang kelanjutan suatu pemikiran yang berandai-andai akan mendorong kita pada suatu penciptaan mimpi besar kita dengan mengedepankan sebuah target keberhasilan yang mesti kita raih kedepan.

 

Punya mimpi dan keinginan jangan tanggung-tanggung, misalkan kita dikala ini baru merencanakan sebuah usaha kecil sekalipun di bidang masakan (makanan olahan), kita pasti memikirkan lonjakan-lonjakan keberhasilan berupa berupa perkembangan volume usaha dan banjirnya permintaan akan produk kita.   Karenanya dapat dibayangkan, sebagian tahun kedepan kita akan membikin berapa produk bawaan dan diversifikasinya, berapa jumlah cabang usaha yang kita buka, dan berapa jumlah karyawan yang akan mendorong usaha kita.  Bayangkan pula besarnya daerah usaha, dan canggihnya peralatan dan mesin penunjang usaha kita dengan beragam investasi dan kepercayaan institusi pembiayaan yang seperti itu mendorong usaha kita.  Intinya semua mimpi kita akan lebih terinspirasi lagi bagaimana semuanya akan menjadi sebuah perubahan besar dalam semua aspek usaha, yang sudah barang tentu akan berkontribusi pada keuntungan/keuntungan yang besar pula, dan sekaligus tentunya pada kesejahteraan kita termasuk kehidupan ekonomi yang akan mendorongnya.  Belum lagi akan berakibat kepada citra diri dan kepercayaan masyarakat akan integritas dan profesionalitas usaha kita, sehingga memberikan nilai plus serta isu terkini pada kinerja dan branding usaha yang akan semakin populer dan dikenal oleh publik.

READ  Aturan Cermat Menghemat Uang Part 2