Beberapa pasangan memilih untuk nekat berpetualang mencari suasana baru di tempat-tempat yang tidak biasa ketika bosan bercinta di atas ranjang. Misalnya di bak mandi rumah sendiri, di kolan renang, atau bahkan di lautan lepas. Ya! Bagi sebagian orang, seks di dalam air menawarkan sensasi kenikmatan yang berlipat ganda dan beda dari umumnya. Kalau Anda tertarik untuk mencobanya lain kali bersama si ia, baca dahulu pelbagai hal tentang risiko dan keamanannya di artikel ini.

 

Beratensi coba berhubungan seks di dalam air?

Pada dasarnya, seks sama seperti kegiatan fisik lainnya yang perlu persiapan matang. Apalagi seandainya dilaksanakan di tempat-tempat yang kurang familiar. Berikut yang perlu Anda kenal sebelum mencoba seks di dalam air.

 

  1. Awas air dekil

Setiap variasi air yang berbeda, mempunyai kandungan yang berbeda. Meski air keran biasa diaplikasikan untuk mandi, air tersebut juga masih berpotensi membawa kuman dari pipa-pipa penyaluran bawah tanah. Sama halnya dengan dengan air kolam renang yang berkaporit atau air laut yang mengandung garam serta biota-biota laut tidak kasat mata.

 

Itu kenapa sedangkan kelihatannya bersih, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) hakekatnya tidak memberi saran Anda untuk bercinta di dalam air karena bisa membawa kuman masuk ke dalam tubuh.

READ  Cara Yoga yang Wajib Diketahui Pemula

 

  1. Air bisa merontokkan pelumas natural

Beberapa orang penggiat seks di dalam air percaya bahwa air bisa menggantikan fungsi pelumas Miss V natural. Maka, tidak apa untuk lantas bercinta tanpa foreplay atau menerapkan pelumas seks seandainya mengerjakannya di air. Pendapat ini salah, ungkap dr. Idris Abdurrahman, dokter kandungan dari CDC.

 

Tingkat pH air yang lebih tinggi atau rendah, tergantung dari sumber airnya, ketimbang pH Miss V bisa mengeringkan pelumas Miss V natural. Kurangnya pelumasan dalam Miss V bahkan akan membuat penetrasi penis jadi terasa sakit.

 

Belum lagi, zat seperti klorin pada air kolam renang atau kandungan garam air laut bisa menempel di dinding Miss V dan penis. pH organ kelamin yang kacau bisa meningkatkan risiko Anda dan pasangan terkena infeksi kuman atau jamur, bagus di penis maupun Miss V.

 

  1. Anda masih bisa hamil sedangkan bercinta di dalam air

Jangan salah. Bercinta dalam air tanpa menerapkan kondom masih bisa menyebabkan kehamilan. Pasalnya dari sekian banyak sel sperma yang ditembakkan ke dalam Miss V ketika ejakulasi, hanya butuh satu buah sel sperma untuk bisa membuahi sel telor.

READ  Mungkinkah Kutil Kelamin Bisa Sembuh Dengan Sendirinya

 

  1. Tetapi, bukan berarti ejakulasi di air bisa menyebabkan wanita lain hamil, ya

Risiko hamil setelah bercinta dalam air tetap sama besarnya seperti seandainya Anda bercinta di atas ranjang tanpa kondom. Meski demikian itu, perempuan yang sedang berenang tidak akan bisa hamil hanya karena berada di satu kolam renang dengan pria yang ejakulasi dalam air.

 

Ingat bahwa kehamilan baru bisa terjadi seandainya sel sperma masuk ke dalam Miss V dan berjalan terus ke rahim dan tuba falopi untuk bertemu sel telor. Berenang bersama laki-laki yang ejakulasi di dalam air tidak akan membuat wanita lain di sekitarnya hamil karena sperma yang ia keluarkan tidak bisa berjalan mencari Miss V atau menembus baju renang hingga masuk ke leher rahim dan membuahi sel telor.

 

Terutamanya, bukaan Miss V umumnya tidak dalam posisi membuka atau melebar ketika Anda berenang atau berendam. Wanita hanya akan membuka ketika akan melahirkan dan seandainya Anda menerima stimulus seksual. Maka, hakekatnya tidak ada jalan bagi sel sperma di air kolam untuk menempuh sel telor wanita tanpa adanya stimulus dan penetrasi yang disengaja antar pria dan wanita.

READ  Hal Ini Bisa Membunuh Sperma Pria

 

Selain itu, sperma tidak bisa lama bertahan hidup dalam air hangat atau air dingin yang mengandung zat kimia seperti di kolam renang. Maka, betul-betul kecil kemungkinannya berenang bersama pria di kolam renang biasa atau pemandian biasa bisa menyebabkan wanita hamil.

 

  1. Dapat terkena penyakit menular seksual

Kandungan klorin dalam kolam renang atau air hangat dalam bak mandi membantu mematikan kuman dan virus penyebab penyakit dalam air, melainkan tidak benar-benar membinasakan semuanya. Maka, risiko Anda untuk tertular penyakit kelamin dari pasangan yang positif tetap sama tingginya dengan seks di atas tempat tidur seandainya tidak menerapkan kondom.

 

Terutamanya, seks di dalam air cenderung membuat orang-orang melupakan pakai pelumas seks. Seks ketika Miss V kering tidak hanya membuat pengalaman bercinta jadi menyakitkan, melainkan juga berisiko memunculkan lecet. Nah, luka lecet inilah yang bisa jadi gerbang masuknya kuman atau kuman penyakit hingga ke dalam tubuh. Lecet bahkan bisa terjadi pada kulit penis pengaruh memaksakan penetrasi dalam keadaan yang tidak tepat tersebut. Maka, risiko penyakit kelamin menular tetap sama besarnya bagus bagi pria dan wanita.