Baru-baru ini, salah satu kabupaten di Tempat Istimewa Yogyakarta, Gunungkidul sedang populer di kalangan pelancong dalam negeri. Adanya tamasya alam berupa gua bawah tanah, air terjun, serta pantai-pantai perawan yang kian bertambah menjadi tenaga tarik utamanya. Padahal akses menuju sana cukup susah, para pelancong tetap rela menempuh perjalanan demi merasakan tipe estetika alam.

 

Kurang legal rasanya bila belum merasakan estetika alam di Gunungkidul dikala sedang plesiran ke Jogja. Apalagi, bila melewatkan seluruh aktivitas air yang bisa dilaksanakan di sana. Pada tulisan ini, saya akan memberikan daftar khusus perihal obyek tamasya air yang bisa kamu coba selagi berada di Gunungkidul. Siap bermain air? Berikut ulasannya!

 

Gua Pindul

Siapa yang tak ketahui dengan gua yang satu ini? Semenjak dibuka untuk umum, Gua Pindul lantas menjadi “primadona” di lokasi tamasya Gunungkidul. Gua yang berada di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo ini buka dari dari Senin hingga Sabtu pukul 07:00 – 18:00. Waktu terbaik untuk mengunjungi Gua Pindul yakni dikala musim kemarau dan pada hari kerja sebab jumlah pengunjung tak seperti itu banyak.

 

Di sini, kamu bisa merasakan pengalaman menelusuri sungai bawah tanah sepanjang 350 meter sambil merasakan pemandangan stalaktit yang memesona. Dengan membayar karcis masuk sebesar Rp40.000 per orang, kamu akan mendapatkan fasilitas sewa berupa lampu kepala, helm, ban, serta baju hangat pelampung untuk keselamatan. Seandainya belum puas bermain air, kamu pun bisa merasakan sensasi terjun lantas dari tebing dan menyelam di zona yang diizinkan oleh pengelola.

 

Goa Tanding

Sesudah dari Gua Pindul, kamu bisa mendatangi Goa Tanding yang berjarak hanya 300 meter. Tempat tamasya yang dibuka pada 2016 ini memiliki panjang menempuh 450 meter dengan kedalaman berkisar 1 – 5 meter. Keindahan ceruk-ceruk natural dan pemandangan stalaktit yang spetakuler bisa kamu nikmati sambil bermain air. Berbeda dengan Gua Pindul yang menerapkan ban pelampung, pelancong yang hendak menelusuri gua ini akan menaiki satu perahu karet dengan kapasitas enam pelancong dan dua pemandu.

 

 

Dengan karcis masuk seharga Rp150.000, kamu akan mendapatkan fasilitas keselamatan lengkap dengan konsumsi dan menelusuri tiga zona gua, yakni zona jelas, remang, dan gelap selama sekitar satu jam. Bagi yang berharap menantang adrenalin, kamu bisa mengambil paket tamasya vertikal untuk memasuki gua lewat lubang atap dengan bantuan tali pengaman (rappelling) dengan harga Rp200.000 per orang.

 

Goa Jomblang

Di Gunungkidul, terdapat ratusan gua pegunungan karst yang sebagiannya mulai dihasilkan obyek tamasya oleh warga setempat. Salah satunya yakni Goa Jomblang yang berada di Jetis Wetan, Semanu. Ada empat trek yang bisa kamu pilih untuk memasuki gua ini. Seandainya kamu yakni seorang yang memiliki adrenalin tinggi, cobalah trek paling susah dengan masuk secara vertikal ke mulut gua sedalam 80 meter dengan mengerjakan Single Rope Technique (SRT).

READ  Transportasi dan akomodasi Pantai Kuta Bali Indonesia

 

Setibanya di dasar, kamu bisa meneruskan trekking menuju Gua Grubug (zona kedua). Di sana, kamu akan memperhatikan menawannya cahaya matahari menerobos stalaktit dan stalakmit, sehingga bentuknya tampak seperti tiang kokoh. Kau harus berfoto di titik yang sedang populer ini, ya.

 

Kalisuci Tubing

Sesudah puas mengalahkan trek ekstrem dan berfoto di Goa Jombang, kamu bisa berkendara sekitar 12 menit ke Kalisuci Tubing. Di sini, kamu akan merasakan pengalaman cave tubing sambil merasakan pemandangan gua dan cahaya matahari yang menembus pepohonan rindang.

 

Untuk masuk ke tempat tamasya ini, kamu harus membayar paket sebesar Rp70.000 per orang dengan tambahan retribusi Rp5.000. Sebelum berkunjung, ada pantasnya kamu menghubungi pengelola terpenting dulu sebab tempat ini akan tutup dikala sedang hujan atau debit sungai sedang betul-betul deras.

 

Luweng Sampang

Luweng Sampang Jogja

Semakin berminat dengan anjuran perihal gua dan aktivitas menelusuri sungai seperti di atas? Hening, Gunungkidul masih memiliki tempat tamasya air lainnya yang harus kamu kunjungi, seperti Air Terjun Luweng Sampang.

 

Objek tamasya yang berlokasi di Desa Sampang ini memiliki keunikan, di mana aliran air terjunnya muncul di antara berbatuan cadas yang terkikis air. Gemercik air dan hawa sejuk pun seakan menambah hasrat untuk lantas berenang di surga tersembunyi ini. Sempatkan waktu untuk berkunjung ke sini pada pagi, siang, atau petang hari sebab kamu bisa mengambil foto terbaik dengan latar belakang yang cantik.

 

Air Terjun Sri Gethuk

Berada di tepi aliran Sungai Oyo yang masih asri, terdapat air terjun deras setinggi 25 meter bernama Air Terjun Sri Gethuk. Untuk merasakan aktivitas di sini, kamu harus membayar karcis masuk sekitar Rp7.000 per orang (sudah termasuk tarif sewa rakit untuk menelusuri sungai).

 

Tidak hanya memperhatikan air terjun, kamu juga akan menyaksikan tebing-tebing kapur menakjubkan yang dihiasi dengan pepohonan rindang. Musim terbaik untuk mengunjungi air terjun ini yakni pada dikala kemarau, di mana debit air relatif lebih tenang dan warna aliran sungai cenderung biru kehijauan.

READ  Tempat Bermain Anak di Bandung Untuk Wisata Edukasi Seru

 

Air Terjun Kedung Kandang

Salah satu tamasya air terkenal di wilayah Nglanggeran yakni Air Terjun Kedung Kandang yang memiliki ketinggian menempuh 25 meter. Banyak pelancong yang berkunjung ke sini untuk memperhatikan uniknya air terjun yang mengalir di antara hamparan sawah bertingkat.

 

Untuk menempuh tempat tamasya ini dari arah wilayah Gunung Api Purba, kamu bisa meneruskan perjalanan beberapa ratus meter menuju arah selatan. Sesudah itu, kamu harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer menuruni bukit. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan, bisa dititipkan di rumah warga sekitar.

 

Air Terjun Gedad (ATG)

Belum lama ini, ditemukan lagi air terjun tersembunyi yang berpotensi dihasilkan destinasi tamasya di Gunungkidul bernama Air Terjun Gedad (ATG). Tempat tamasya yang berada di Dusun Gedad, Banyusoco Playen ini memiliki debit air cukup deras yang mengalir lewat berbatuan kapur yang bertumpuk ke atas menyerupai tangga.

 

Untuk menuju tempat ini, kamu harus harus berjalan kaki sejauh 50 meter dari lokasi parkir kendaraan. Pastikan bahwa kamu menerapkan sandal atau sepatu yang nyaman agar kaki tak lecet dikala berjalan menuju air terjun.

 

Pantai Kukup

Selain terkenal akan banyaknya “surga” di antara pegunungan karst yang dimiliki, Gunungkidul juga menawarkan pesona pesisir laut selatan yang menakjubkan. Salah satu yang terkenal yakni Pantai Kukup yang berlokasi di Kemadang, Tanjungsari.

 

Pantai yang menghadap lantas ke Samudera Hindia ini memiliki hamparan pasir putih dan sebuah pulau karang yang terpisah dari tebing, serupa dengan Tanah Lot di Pulau Bali. Ketika laut sedang surut, kamu pun bisa dengan mudah menemukan pelbagai biota laut, seperti pelbagai tipe ikan-ikan kecil, kepiting, teripang, rumput laut, dan lain sebagainya.

 

Pantai Gesing

Tempat tamasya ini ramai didiskusikan oleh pelancong sebab keberadaan Jembatan Cinta, jembatan kayu yang betul-betul panjang dan tak jarang diaplikasikan sebagai titik untuk berfoto. Pantai yang berada di Girikarto, Panggang ini menawarkan pemandangan samudera lepas dengan ombak yang besar.

 

Di sini, kamu bisa mengerjakan pelbagai aktivitas bahari, seperti memancing ikan-ikan besar, bermain di hamparan pasir putih, serta berenang. Ingat, demi keamanan, kamu harus tetap waspada dan jangan berenang terlalu jauh dari bibir pantai, ya!

 

Pantai Jogan

Penasaran dengan pemandangan air terjun yang lantas bermuara ke lautan lepas? Ya, Pantai Jogan yakni destinasi tamasya yang harus kamu tuju. Pantai yang berlokasi di Desa Purwodadi ini tak hanya menyuguhkan pemandangan bukit kapur, tebing, dan samudera seperti pantai di Gunungkidul lainnya.

READ  Pekan Budaya Kediri

 

Di sini, kamu juga bisa berenang di laut dan bermain di air terjun dalam satu zona. Sesudah menempuh jalan berkelok, menurun, dan mendaki dari Jogja sekitar 2 jam, perjalanan cukup lelah yang kamu lalui pun akan terbayar dikala tiba di pantai yang satu ini!

 

Pantai Timang

Berani memacu adrenalin dari ketinggian tebing? Sekarang, saatnya kamu datang ke Pantai Timang yang berada sekitar 6 kilometer dari Pantai Jogan. Tidak hanya merasakan pemandangan laut yang cantik, di sini kamu juga bisa menguji keberanian dengan menyeberangi pulau karang sejauh 100 meter dari tebing curam menerapkan gondola yang terbuat dari kayu.

 

Ketika meluncur, keseimbangan tubuhmu juga akan diuji dengan angin kencang yang menerpa. Masih kurang ekstrem? Seandainya seperti itu, kamu harus mencoba berjalan kaki di atas jembatan gantung sepanjang 200 meter yang berada belasan meter tepat di atas laut. Berani coba?

 

Pantai Ngetun

Bagi kamu yang menyukai bertamasya ke pantai yang sepi, Ngetun yakni pilihan terbaik. Tempat tamasya ini berada Desa Purwodadi, tak jauh dari Pantai Jogan dan Timang. Padahal menuju pantai ini masih belum mulus, sehingga kamu direkomendasikan menerapkan kendaraan beroda empat dengan keadaan prima.

 

Padahal seperti itu, kamu tak akan menyesal mengunjungi Pantai Ngetun sebab ada banyak hal menarik yang kamu lakukan. Di sini, kamu bisa menghabiskan waktu untuk menenangkan jiwa dan raga. Sambil menunggu matahari terbenam, kamu bisa bermain air di lautan biru atau jajan di warung sekitar.

 

Telaga Biru

Telaga ini berada di perbatasan antara wilayah Kabupaten Gunungkidul dan Sukoharjo, tepatnya di Dusun Ngemplak. Tempat ini mulanya yakni lokasi bekas pertambangan, hingga kemudian tergenang air dan berubah menjadi telaga berwarna biru di tengah hamparan sawah. Tidak sekadar memperhatikan menawannya telaga, pelancong juga bisa mencoba berenang di sini dengan membayar tarif tambahan untuk menyewa pelampung demi keamanan pengunjung.

 

Embung Nglanggeran

Di sebuah bukit yang berada dekat obyek tamasya Gunung Api Purba, terdapat danau buatan yang berfungsi sebagai penyimpanan air atau umum disebut embung.  pemandangan yang cantik, Embung Nglanggeran pun menjadi incaran banyak pelancong, terpenting bagi pencinta senja.

 

Berada di ketinggian, Embung Nglanggeran menawarkan pemandangan cantik matahari terbenam di langit Gunungkidul. Untuk menuju tempat ini, kamu bisa menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari pusat Kota Jogja.