Pernahkah secara tak sengaja Anda membatasi alat pendengaran bagian belakang, kemudian mengecup ada wewangian yang tak enak? Malahan mungkin ada teman atau kerabat yang bilang bila bagian belakang alat pendengaran Anda berbau? Duh, tentu akan membikin Anda malu bukan kepalang! Memang, apa, sih, penyebab belakang alat pendengaran bau dan bagaimana cara menghilangkannya?

 

Bukan hanya bau badan atau mulut saja yang bisa membikin Anda risih. Bau yang berasal dari area belakang alat pendengaran bahkan demikian. Meski terdengar cukup jarang, tetapi kongkretnya ada sebagian orang yang mengeluhkan mengecup wewangian aneh pada jari tangannya usai menyentuh bagian belakang alat pendengaran. Nah, coba teliti lagi, satu atau lebih dari sebagian hal ini mungkin jadi penyebab belakang alat pendengaran bau:

 

  1. Kurang menjaga kebersihan alat pendengaran

Belakang alat pendengaran termasuk area tersembunyi yang kadang luput dari perhatian. Anda mungkin terlalu konsentrasi membersihkan bagian tubuh yang lebih mudah menonjol sehingga melupakan area lain yang tertutup. Malahan meskipun Anda rutin membersihkan alat pendengaran, hanya bagian dalamnya saja yang lazimnya dibersihkan tetapi tak dengan bagian luarnya.

READ  Manfaat Ikan Teri bagi Kesehatan Tubuh

 

Meski, bagian belakang alat pendengaran sungguh-sungguh mudah kotor dan berkeringat. Apabila tak dibersihkan, keringat yang menumpuk ini akan berbaur langsung bersama kuman. Tak jarang, produksi keringat juga disertai dengan kelenjar minyak (sebum) yang cukup aktif.

 

Sebetulnya minyak bermanfaat untuk menjaga kulit agar tetap kenyal dan sehat. Dengan catatan, produksinya pantas batas dan tak berlebihan. Melainkan sebagian orang punya kelenjar minyak yang cukup aktif sehingga jumlah minyak yang diwujudkan justru bisa mengakibatkan problem.

 

Secara alat pendengaran bagian belakang tertata dari sebagian lipatan, yang mempermudah seluruh keringat, kotoran, serta minyak untuk mengumpet hingga akibatnya memunculkan bau tak enak.

 

  1. Debu dan polusi

Tak beraktivitas di luar ruangan, membikin paparan debu, asap kendaraan bermotor, dan polusi lainnya mudah menempel di tubuh Anda. Termasuk pada area belakang alat pendengaran. Seluruh zat ini lama-lama akan mengendap dan menyumbat pori-pori belakang alat pendengaran bersama dengan minyak, keringat, serta kotoran alat pendengaran lainnya.

READ  Cara Jitu Mencegah Karies Gigi

 

Anda yang punya rambut panjang, kerap kali mengaplikasikan alat penutup alat pendengaran, topi, hingga produk perawatan rambut yang tak dibersihkan dengan tuntas bisa semakin memperparah sumbatan kotoran pada pori-pori kulit di belakang alat pendengaran.

 

Situasi inilah yang sungguh-sungguh disenangi mikroba untuk tumbuh dan berkemabng biak. Itulah mengapa Anda kemudian menyadari munculnya wewangian aneh dari alat pendengaran.

 

  1. Kotoran alat pendengaran

Alasan lain mengapa belakang alat pendengaran bau yaitu sebab adanya kotoran alat pendengaran, dengan format menyerupai cairan lilin berwarna kuning dan bertekstur lengket. Meski normalnya kotoran alat pendengaran ini hanya ada di bagian dalam alat pendengaran.

READ  Latihan Kebugaran Jasmani untuk Jantung

 

Melainkan tak jarang, kotoran ini bisa keluar dengan sendirinya hingga kemudian mengarah ke bagian belakang. Kesudahannya, timbul lah bau yang cukup mengganggu.

 

  1. Infeksi

Dalam sebagian kasus, infeksi yaitu penyebab bagian belakang alat pendengaran bau. Ini sebab ulah kuman dan jamur yang “hobi” hidup dan berkembang di area lembab dan hangat.

 

Budaya menyenangi menggaruk alat pendengaran dengan tangan kotor, pengaplikasian kacamata, pernah melaksanakan tindik alat pendengaran, dan sebagian aktivitas lainnya yang terkait dengan alat pendengaran bisa memicu tumbuhnya kuman dan jamur penyebab bau dari belakang alat pendengaran.

 

  1. Penyebab lainnya

Adanya eksim, ruam, serta dermatitis di belakang alat pendengaran bisa menyebabkan munculnya iritasi dan kulit kering. Situasi ini akan membikin Anda menggaruk area belakang alat pendengaran, yang akibatnya bisa memunculkan luka. Kuman bahkan jadi lebih rentan hadir dan menetap di sini.